Helo Indonesia

Menuju Era Digital Twin, Prodi PWK USM Bedah Cara Bangun Kota Cerdas Lewat AI

1 jam 7 menit lalu
    Bagikan  
Menuju Era Digital Twin, Prodi PWK USM Bedah Cara Bangun Kota Cerdas Lewat AI

Kegiatan workshop Prodi S1 bertajuk Computational Urban Economics for Digital Twin Cities yang berlangsung secara hybrid

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Program Studi S1 Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Semarang (USM) menggelar workshop bertajuk "Computational Urban Economics for Digital Twin Cities" yang berlangsung secara hybrid ini berpusat di Oak Tree Emerald Semarang pada Senin 13 Juli 2026.

Kegiatan diikuti jajaran dosen PWK USM, mahasiswa aktif, serta para alumni.

Untuk membedah urgensi ekonomi kota berbasis komputasi dan digital twin, PWK USM menghadirkan pakar di bidangnya, Dr Sariffuddin ST MT yang merupakan dosen PWK Universitas Diponegoro (Undip) sebagai narasumber utama.

Baca juga: 16 Daerah Siaga Kekeringan, Pemprov Jateng Guyur 3,2 Juta Liter Air Bersih

Dalam peparannya, Sariffuddin menekankan bahwa perencanaan kota saat ini tidak lagi cukup hanya mengandalkan pendekatan konvensional.

Menurutnya, pengambilan keputusan perlu didukung oleh analisis berbasis data spasial yang mampu memetakan hubungan antara aktivitas ekonomi, karakteristik wilayah, hingga dinamika pembangunan secara lebih akurat.

''Pemanfaatan berbagai sumber data terbuka (open source) yang diolah melalui teknologi komputasi memungkinkan perencana memperoleh gambaran kondisi wilayah secara lebih komprehensif. Data tersebut kemudian dapat dianalisis menggunakan model ekonometrika spasial untuk mengidentifikasi pola pertumbuhan, ketimpangan, maupun potensi pengembangan suatu kawasan,'' katanya.

Dia menambahkan, penerapan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) mampu meningkatkan kecepatan dan ketepatan analisis sehingga menjadi fondasi penting dalam pengembangan digital twin city, yaitu representasi digital suatu kota yang dapat digunakan untuk menguji berbagai skenario kebijakan sebelum diterapkan di lapangan.

"Melalui pendekatan ini, perencanaan tidak lagi hanya bersifat prediktif, tetapi juga mampu memberikan dasar pengambilan keputusan yang lebih terukur, efisien, dan adaptif terhadap perubahan," ujar Sariffuddin.

Ketua Program Studi S1 PWK USM, Dr Agus Sarwo Edy Sudrajat ST MT dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas terselenggaranya kegiatan ini.

Baca juga: Bermain di Tepi Irigasi Singomerto Banjarnegara, Dua Bocah Diduga Terpeleset dan Tenggelam

Dia mengatakan, workshop tersebut merupakan langkah strategis prodi untuk merespons cepat perkembangan teknologi perencanaan yang kian dinamis.

''Pemahaman mengenai ekonometrika spasial dan kecerdasan buatan bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan kebutuhan wajib bagi perencana wilayah dan kota di era modern. Kami berharap, melalui kegiatan ini, para dosen dapat mengintegrasikan materi mutakhir ini ke dalam kurikulum, sementara mahasiswa serta alumni didorong untuk terus memperbarui ilmu agar mampu melahirkan solusi penataan ruang yang cerdas, adaptif, dan berkelanjutan bagi masyarakat,'' ungkapnya.

Acara ini memicu diskusi interaktif yang sangat dinamis berkat format hybrid yang diterapkan. Suasana di Oak Tree Emerald Semarang berlangsung hangat dengan kehadiran fisik dari seluruh jajaran dosen dan tenaga kependidikan (tendik) PWK USM.

Sementara itu, ruang virtual juga dipadati oleh antusiasme mahasiswa aktif dan alumni PWK USM yang menyimak jalannya acara dari berbagai tempat. Kombinasi ini menciptakan ruang diskusi yang kaya akan perspektif industri dan akademis.

Melalui momentum workshop ini, prodi S1 PWK USM kembali membuktikan komitmennya dalam mencetak lulusan dan menghasilkan riset yang relevan dengan kebutuhan transformasi digital global. (Aji)