Helo Indonesia

Stok Darah Golongan A Menipis, PMI Ajak Warga Berdonor: Ayo, Pahlawan Kemanusiaan!

Herman Batin Mangku - Ragam -> Kesehatan
57 menit lalu
    Bagikan  
PMI
HELO LAMPUNG

PMI - DARAH - Foto estetis petugas medis dan kantong darah. | dok/Muzzamil/Helo Indonesia

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM — Kecabangan provinsi, lembaga perhimpunan nasional sosial kemanusiaan lini kepalangmerahan, Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Lampung dalam kesempatan terbaru, Rabu (28/10/2026) mempermaklumkan, saat ini stok darah untuk golongan darah A di Unit Donor Darah (UDD) Pembina PMI Provinsi Lampung mulai menipis.

Dari itu melalui Humas, UDD Pembina PMI Provinsi Lampung mengimbau dan mengajak warga Lampung untuk berdonor. "Setetes darah yang Anda donorkan dapat menjadi harapan baru bagi mereka yang sedang berjuang untuk hidup," ujar unggahan mengunggah media sosial PMI setempat.

"Saat ini, stok darah Golongan A di UDD Pembina PMI Provinsi Lampung sedang menipis. Kami mengajak seluruh masyarakat yang memenuhi syarat untuk ikut berdonor darah dan membantu memenuhi kebutuhan pasien di berbagai rumah sakit," ajaknya serta.

"Mari kita manfaatkan kesempatan berbagi kebaikan dan menyelamatkan nyawa sesama, menjaga kesehatan tubuh. Jangan tunggu hingga ada sanak keluarga atau kerabat yang membutuhkan. Mari menjadi pahlawan kemanusiaan mulai hari ini. Setetes Darah untuk Kemanusiaan. Karena setiap tetes sangat berarti," gugah PMI setempat lagi.

Warga peminat pendonor, diharapkan dapat datang langsung ke UDD Pembina PMI Provinsi Lampung, Jl Sam Ratulangi Nomor 105 (belakang Makodam XXI Raden Inten Bengkulu-Lampung samping RS DKT Korem 043/Gatam), Kelurahan Penengahan, Kedaton, Bandarlampung setiap hari Senin sampai Minggu, pukul 08.00–20.00 WIB.

Misal untuk pemberitahuan peminatan berdonor atau sekadar infokan rencana membuat janji penjadwalan, Humas UDD PMI Provinsi Lampung menyediakan kanal korespondensi daring melalui WhatsApp 0811-790-3020. Sebagai fasilitas apresiasi, tersedia kursi pijat gratis selama 10 menit bagi pendonor sesaat seusai berdonor.

UDD PMI Lampun yang saat ini dipimpin oleh Plt. Kepala, Dr. dr. Zam Zanariah Ibrahim, Sp.S mendampingi Ketua PMI Lampung 2025–2030 Purnama Wulan Sari, merupakan pusat pelayanan donor darah dan pembinaan teknis PMI di wilayah Lampung, pengampu tiga layanan utama.

Yakni melayani, memfasilitasi donor darah melalui layanan donor darah 24 jam di gedung UDD Pembina serta layanan Gerai Donor Darah di Markas PMI Provinsi Lampung, Jl Hasanudin 26 Kelurahan Gunungmas, Telukbetung Selatan, Bandarlampung setiap Jumat pukul 10.00–15.00 WIB.

Lalu, menyediakan komponen darah seperti Whole Blood (WB), Packed Red Cell (PRC), Trombocyte Concentrate (TC), dan Fresh Frozen Plasma (FFP). Serta, melakukan pembinaan UDD PMI Kabupaten/Kota melalui koordinasi pengawasan dan standardisasi mutu pelayanan darah di 15 UDD Kabupaten/Kota se-Lampung.

APA GOLONGAN DARAHMU? "TIDAK TAHU". ANAKIDAH!

Pembaca, selain acap tersentuh hati demi melihat langsung momen donor darah serta ujud fisik kantong darah yang baru saja penuh terisi sesuai dosis, yang memiliki keindahan tersendiri dari sudut pandang kemanusiaan dan bahkan fotografi medis, karena setiap tetesnya melambangkan harapan baru bagi kehidupan seseorang.

Pun di Indonesia, momen pengumpulan dan pengelolaan kantong darah sering kali diabadikan dalam dokumentasi aksi donor darah yang penuh estetika dan penuh dengan pesan kemanusiaan dan nilai solidaritas.

Selain itu, kita akrab dengan istilah "bank darah", bukan? Sayangnya saat ditelisik lebih jauh, data spesifik jumlah penduduk Lampung berdasar golongan darah (A, B, AB, O) per akhir September 2026 ternyata sulit ditemukan dan sepertinya tidak dipublikasikan secara publik oleh lembaga pengampu basis data statistik kependudukan seperti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), dan Badan Pusat Statistik (BPS).

Sehingga dari total agregat kependudukan keseluruhan populasi penduduk Lampung per akhir September 2026 yang diproyeksikan mencapai 9.623.790 jiwa, data tersebut tidak tersedia secara terperinci.

Boleh jadi disebabkan dua hal. Yakni banyak penduduk yang belum mengisi data atau memeriksakan golongan darahnya di mana secara administratif, kolom golongan darah pada KTP-elektronik (KTP-el) atau Kartu Keluarga (KK) atau KK elektronik (KK Digital) dari sebagian besar penduduk masih berstatus "Tidak Tahu" atau belum melakukan rekam medis resmi untuk dimasukkan sistem basis data kependudukan SIAK (Sistem Informasi Administrasi Kependudukan).

Kemudian, lantaran faktor publikasi berkala terbatas, di mana Direktorat Jenderal (Ditjen) Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) umumnya merilis data detail kualitatif (seperti agama, pekerjaan, golongan darah) dalam skala nasional atau per semester, tak diperbarui per bulan.

Sebagai ilustrasi data nasional, dari total 284,97 juta jiwa penduduk Indonesia per 31 Desember 2024, penduduk dengan golongan darah O merupakan yang terbanyak mencapai 18,02 juta jiwa (yang terdata), disusul golongan darah B (8,67 juta jiwa), golongan darah A (8,39 juta jiwa), dan yang paling sedikit golongan darah AB (3,34 juta jiwa).

Per detail berdasar Rhesus (+ atau Plus dan - atau Minus), penduduk Indonesia dengan golongan darah O+ sebanyak 523.665 orang, dan yang bergolongan darah O- sebanyak 348.794 orang. Lalu, penduduk bergolongan darah A+ ada 773.345 orang dan yang bergolongan darah A- sebanyak 45.079 orang. Penduduk bergolongan darah B+ sebanyak 546.310 orang, yang bergolongan darah B- 32.322 orang. Penduduk bergolongan darah AB+ ada 176.633 orang dan yang bergolongan darah AB- sebanyak 44.977 orang.

Sisi lain, hingga kurun periode yang sama, masih terdapat 244,06 juta penduduk di Indonesia yang belum diketahui golongan darahnya. Pola persentase ini umumnya serupa jika direfleksikan ke skala daerah seperti Lampung.

Dari itu sebagai masukan publik, penting bagi PMI Lampung untuk memperlakukan kampanye mengajak warga untuk berdonor dan kampanye mengajak warga untuk memeriksa golongan darahnya, sama gencar. (Muzzamil)