Helo Indonesia

Satu Dekade BJBM: Dari Friendship Run Semarang Menuju Puncak Magelang

Ajie - Olahraga
Minggu, 20 September 2026 14:48
    Bagikan  
Satu Dekade BJBM: Dari Friendship Run Semarang Menuju Puncak Magelang

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat melepas para pelari Bank Jateng Friendship Run 2026 sebagai ajang pemanasan Borobudur Marathon di Magelang

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Jalanan Kota Semarang berubah menjadi lautan energi pada Minggu pagi 20 September 2026. Sebanyak 1.100 pelari memadati Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah di Jalan Pahlawan Semarang untuk menyemarakkan ajang lari ria Bank Jateng Friendship Run (BJFR) 2026.

Ajang 5 kilometer ini bukan sekadar ajang olahraga, melainkan pesta kebersamaan sekaligus panggung pemanasan menuju puncak perayaan satu dekade Bank Jateng Borobudur Marathon (BJBM) bertajuk “Decade of Legacy”.

Ajang lari ria ini terasa makin istimewa dengan hadirnya Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Sekda Jateng Sumarno yang ikut melebur bersama ribuan pelari menyusuri rute 5K melintasi kawasan segitiga emas Kota Semarang.

Baca juga: Mimpi Adalah Kunci! Ubay Nidji Bakar Semangat Ribuan Maba di Puncak Masta Unimus

Turut hadir jajaran pimpinan daerah dan penyelenggara, antara lain Dirut Bank Jateng Bambang Widiyatmoko, Ketua Yayasan Borobudur Marathon Liem Chie An, Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kompas Adi Prinantyo, Kepala Dispora Jateng Aria Chandra Destianto, hingga Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng.

Sebelum seribuan pelari tumpah ruah di lintasan, rangkaian acara telah dimulai melalui kegiatan The Tour, sebuah ruang perjumpaan bagi komunitas untuk mengenal lebih dekat karakter, cerita, dan budaya lokal Semarang.

Semangat “Tradisi Berlanjut, Satu Dekade Bersama!” diwujudkan tidak hanya lewat Fun Run, tetapi juga berbagai kemeriahan di race village, seperti zumba, cardio dance, fashion show, kompetisi best costume, lucky draw, serta booth kuliner.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa ajang ini menjadi katalis penting untuk membangun atmosfer menuju gelaran utama BJBM di kawasan Candi Borobudur, Magelang, pada 15 November 2026 mendatang.

"Event ini merupakan pemanasan Borobudur Marathon nanti. Putaran sebelumnya digelar di Boyolali dan kini di Semarang. Tidak hanya aspek olahraga, tetapi bagaimana kita meningkatkan ekonomi baru di wilayah kita melalui UMKM. Salah satu backbone ekonomi Jawa Tengah adalah UMKM," tegas Luthfi.

Sebanyak 10 UMKM binaan hasil kurasi lima cabang Bank Jateng turut dipasarkan dalam ajang ini. Direktur Utama Bank Jateng, Bambang Widiyatmoko, menjelaskan bahwa keterlibatan pelaku usaha kecil sengaja disiapkan agar mereka terbiasa melayani pasar dalam skala besar.

"Perputaran uang pada Borobudur Marathon itu, belum mulai saja sudah Rp100 Miliar, apalagi kalau sudah berjalan. Harapan kami tentu lebih tinggi dari tahun lalu," ungkap Bambang.

Pada puncak acara di Magelang nanti, skala keterlibatan UMKM akan diperluas lewat program Pawon UMKM dan Village Race untuk melayani sekitar 12.500 hingga 13.500 peserta dan ribuan pengunjung.

Gubernur Luthfi pun berharap peserta internasional edisi kali ini bisa melampaui capaian tahun lalu yang diikuti pelari dari 58 negara.

Diperebutkan 60 Ribu Pendaftar

Keberhasilan kolaborasi antara Pemprov Jateng, Yayasan Borobudur Marathon, Bank Jateng, dan Harian Kompas selama 10 tahun ini mendulang apresiasi luar biasa. Ketua Yayasan Borobudur Marathon, Liem Chie An, membeberkan bahwa pendaftar BJBM 2026 telah menembus angka fantastis yakni 60.000 pelari.

Namun, demi standar keselamatan dan kenyamanan, sistem ballot membatasi kuota peserta menjadi 12.500 pelari untuk kategori Marathon (42,195 km), Half Marathon (21 km), dan 10K.

Liem Chie An secara emosional menobatkan Borobudur Marathon sebagai “Lebarannya Pelari”.

"Komunitas lari yang selama ini hanya berinteraksi di media sosial akhirnya bertemu langsung, bersilaturahmi, dan saling menyapa hangat di Magelang. Ini adalah momen 'mudik' dan reuni akrab bagi para pelari," kenang Liem.

Baca juga: Miauw! Mahasiswa UGM Sulap Ampas Tebu Jadi Pasir Kucing Organik Antimikroba

Sementara itu, Ketua Yayasan Borobudur Marathon Liem Chie An bersyukur, penyelenggaraan BJBM telah memasuki tahun ke-10 dan telah naik kelas meraih predikat Elite Label dari federasi atletik dunia (World Athletics).

"Memang, untuk mencapai standar yang lebih tinggi memang butuh proses panjang dan berat, termasuk infrastruktur jalan. Namun fokus utama kita adalah bagaimana agar kualitas penyelenggaraan terus membaik dari tahun ke tahun," tambah Liem.

Sebagai kado manis satu dekade, Panitia Penyelenggara BJBM melalui Lukminto Wibowo membocorkan bahwa pihaknya telah menyiapkan finisher medal edisi khusus bertema unik, serta medali apresiasi ekstra bagi para pelari loyal yang telah konsisten berpartisipasi sebanyak lima kali di Borobudur Marathon. (Aji)