Helo Indonesia

18 Atlet Nasional Ujian Skripsi di Unwahas: Ini Tentang Semangat, Mimpi, dan Merah Putih

Ajie - Olahraga
Jumat, 6 Maret 2026 08:34
    Bagikan  
18 Atlet Nasional Ujian Skripsi di Unwahas: Ini Tentang Semangat, Mimpi, dan Merah Putih

Pemanjat tebing Susan Nurhidayah berpose bersama Dekan FPOK Unwahas Muhlisin dan penguji usai ujian skripsi. Foto bersama dengan pimpinan universitas.

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Ada nuansa haru dan bangga ketika sebanyak 18 atlet nasional yang berkuliah di Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) mengikuti ujian skripsi di Aula Fakultas Kedokteran Kampus Atas Unwahas, Gunungpati, Kota Semarang, Rabu-Kamis 4-5 Maret 2026.

Ujian tersebut berupa berbagi kisah pengalaman inspiratif mereka dalam pencapaian prestasi olahraga. Dalam durasi lima menit, masing-masing peserta diminta menceritakan succes story termasuk momen paling berkesan di depan dosen penguji.

Baca juga: Atlet Jateng Peraih Medali Multieven Diguyur Bonus, Gubernur pun Beri Motivasi

Kisah para atlet tersebut dirangkum dalam buku bunga rampai ''Bingkai Kampus Prestasi Olahraga'' yang dibedah pada Kamis kemarin 5 Maret 2026 bersama para mahasiswa Fakultas Pendidikan dan Olahraga (FPOK) Unwahas.

Yang istimewa, dua atlet panjat tebing putri nasional yaitu Puja Lestari (Riau) dan Susan Nurhidayah (Jateng) yang meraih medali emas dan perak di nomor speed SEA Games 2025 Thailand turut mengikuti sidang skripsi tersebut.

''Menjadi atlet adalah tentang mimpi. Dalam asuhan ibu tunggal, saya harus termotivasi menentukan jalan hidup sendiri. Saya terbiasa dengan cedera, air mata, kegagalan dan semangat. Saya terus mengejar mimpi saya mengibarkan Merah Putih di puncak tertinggi Olimpiade,'' kata Susan, atlet asal Purbalingga peraih emas ASEAN University Games di Thailand 2022 dan Surabaya 2024.

bareng

Sebagai atlet Pelatnas, Susan diproyeksi tampil di Olimpiade 2028. Sebelumnya dia telah mengikuti serangkaian World Cup Series di Bali, Prancis, dan Cina.

Hal senda disampaikan Aspar ''Babon'' Jaelolo , pemanjat tebing putra dari DKI Jakarta. Juara dunia IFSC Climbling World Cup 2018 di Cina dan Jakarta 2022 menyebut kunci sukses menajdi atlet adalah jangan takut bermimpi.

''Saya harus bangkit dari cedera, semangat latihan dan latihan. Pada kesempatan ini, saya menyampaikan terima kasih. Ini dedikasi saya kepada PJKR Unwahas,'' kata Babon yang mendapat penghargaan dari Kemenpora sebagai PNS.

Baca juga: Ramadan Bersama Siswa SLB, Wagub Jihan Tekankan Nilai Empati dan Ketakwaan

Sejumlah atlet nasional lainnya yang berbagi pengalaman, di antaranya Desi Ratna Wardani (atlet hoki Jateng), Rajjiah Salsabillah (atlet panjat tebing Banten), Jafro Megawanto (juara dunia paralayang dari Jatim), dan Wahyu Iman Santosa (atlet bola tangan Jateng).

Unwahas memang tak ubahnya sebagai Indonesia kecil. Banyak atlet kebanggaan nasional dari berbagai provinsi di Tanah Air yang meraih prestasi multievent internasional, seperti SEA Games, hingga Kejuaraan Dunia menimba ilmu di kampus ini.

Mereka menjalani kuliah melalui jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di mana prestasi olahraga disetarakan dengan SKS mata kuliah, skripsi, dan tugas akhir.

buku

Sidang skripsi para atlet tersebut, dibuka oleh Rektor Unwahas, Prof Dr Ir Helmy Purwanto, ST MT IPM. Dia menyampaikan kebanggaannya terhadap karya yang dihasilkan para mahasiswa dan civitas akademika dari FPOK yang dinilainya turut mendukung visi universitas yaitu ''Aswaja Muda Mendunia''.

Terhadap buku dokumentasi para atlet tersebut, Helmy mengapresiasi karena bisa menjadi sumber inspirasi dam motivasi bagi generasi mahasiswa berikutnya. Dia menilai, keberhasilan para atlet membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi.

“Prestasi atlet Unwahas menjadi bukti bahwa kerja keras dan semangat juang mampu membawa mahasiswa meraih pencapaian besar. Yang membuat kami bangga, atlet dari Jurusan PJKR ini banyak yang menjadi juara internasional, dunia, dan memecahkan rekor,'' katanya.

Baca juga: Mudik ke Jakarta, Upaya JXB dan Astindo Dongkrak Wisatawan Datang ke Ibu Kota

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Yayasan Wahid Hasyim Semarang, Prof Dr H Mahmutarom HR SH MH juga turut menyampaikan rasa bangga apresiasi tinggi terhadap penerbitan buku tersebut.

Dia menilai karya ini berhasil merekam perjalanan panjang dan kerja keras para atlet yang sering kali tidak terlihat oleh publik. Menurutnya, yayasan akan terus memberikan dukungan melalui penyediaan sarana dan prasarana guna mendukung pengembangan potensi atlet mahasiswa.

''Keberadaan para atlet nasional ini semoga juga memberikan inspirasi kita agar punya tubuh ideal, perut tidak besar. Karena di dalam perut yang besar, ada potensi penyakit besar juga,'' seloroh akademisi yang masih suka jogging dan naik gunung ini.

Hadir juga dalam pembukaan sidang skripsi tersebut Wakil Rektor I Dr H Nur Cholid MAg MPd, dan Wakil Rektor III Dr Ratih Pratiwi SPd MSi MM.

Baca juga: MUI Jateng Keluarkan Fatwa Nisab Zakat Profesi, Harga Emas Tak Lagi Jadi Patokan

Sementara itu, Dekan Unwahas, Dr Muhlisin MPd menjelaskan pihaknya mengaku bangga atas kontribusi para atlet dari Unwahas bagi kemajuan prestasi olahraga Indonesia. Dia mengatakan setiadaknya 79 torehan prestasi internasional yang diukir oleh atletnya.

Dia mengatakan, ujian skripsi dibagi menjadi dua sesi, 4-5 Maret 2025. Sejumlah atlet nasional penyandang disabilitas telah mengikuti ujian pada hari pertama.

''Atlet dari Unwahas menjadi penyumbang medali terbanyak di SEA Games, mengungguli atlet dari perguruan tinggi lain di Jateng. Ini sumbangsih Unwahas untuk Indonesia,'' katanya. (Aji)