Helo Indonesia

Dua Musim Menanti, LavAni Runtuhkan Dominasi Bhayangkara untuk Takhta Proliga 2026

Ajie - Olahraga
1 jam 33 menit lalu
    Bagikan  
Dua Musim Menanti, LavAni Runtuhkan Dominasi Bhayangkara untuk  Takhta Proliga 2026

Para pemain LavAni saat merayakan gelar juara Proliga 2026 usai mengalahkan Bhayangkara Presisi di grand final leg kedua

YOGYAKARTA, HELOINDONESIA.COM - Setelah  selama dua musim menanti, Jakartya LavAni Livin' Transmedia resmi akhirnya kembali menahbiskan diri sebagai penguasa baru bola voli putra Tanah Air setelah menumbangkan lawan bebuyutan mereka, Jakarta Bhayangkara Presisi, dalam laga leg kedua Grand Final Proliga 2026 di GOR Amongrogo, Yogayakarta, Sabtu malam 25 April 2026.

Kemenangan dengan skor 3-1 (25-22, 25-20, 18-25, 25-22) ini bagi The Blue Force adalah sebuah misi "Payback" yang tuntas. Setelah dipaksa menelan pil pahit dan merelakan gelar juara di tangan lawan yang sama selama dua tahun berturut-turut, LavAni akhirnya berhasil merebut kembali mahkota yang sempat hilang.

Baca juga: JPE Pertahankan Gelar Juara Proliga, Megawati Sabet MVP & Opposite Hitter Terbaik

​Sejak peluit pertama dibunyikan, LavAni langsung menurunkan komposisi terbaiknya: Dio Zulfikri, Hendra Kurniawan, Boy Arnes, Taylor Sander, Georg Grozer, dan libero Prasojo. Di sisi lain, Bhayangkara Presisi mengandalkan motor serangan seperti Rendy Tamamilang, Nizar Zulfikar, Martin Atanasov, dan Bardia Saadat.

​Set pertama berjalan sangat ketat. Bhayangkara Presisi sempat memimpin 12-11 di awal laga. Namun, konsistensi Boy Arnes membuat LavAni menyamakan skor 15-15. Ketegangan memuncak saat skor tipis 19-18 untuk LavAni. Meski pelatih Reidel Toiran sempat mengambil time-out untuk memutus momentum lawan, Georg Grozer dan kolega tetap tak terbendung hingga mengunci set pertama dengan skor 25-22.

​Memasuki set kedua, intensitas pertandingan tidak menurun. Kejar-mengejar angka terjadi sejak kedudukan 3-3 hingga 10-10. LavAni mulai menjauh di angka 18-16 berkat blok-blok rapat yang sulit ditembus oleh Martin Atanasov maupun Bardia Saadat. LavAni menutup set kedua dengan kemenangan meyakinkan 25-20.

​Tertinggal dua set tak membuat Bhayangkara Presisi menyerah. Di set ketiga, mereka mengubah strategi dengan memaksimalkan duo legiun asingnya. Strategi ini berhasil membawa mereka unggul cepat 3-0 di awal set.

​Meskipun LavAni sempat membalikkan keadaan menjadi 4-3, Nizar Zulfikar dkk menunjukkan mental juara mereka. Mereka melesat unggul 18-14 dan mempertahankan margin hingga angka 23-18. Bhayangkara Presisi akhirnya memperpanjang napas setelah menutup set ini dengan kemenangan 25-18.

Bhayangkara Presisi sempat unggul 10-6 saat LavAni dihantam kabar buruk: sang bomber utama, Georg Grozer, mengalami cedera dan harus ditarik keluar. Kehilangan Grozer membuat pertahanan LavAni sempat goyah hingga tertinggal 8-13.

Baca juga: Olahraga Bersama Polda Metro Jaya-Kodam Jaya, Pererat Soliditas dan Saling Bersinergi


​Namun, semangat juang The Blue Force justru membara. Tanpa Grozer, Boy Arnes memimpin rekan-rekannya mengejar ketertinggalan hingga menyamakan skor 14-14. Duel poin kembar berlanjut hingga 17-17. LavAni menunjukkan ketenangan luar biasa di poin-poin kritis. Unggul 20-19, mereka terus menekan hingga mencapai match point 24-22. Sebuah serangan tajam akhirnya menyudahi perlawanan Bhayangkara Presisi dengan skor 25-22, sekaligus memastikan gelar juara Proliga 2026 kembali ke pelukan Jakarta LavAni Livin' Transmeda.

Usai laga pelatih Bhayangkara Presisi, Reidel Toiran,mengucapkan selamat kepada LavAni, "Saya akui LavAni hari ini bermain baik, dan pantas memenangkan pertandingan," kata Toiran.

Namun, Toiran tetap mengapresiasi permainan timnya,"Kalah menang itu biasa, yang jelas kami sudah maksimal dan kerja keras," tukas Reidel Toiran.

Salah satu pemain Bhayangkara Presisi, Rendy Tamamilang mengakui sebenarnya timnya bermain enjoy, " Yang jelas hari ini bukan rezeki kami ," kata Rendy Tamamilang.

Sementara itu asisten pelatih LavAni, Erwin Rusni mengaku bersyukur atas target yang telah ditentukan, "Alhamdulillah target kita hari ini tercapai," kata Erwin.

Ia juga mengaku timnya performanya cukup bagus di laga Grand Final. "Meski tadi Grozer sempat cedera, tapi Alhamdulillah temen-temen yang lain tampil begitu oprimal, dan memenangkan pertandingan hari ini," tukas Erwin Rusni.

Baca juga: Dosen FT USM Nur Fithriani Raih Doktor, Teliti Rahasia Beton SCC Mutu Tinggi Berserat Baja

Selain mendapat piala, LavAni juga mendapat hadiah uang pembinaan sebesar Rp 400 juta. Dan, Bhayangkara menerima Rp 250 juta.

Urutan 4 besar peringkat putra Proliga 2026:
1. Jakarta LavAni Livin' Transmedia
2. Jakarta Bhayangkara Presisi
3. Surabaya Samator
4. Jakarta Garuda Jaya.

Daftar Penghargaan Individu Putra Proliga 2026:


Most Valuable Player (MVP): Boy Arnez Arabi (Jakarta LavAni)
Best Outside Hitter: Boy Arnez Arabi (LavAni) & Taylor Lee Sander (LavAni)
Best Opposite Spiker: Bardia Saadat (Jakarta Bhayangkara Presisi)
Best Middle Blocker: Hendra Kurniawan (LavAni) & M. Malizi (LavAni)
Best Setter: Dio Zulfikri (LavAni)
Best Libero: Irpan (LavAni)

(Aji)