SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Dominasi Wahyu Nur Aini di nomor lempar cakram putri Jawa Tengah belum tergoyahkan. Atlet andalan Kota Salatiga ini sukses mencetak hattrick medali emas dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII 2026 cabang atletik yang berlangsung di Stadion Tri Lomba Juang, Semarang, Rabu (28/10/2026).
Capaian gemilang ini melengkapi koleksi emas Porprov milik Wahyu setelah sebelumnya sukses bertengger di podium tertinggi pada Porprov 2018 di Solo dan Porprov Pati Raya 2023.
Pada edisi Porprov kali ini, Wahyu mengunci gelar juara setelah membukukan lemparan sejauh 41,10 meter. Ia berhasil mengungguli pesaing terdekatnya, Marina Rosali dari Blora, yang harus puas dengan medali perak lewat lemparan 40,56 meter. Sementara medali perunggu diraih oleh atlet Kabupaten Tegal, Salsyabila Aprilia, dengan catatatan 39,56 meter.
Nomor atletik lainnya, pelompat asal Kabupaten Kendal, Agung Wahyudi, tampil dominan dan menyabet medali emas usai mengukir lompatan sejauh 15,06 meter. Agung mengungguli Muhamad Arya (Kebumen) yang meraih perak (13,73 m) dan Arjun Muhammad (Sukoharjo) yang memboyong perunggu (12,90 m).
Nomor Lari 100 Meter Putra, sprinter asal Cilacap, Syamsul Agus Kurniawan, menjadi manusia tercepat untuk merebut emas di Porprov 2026 setelah melintasi garis finis pertama dengan catatan waktu 10,98 detik. Medali perak diraih Muhammad Akbar (Pati/11,02 detik) dan perunggu disabet Rizal Hafid (Kebumen/11,07 detik).

Di bagian putri, ratu sprint Porprov kali ini diraih oleh Shava Salvia Warangga dari Kota Surakarta yang mencatatkan waktu terbaik 12,04 detik. Ia mengalahkan Dinda Julia Saputri (Banyumas/12,57 detik) di posisi kedua dan Andira Putri Syiar (Pati/12,87 detik) di posisi ketiga.
Baca juga: Boyolali Tampil Superior di Nomor Jurus, Panen 4 Emas Pencak Silat Porprov XVII
Meski meraih emas, catatan jarak lemparan Wahyu kali ini diakui belum maksimal jika dibandingkan dengan performa terbaiknya saat merebut medali emas di PON 2024 lalu, yaitu sejauh 48,04 meter. Kendati demikian, bagi Wahyu, tampil di arena Porprov bukan sekadar mengejar angka, melainkan wujud pengabdian dan persiapan matang menuju panggung yang lebih besar.
"Saya melihat persaingan di nomor lempar cakram sekarang sudah mulai ketat. Meskipun belum bisa menampilkan performa terbaik dan hasil lemparan masih jauh dari capaian saat PON, saya tetap bangga dan bersyukur bisa kembali mempersembahkan juara untuk daerah," ungkap Wahyu yang didampingi sang suami, Arwani, usai upacara penyerahan medali.
Ia menegaskan bahwa keikutsertaannya di Porprov adalah wujud komitmen dan kontribusinya kepada Kota Salatiga yang telah membinanya, sekaligus menjadi ajang pemanasan menyongsong PON 2028 mendatang.
Kejar Rekor Sang Pelatih
Di balik rentetan medali emas yang telah diraihnya, Wahyu masih menyimpan satu ambisi besar yang terus membakar semangat bertandingnya. Ia bertekad untuk melampaui rekor nasional dan rekor PON milik pelatihnya sendiri, Dwi Ratnawati, yang mencatatkan lemparan sejauh 50,31 meter.
“Impian besar saya adalah bagaimana suatu saat nanti bisa mengalahkan dan memecahkan rekor pelatih saya sendiri,” tegas Wahyu penuh optimisme.
Selain kejayaan Wahyu Nur Aini di nomor lempar cakram, persaingan sengit juga mewarnai nomor-nomor atletik lainnya di Stadion Tri Lomba Juang:
Nomor Lompat Jangkit Putra: Pelompat asal Kabupaten Kendal, Agung Wahyudi, tampil dominan dan menyabet medali emas usai mengukir lompatan sejauh 15,06 meter. Agung mengungguli Muhamad Arya (Kebumen) yang meraih perak (13,73 m) dan Arjun Muhammad (Sukoharjo) yang memboyong perunggu (12,90 m).

Nomor Lari 100 Meter Putra (Manusia Tercepat): Sprinter asal Cilacap, Syamsul Agus Kurniawan, dinobatkan sebagai manusia tercepat di Porprov 2026 setelah melintasi garis finis pertama dengan catatan waktu 10,98 detik. Medali perak diraih Muhammad Akbar (Pati/11,02 detik) dan perunggu disabet Rizal Hafid (Kebumen/11,07 detik).
Nomor Lari 100 Meter Putri: Ratu sprint Porprov kali ini diraih oleh Shava Salvia Warangga dari Kota Surakarta yang mencatatkan waktu terbaik 12,04 detik. Ia mengalahkan Dinda Julia Saputri (Banyumas/12,57 detik) di posisi kedua dan Andira Putri Syiar (Pati/12,87 detik) di posisi ketiga. (Aji)
