Helo Indonesia

Wasit Basket Nasional Arfinsa Gunawan, Impikan Industri Olahraga Berkembang di Solo

Ajie - Olahraga
Selasa, 3 Juni 2025 14:13
    Bagikan  
Wasit Basket Nasional Arfinsa Gunawan, Impikan Industri Olahraga Berkembang di Solo

Arfinsa Gunawan

SOLO, HELOINDONESIA.COM - Kota Surakarta atau Solo dikenal sebagai Kota Budaya, dan Kota Batik. Namun seiring dengan perkembangan zaman, kota ini sedang terus menuju Kota Olahraga dengan jargonnya Sport Tourism.

Hal ini ditunjukkan melalui pengembangan infrastruktur olahraga, hingga penyelenggaraan event olahraga, baik nasional maupun internasional.

Tak sekadar infrastruktur dan even yang hidup, banyak SDM yang moncer di dunia olahraga, salah satunya Arfinsa Gunawan SPd MOr.

Baca juga: Warga Pucangrejo Kendal Dikunjungi Gubernur Jateng, Terima Bantuan Perbaikan RTLH

Sosok kelahiran Kota Bengawan itu kenyang pengalaman dunia olahraga, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Arfinsa kini menjabat sebagai Cooperation & Relationship Manager Kesatria Bengawan Solo yang menjelma sebagai tim tangguh di pentas Indonesian Basketball League (IBL).

Dia juga pernah menjabat beberapa posisi strategis seperti Operation Manager di PT Amara Elite Indonesia (2018), Manager Marketing Sritex Arena (2018), Bendahara Event Liga Solo (2020), Staf Event IBL Indonesia (2021) hingga Event Manager Peparnas (2023).

Dalam perbincangan santai, Arfinsa justru mulai menggeluti olahraga dari cabor tenis hingga mengikuti Pekan Olahraga Daerah (Popda) SMA.

"Setelah tenis baru pindah ke basket. Kuliah pun juga aktif, tidak hanya bermain basket tapi juga ikut kepengurusan," kata dia, Selasa 2 Juni 2025.

Aktif di Bola Basket

Lulus sarjana olahraga, sosok yang kini menjabat bendahara Pengkot Perbasi Kota Solo itu terus aktif di basket saat melanjutkan studi magister di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.

Dirinya pun aktif dalam berbagai event nasional dan internasional, mulai IBL hingga Piala Dunia U-17 2023 yang salah satunya digelar di Stadion Manahan.

"Jadi passion saya di kepengurusan olahraga cukup lama. Sekarang juga bikin event sendiri bareng teman-teman di Liga Solo yang menjadi barometer event basket di Jawa Tengah maupun daerah lain," paparnya.

Baca juga: Hanya Lima Menit, Urus Roya di BPN Kendal Anti Ribet

Bukan tanpa alasan Arfinsa aktif di dunia olahraga, termasuk mengelola beragam kejuaraan di Kota Solo. Dirinya ingin ikut andil dalam memajukan olahraga di Kota Bengawan hingga tingkat internasional.

"Saya tergugah bagaimana caranya olahraga di Solo ini semakin berprestasi. Selain itu agar industri olahraga juga berkembang, mulai tingkat SD sampai jejang atas," ujar dia.

"Selain basket yang terus menggeliat, saya juga ingin cabor-cabor lainnya nanti terus berkembang dan berbanding lurus dengan prestasinya," tambah dia.

Prestasi lain yang dimiliki Arfinsa adalah salah satu wasit basket asal Solo yang pernah memimpin pertandingan nasional termasuk PON Papua 2021 silam.

Wasit berlisensi A Nasional tersebut memang cukup berpengalaman. Banyak event besar yang sudah diikutinya.

Mulai dari Kejurnas U14 dan U16 di Medan, Indonesia International Junior Basketball di Banten, Liga Mahasiswa tingkat nasional di Jakarta, Pra PON di Banten, wasit IBL Indonesia Cup 2022 hingga event Srikandi Cup.

"Jadi saya itu mulai dunia wasit sejak semester lima. Alhamdulillah sudah dipercaya memimpin pertandingan-pertandingan nasional," paparnya.

Baca juga: Lulus 100 Persen, Pelepasan Siswa Kelas IX SMP Stella Matutina Salatiga Penuh Makna dan Syukur

Disinggung mengenai keberhasilan dalam mengelola sebuah event maupun tim Kesatria Bengawan Solo, Arfinsa tak menampik jika dirinya selalu ingin belajar.

Arfinsa sebelumnya memegang jabatan asisten manajer Sritex Dragon Solo mengakui menyerap banyak ilmu tentang pengelolaan tim hingga manajerial.

"Dari situ saya banyak belajar mengelola tim dan akhirnya saya bawa ke Kesatria Bengawan Solo. Tim ini bisa lolos playoff di debut IBL menjadi experience yang luar biasa bagi saya," tegas Arfinsa.

"Saya sekarang juga concern di bidang pengelolaan atlet. Jadi saya ingin atlet itu hanya bertanding di satu event, namun merawat mereka untuk menghadapi ajang-ajang selanjutnya," imbuhnya. (Aji)