Helo Indonesia

Sejumlah Prestasi Bersejarah Jawa Tengah di Arena PON 2024

Ajie - Olahraga
Senin, 30 September 2024 09:37
    Bagikan  
Sejumlah Prestasi Bersejarah Jawa Tengah  di Arena PON 2024

Tim wushu Jateng yang mendulang tujuh emas PON 2024

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM -  Multieven Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI di Aceh-Sumut tanggal 8-20 September 2024,  telah berlalu. Kontingen Jawa Tengah dengan kekuatan 758 atlet, seperti diketahui telah berhasil meraup 71 medali emas, 74 perak, dan 115 perunggu dan bertengger di urutan kelima, atau naik satu trip dibanding PON XX Papua 2021 yang berada di posisi keenam dengan 27 emas, 47 perak, dan 64 perunggu.

Pencapaian emas Jateng di arena PON 2024 melejit dibanding lima PON sebelumnya, di mana pada PON Sumsel 2004 mengemas 56 keping emas, PON Kaltim 2008 (53),  PON Riau 2012 (47), PON Jabar 2016 (32), dan PON Papua 2021 (27). Tak heran jika Ketua Umum KONI Jateng Bona Ventura Sulistiana menyebut, raihan emas di PON Aceh-Sumut adalah capaian emas terbaik dalam dua dekade atau 20 tahun terakhir.

Baca juga: Bidik 110 Medali Emas, Pj Gubernur : Saatnya Jateng Juara Umum Peparnas

Bona menilai, lompatan emas ini tak bisa dilepaskan dari kekompakan, kesolidan dan fokus kontingen sejak persiapan hingga masa pertandingan PON XXI. Apalagi support Pemprov Jateng melalui Pj Gubernur Nana Sudjana dan semua elemen terkait juga tinggi.

''Jalinan kesolidan dan kekompakan semua lini ini yang harus tetap kita jaga dan rawat agar PON berikutnya kita mendapatkan hasil yang lebih baik lagi,'' tandas Bona dalam konferensi pers, Jumat 20 September 2024.

Di balik sukses mendulang 71 emas, ada sejumlah cabang telah memberikan kontribusi yang sangat berarti bagi kontingen Jateng. Enam dari cabang unggulan Jateng di PON XXI, berhasil memenuhi target, bahkan melewati target seperti wushu yang memborong tujuh emas, menembak dengan lima emas, dan taekwondo yang mendapat empat emas.

Ada juga cabang kategori unggulan kedua (ditarget 2 emas) dan IIIA (target 1 emas) yang melampaui target seperti sepatu roda, sepak takraw yang meraih tiga emas, serta bulutangkis yang secara spektakuler merebut lima dari tujuh emas yang disediakan.

Baca juga: Bermain dengan 10 Pemain, Manchester United dipermalukan Tottenham Hotspur di Old Trafford

Pencapaian wushu dan bulutangkis termasuk bersejarah. Di cabang wushu misalnya, baru pada PON kali ini mampu menggapai emas terbanyak yaitu tujuh keping, dan mengembalikan tradisi emas nomor taolu (peragaan jurus) melalui atlet putri Alexandra Calista Setiawan yang sempat hilang selama empat PON (2008-2021).

Sedangkan enam emas wushu lainnya, dipersembahkan atlet nomor sanda (pertarungan) yaitu Bayu Peni Hendrasswari (48 kg pi), Tharisa Dea Florentina (52 kg pi), Gita Ariesta (56 kg pi), Thania Kusumaningtyas (60 kg pi), Yusuf Wisiyanto (56 kg pa), dan Puja Riyaya (75 kg pa).

Demikian pula cabang bulutangkis, yang diarget satu keping emas, namun ''terpeleset'' terlalu jauh yaitu tampil sebagai juara umum dengan lima emas. Prestasi bersejarah diukir Richie Duta Richardo dkk dan Sausan Dwi Ramadhani dkk yang mampu mengawinkan gelar juara beregu putra dan putri, serta tunggal putra dan putri PON.

Pecah Telur dan Juara Umum

Sejumlah cabang juga mengalami momen spesial di multieven paling prestius di negeri ini, seperti selam, golf, voli pantai, jujitsu, woodball, dan paralayang.

Cabang selam Jateng di PON XXI Aceh-Sumut 2024 mencatatkan sejarah dengan meraih emas pertama kali selama lima kali keikutsertaan. Emas satu-satunya disumbangkan oleh Andi Junaidi yang tampil di kategori selam laut nomor orientasi bawah air (OBA) nomor M course putra yang dilangsungkan di Pelabuhan LTC 1, BPKS Sabang, Rabu 18 September 2024,

Baca juga: Road Race Piala Bupati Pesawaran Seri 2 Sukses Digelar, Diikuti Ratusan Rider

Andi Junaidi berhasil menjadi yang pertama dengan catatan waktu Catatan waktu 11:50.63, dengan nilai kecepatan 210. Ia memperoleh total nilai 941 poin. Tim selam juga juga mengoleksi meraih empat medali perunggu.

Wakabid Prestasi Pengprov POSSI Jawa Tengah, Sungkowo menuturkan pencapaian ini pantas disyukuri karena tim selam Jateng mampu pecah telur meraih emas di ajang multievent empat tahunan itu.

Menurut dia, kesuksesan selam Jateng menyumbang emas karena performa konsisten para atlet sejak babak kualifikasi PON tahun lalu.

Cabang golf mengukir sejarah, setelah sekian lama tampil di PON tanpa medali, namun secara mengejutkan meraih emas di PON 2024. Pegolf Amadeus Christian dan Nicolas Angga meraih podium pertama pada nomor foursome putra di Padang Golf Royal Sumatra, Medan, Senin (16/9). Amadeus/Angga meraih total angka 136 (8 di bawah par).

Jejak selam dan golf juga diikuti tim voli pantai. Tampil di pantai Indah Situngkir (PIS), Kabupaten Samosir, Sumut pada Rabu (18/9), pasangan Jateng Dela Novitasari dan Devi Melinda Novitasari meraih medali emas pertama Jateng

Emas bersejarah tak pelak bikin Pelatih voli pantai Jateng, Achsin Rois berkali-kali mengucap syukurnya karena duo Novitasari tampil maksimal dan bisa memenuhi target untuk meraih emas. Penantian panjang pun berakhir di PON 2024.

Alhamdulillah, ini sesuai target, anak-anak bermain lepas sesuai instruksi pelatih,” ungkap juru racik yang membawa tim di empat kali PON namun tanpa medali ini.

Kejutan dibuat juga ditorehkan cabang jiujitsu Jateng yang mampu meraih medali emas di arena PON Aceh Sumut 2024. Jiujitsu Jateng sebenarnya cabor yang tidak diperhitungkan mendapatkan medali emas, sebab ini adalah cabor baru.

Namun dalam laga di GOR MMA di Kompleks Sport Center Disporasu, Deli Serdang, fighter putri Nur Esa Sofiana menjawab semua keraguan dengan meraih emas nomor fighting -62 kg putri setelah di laga final menaklukkan wakil Banten Ivo Junua Rahmatin dengan skor telak 11-1. Jujitsu juga menyumbangkan perunggu lewat Muhammad Masrokhan di kelas -77 kg.

Kejutan juga terjadi di cabang kempo, ketika kenshi Graciana Tati Oematan berhasil menyumbang emas di GOR KONI Aceh, Banda Aceh, Kamis (20/9). Graciana yang tampil di nomor randori kelas 50-55Kg, berhasil menggamit emas usai mengalahkan wakil asal NTT, Aurelia Belmo di partai final.

Medali emas ini membanggakan bagi tim Kempo Jateng yang sebenarnya datang ke PON kali ini sebagai cabor non unggulan. Bahkan kempo Jateng masuk dalam kategori Lini 3B, yakni ditarget cukup hanya meraih satu medali.

Pelatih Kempo Jateng, Fitria Handayani mengaku bersyukur salah satu atletnya mampu mencatatkan sejarah lewat medali emas PON.

Tim Woodball Jateng juga tampil sensasional pada PON dengan menjadi juara umum di PON yang berlangsung di lapangan golf Lampuuk Lhoknga Aceh Besar. Woodball Jateng menjadi juara umum dengan menyabet 3 medali emas dan 4 perunggu. Emas di tiga nomor pertandingan yakni single stroke putra, double stroke putra, dan double stroke putri.

Kejutan juga dibukukan kontingen paralayang Jateng yang memastikan diri menjadi juara umum dengan capaian 3 emas dan 1 perak di pegunungan Desa Lamtanjong, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Aceh Besar. Emas untuk Jateng diperoleh dari nomor ketepatan mendarat tandem beregu, ketepatan mendarat perseorangan putri, ketepatan mendarat beregu putri. Satu perak melalui ketepatan mendarat tandem perseorangan.

''Sebenarnta ada 2 nomor yang tidak bisa dimainkan di PON karena kendala cuaca. Namun kami bersyukur inilah rezeki yang Allah berikan kepada tim paralayang Jateng,'' tandas Pelatih fisik paralayang Dian Listiarini. (Aji/Ade)