SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Mengirimkan tujuh petinju, Kabupaten Sukoharjo berjaya sebagai pengumpul medali emas terbanyak di ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Tengah berakhir Minggu malam (23/6) di Gedung Serba Guna Kampus III UIN Walisongo Semarang.
Sukoharjo yang menempatkan tiga finalis, semuanya mampu memenangi pertandingan. Koleksi tiga emas tersebut, masing-masing dipersembahkan oleh Ananda Meisya Kusuma Wardani di kelas 50-52 kg putri, Fransischo Ibrahimovic (48-51 kg putra), dan Aldo Nugroho Dolongseda (51-54 kg putra).
Pada partai final, Ananda Meisya menjadi terbaik di kelasnya setela mampu menang RSC atas Eni Kusmiyati (Kabupaten Pekalongan), sedangkan Fransischo menyandang gelar juara usai menaklukkan Zulfiqar Elang Putra Jaya (Kota Semarang). Aldo Nugroho, yang berstatus atlet Pemusatan Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLOP) Jateng meraih emas untuk Sukoharjo usai menang angka atas Satrio Wijaya Kusumo (Purworejo).
Hadir ikut menyaksikan pertandingan final Popda, Kabid Keolahraga Disporapar Jateng Suci Baskorowati, Wakil Ketua Umum II Pengprov Pertina Soedjatmiko, dan Sekum Achmad Ris Ediyanto bersama para pengurus harian Pertina.
Baca juga: KONI Jateng Minta Cabor Tinju Mempertahankan Medali Emas
Pencapaian prestasi Sukoharjo di Popda cabang tinju tergolong gemilang. Pasalnya, mereka datang ke Semarang mengusung target dua medali emas.
‘’Kami bersyukur atas hasil yang kami capai. Semua ini berkat support semua lini, mulai Dispora Sukoharjo, pengkab Pertina, Sasana Bayu Boxing Camp dan Langenharjo Boxing Camp, tim pelatih, dan kedisiplinan para petinju. Semoga prestasi ini makin memberikan cambuk untuk terus melakukan regenerasi,’’ kata pelatih Sriyanto.
Didominasi Atlet PPLOP
Sementara itu, Wakil Ketua Umum II Pertina Jateng Soedjatmiko memberikan catatan terhadap hasil pelaksanaan Popda Jateng. Menurutnya, Popda kali ini masih seperti Popda – Popda sebelumnya, di mana atlet PPLOP masih mendominasi. Artinya, dari enam yang ikut, lima diantaranya masuk final dan juara.
‘’Satu atlet PPLOP sudah kalah di penyisihan karena bertemu sesama atlet PPLOP dengan kelas yang sama. Artinya ini menjadi catatan sendiri bagi pengcab-pengcab dalam meningkatkan prestasi petinju pelajar, agar petinjunya bisa bersaing,’’ tandas dosen FIK Unnes itu.
Baca juga: Tim FH USM Beri Pelatihan TOEFL bagi Siswa SMK Nusaputera 2 Semarang
Secara umum, Jatmiko melihat kualitas teknik para juara di Popda ini cukup bagus. Namun menghadapi kualifikasi Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Pra-Popnas) bulan Oktober di Solo, performa mereka harus lebih dipoles lagi.
Jatmiko juga mengaku tak heran jika petinju Sukoharjo mampu menjadi pendulang emas terbanyak di Popda tahun ini. Pasalnya, dari sisi organisasi Pengkab Pertina-nya sudah bagus, solid, dan pembinaan atlet berkesinambungan.
Klasemen 10 Besar (Emas, Perak, Perunggu) Popda Jateng
- Kabupaten Sukoharjo (3-0-0)
- Kabupaten Kendal (2-0-0)
- Kota Surakarta (1-2-2)
- Kota Semarang (1-2-2)
- Kabupaten Banyumas (1-2-0)
- Kabupaten Klaten (1-0-1)
- Kabupaten Magelang (1-0-1)
- Kabupaten Pemalang (1-0-0)
- Kabupaten Pekalongan (0-2-0)
- Kabupaten Kudus (0-1-1)
(Aji)