SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Prestasi membanggakan ditorehkan atlet wushu Jawa Tengah, Kiemas Sakti Negara, yang mencetak sejarah sebagai atlet sanda junior Indonesia pertama yang meraih emas di Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2024 yang berlangsung di Brunei Darussalam.
Dalam pertandingan final kelas 52 kg Pra-Junior Putra yang berlangsung di Mulit Purpose Hall Brunei Darussalam, Minggu 29 September 2024, Kiemas, mampu menumbangkan Samet CAF (Turki).
Kabid Binpres Sanda PB WI Sudarsono yang mendampingi tim menjelaskan, dalam kejuaraan yang berlangsung 24-30 September 2024, Indonesia dengan kekuatan 25 atlet menempati posisi runner-up dengan mengoleksi 10 medali emas, 10 perak, dan 9 perunggu.
Baca juga: Sejumlah Prestasi Bersejarah Jawa Tengah di Arena PON 2024
Juara umum direbut Cina yang mengantongi 13 emas, 4 perak, dan 2 perunggu, sedangkan Iran berada di peringkat ketiga dengan 9 emas, 12 perak, dan 5 perunggu.
Sudarsono yang juga Ketua Harian WI Jateng Sudarsono mengapresiasi dan turut bangga atas pencapaian Kiemas di Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2024.
''Semoga prestasi ini bisa memotivasi dan menjadi inspirasi bagi atlet-atlet junior Jateng lainnya,'' katanya Senin 30 September 2024.
Sementara itu, atas prestasinya yang ikut mengharumkan nama Indonesia itu, membuat Kiemas yang lahir di Salatiga 17 Maret 2010 mengaku bersyukur.
"Alhamdulillah, saya senang dan bangga bisa tercatat sebagai atlet sanda Indonesia pertama yang meraih medali emas di kejuaraan dunia. Sebelumnya, saya hanya meraih medali perunggu pada Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022 di Bumi Serpong Damai Tangerang, Banten," beber Kiemas.
Rasa Bangga
Di tataran nasional, prestasi sulung dari dua bersaudara itu terbilang mengkilap. Dia memenangi medali emas di Sirkuit Nasional Wushu Seri I dan II Tahun 2024, meraih medali emas IWAG 2023, perunggu di Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022 BSD, meraih emas Sirkuit Nasional Wushu Junior 2022 dan menjuarai Piala Presiden 2022.
Pencapaian Kiemas tentu disambut suka cita dan rasa bangga oleh orang terdekatnya, khususnya sang ibu, Puspa Aprilia. Pelatih timnas tinju SEA Games 2023 dan terakhir meracik tim tinju Jateng di PON 2024 bersama Agus Triyono, tak kuasa menahan rasa haru.
Baca juga: Benny Karnadi: Kekuatan PDIP dan PKB Bakal Ulang Sejarah Kemenangan Pilkada Kendal
Menurut Lia, panggilannya, pihaknya berterima kasih kepada Pelatih Imam Tauhid Ragananda, Sasana Schreuder Salatiga, dan Pengprov WI Jateng yang turun menggembleng serta mendukung Kiemas hingga bisa menjadi juara dunia.
''Saya terharu dan bangga atas pencapaian Kiemas. Ini sesungguhnya awal karier prestasi Kiemas untuk menuju puncak prestasi senior di kelak kemudian hari. Terima kasih kepada laoshi (pelatih) Imam Tauhid yang telaten membimbingnya hingga menggapai podium tertinggi di kejuaraan dunia,'' tandasnya.
Siswa kelas IX SMPN 3 Salatiga itu, memang dibesarkan dari lingkungan olahraga bela diri. Sang kakek, Hermansyah Monginsidi adalah pelatih karate dan sanda yang banyak melahirkan atlet nasional. Dan Imam Tauhid sendiri, juara dunia karate WKF 2013, adalah paman sekaligus pelatihnya. (Aji)