SALATIGA, HELOINDONESIA.COM - Kontingen wushu Kota Surakarta kembali memamerkan taji dan dominasi mutlaknya di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026. Berlaga di GOR Tenis Indoor Kridanggo, Salatiga, Rabu (28/10/2026), dua atlet andalan Solo, Natan Nezer Setiawan dan Alexandra Calista Setiawan, sukses menyapu bersih medali emas dari nomor Taijijian Senior Putra dan Putri.
Raihan ini menegaskan ketangguhan tim wushu Surakarta yang berhasil membungkus dua medali emas dan 1 perunggu di nomor Taijijian, sementara rival terdekatnya, Kota Semarang, harus puas memetik 2 perak dan 1 perunggu.
Baca juga: Aksi Memukau Nafatika Astuti Sukses Akhiri Dahaga Emas Grobogan Selama 15 Tahun
Tampil sebagai peserta pemungkas usai rival-rivalnya mencatatkan skor tinggi tentu memberikan beban mental tersendiri. Namun, Natan Nezer Setiawan mampu mengendalikan tekanan tersebut dengan luar biasa.
Eks atlet pelatnas yunior ini menyuguhkan jurus pedang (Taijijian) yang begitu presisi dan elegan, mendulang angka tertinggi 9.610 poin. Natan unggul tipis atas atlet Kota Semarang, Danis Zuliyanto (9.563 poin), serta Muhammad Raihan (9.546 poin) yang mengamankan perunggu.
"Sempat deg-degan di awal lomba. Tampil terakhir itu ada beban tersendiri karena dua pesaing dari Semarang tampil sangat bagus. Bersyukur bisa fokus dan meraih poin tertinggi," ungkap Natan usai laga.
Ini merupakan medali emas kedua bagi Natan di Porprov Jateng 2026, setelah sebelumnya menyabet podium tertinggi di nomor Taiji Quan putra.
Atasi Asam Lambung
Di sektor putri, Alexandra Calista Setiawan tampil memukau dengan gerakan yang sempurna dan anggun. Ia berhasil meraih nilai tertinggi 9.630 poin di nomor Taijijian Putri Senior, sekaligus mengunci medali emas keduanya usai kemenangan di nomor Taiji Quan.
Persaingan di sektor putri berlangsung sangat sengit. Pesaing terberatnya dari Kota Semarang, Angelica Calista, membuntut ketat di posisi kedua dengan 9.576 poin, diikuti atlet Surakarta lainnya, Evelyn Naura Adelia (9.513 poin) di posisi ketiga.
Baca juga: Wahyu Nur Aini, Pelempar Cakram Salatiga yang Ukir Hattrick Emas di Porprov
Alexandra mengaku harus bertarung melawan rasa cemas yang tinggi sebelum masuk arena demi menjaga nama besarnya sebagai atlet senior.
"Puji Tuhan masih diberi emas sesuai ekspektasi. Sangat grogi, bahkan sampai asam lambung naik karena mempertahankan prestasi itu jauh lebih berat. Tapi saya berusaha tetap fokus dan percaya diri," tutur Alexandra.
Keberhasilan luar biasa para atlet Surakarta mendapat apresiasi khusus dari Technical Delegate Wushu Porprov Jateng XVII 2026, Mochamad Zaenuri. Ia menilai munculnya talenta muda seperti Natan Nezer yang mampu menundukkan kelas senior menjadi angin segar bagi masa depan wushu Jawa Tengah.
"Natan Nezer masih berusia junior, tetapi mampu tampil dominan di kelas senior dan menyabet dua emas. Ini sinyal yang sangat positif bagi Jawa Tengah dalam menatap persiapan PON 2028 mendatang," tegas Zaenuri. (Aji)
