LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM ----- Ada Komisaris Independen PT PLN (Persero) Andi Arief turut hadir mendampingi Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan yang membuka, dan juga berpidato gelorakan lagi ghirah dan gairah cabang olah raga (cabor) sofbol di Lampung dan Indonesia, pada pembukaan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Softball Open Tournament Outsiders Cup 2025 di Lapangan Emas Softball dan Baseball PKOR Wayhalim Bandarlampung, Ahad (22/6/2025) lalu.
Lho, ngapain dia? Bukannya urusi 'setrum', apa juntrungan Andi Arief dengan sofbol? Pengingat, aktivis prodemokrasi sejak akhir 80-an era kuliah S1 Pemerintahan FISIPOL UGM mulai 1988 silam, di mana dia dirikan study club Komite Penegak Hak Politik Mahasiswa (Tegaklima) bareng Deny Indrayana dan Nezar Patria (aksi perdana tuntut pengunduran diri rektor), selain Andi Pemimpin Umum Majalah Sintesa FISIPOL UGM dan Ketua Umum (Ketum) Senat Mahasiswa FISIPOL UGM 1993–1994.
Juga, pendiri/Ketum Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (SMID) dirian 1994 underbouw Partai Rakyat Demokratik (PRD) dan pimpinan bawah tanah PRD era direpresi Orde Baru 1996, Ketum Jaringan Relawan Nusantara (relawan SBY-JK 2004), Komisaris Independen Pos Indonesia 2006–2008, Staf Khusus Presiden SBY Bidang Penanggulangan Bencana dan Bantuan Sosial 2009–2014.
Dia pernah menjadi Ketua DPP Bidang Pemberantasan Korupsi dan Mafia Hukum lanjut Wasekjen 2015–2020 lanjut Ketua Bappilu DPP Partai Demokrat 2020–2024, punggawa TKN Prabowo-Gibran Pilpres lalu, kini Komisaris Independen PLN per Juli 2024.
Selain itu, tokoh nasional kelahiran Bandarlampung 20 November 54 tahun lalu ini, putra bungsu dari ulama kharismatik NU Lampung, veteran pejuang kemerdekaan, guru, mubaligh, tercatat salah satu pengurus Masjid Al Furqon Bandarlampung hingga akhir hayat, manusia satu abad: KH Arief Mahya.
Andi jebolan SMPN 2 Tanjungkarang (kini Spanda Bandarlampung), aktivis Pelajar Islam Indonesia (PII) era bersekolah di SMAN 2 Tanjungkarang (kini Smanda Bandarlampung), candradimuka dia turut aktif di ekskul (kini) Smanda Softball and Baseball Club (SSBC).
Andi, saat masih banyak berkecimpung di sini, pernah menjadi Sekjen DPP Perguruan Silat Singa Manda Pandawa Lima dan Ketua Pengda Persatuan (kini Perserikatan) Baseball dan Softball Indonesia (Perbasasi) Lampung 2002–2008.
Ditengahnya, pernah berkontestasi sebagai cawagub jalur perseorangan pendamping cagub Prof Dr Muhajir Utomo (Rektor Unila) bertagline latar singkatan perpaduan nama keduanya: Muhajir Utomo-Andi Arief (Jiran) pada Pilgub Lampung 2008.
Teranyar, pria yang dijuluki sejawat eksponen SMID-PRD, Si Lidah Apibitu juga didapuk jadi Dewan Penyantun Rumah Besar 98.
Pengingat, kala puncak karirnya di sofbol, jadi Ketua Harian PB Perbasasi dampingi Ketum Gugun Yunidar; Andi Arief selain dwiperiode direktur Liga Softball Indonesia 2006–2007, selaku manajer timnas turut harum saat tim sofbol putra RI juara Piala Asia di Fukuoka, Jepang 2007 dan lolos Piala Dunia di Kanada 2009.
Dia menghadiri pembukaan Kejurnas Softball Open Tournament Outsiders Cup 2025 sebagai bentuk dukungan penyemangat entitas sofbol demi pemajuan nasional dan pembinaan prestasi atlet cabor ini di daerah. Terus terjaga.
Seperti luas diwartakan, sedikitnya delegasi atlet tujuh provinsi: tuan rumah Lampung, Sumatra Selatan, Daerah Khusus Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur ikut ambil bagian dalam Kejurnas sepekan, 22-29 Juni 2025 ini.
Berpidato mewakili Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, sambutan pembuka Sekdaprov Marindo menyebut Outsiders Cup merupakan momen penting upaya bangkitkan kejayaan sofbol di Lampung.
Terhadap cabor berkelompok dalam kategori permainan bola pukul (beregu dua tim) ciptaan insinyur mesin George Hancock di perumahan gardenia Chicago, AS tahun 1887, bernama mula "indoor baseball" lantaran dimainkan dalam ruangan dan usai dimainkan di luar ruangan tahun 1895 baru diganti jadi "softball" (bentuk pengembangan bisbol atau hardball, ditransliterasi Indonesia: sofbol) lalu top di AS awal abad ke-20 hingga didirikan Asosiasi Softball Amerika (ASA) tahun 1923, menyebar pelbagai negara awal abad ke-21.
Resmi jadi cabor laga Pekan Olahraga Dunia (World Games) 1965, Olimpiade Atlanta 1996.
Terhadap itu, Marindo mengajak entitas menghidupkannya lagi, di Lampung. "Kita akan jadikan Lampung sebagai pusat olahraga sofbol yang disegani,” lugas dia.
Setelah cukup lama vakum, imbuh dia, adanya Kejurnas Softball Outsiders Cup 2025 ini jadi sinyal positif, cabor sofbol juga bisbol mulai kembali bergeliat di Bumi Ruwa Jurai.
“Saya pribadi bagian dari keluarga besar sofbol dan baseball Lampung. Saya sangat mengapresiasi kejuaraan ini, dan saya merasa bangga kita bisa menikmati kembali atmosfer pertandingan sofbol di tanah Lampung,” ujar dia pula.
Marindo menggarisbawahi, Outsiders Cup lebih dari sekadar kompetisi. Ini juga jadi wadah penting menjaring talenta muda nan berpotensi harumkan nama daerah dan bangsa di kancah nasional pun internasional.
Teranyar ujar dia, Lampung kembali menoreh prestasi raih perunggu Kejurnas Softball Open 2025. Marindo berharap raihan itu jadi pijakan awal raih hasil lebih baik kedepan, termasuk sebagai persiapan menuju PON 2028.
“Saya berharap ini jadi titik balik tim sofbol dan baseball Lampung menorehkan prestasi lebih tinggi,” ujarnya berpesan di akhir pidato, peserta Kejurnas Lampung bertanding penuh semangat, junjung tinggi sportivitas, pererat persaudaraan antar daerah.
Dan, "Mari jadikan Outsiders Cup 2025 bukan sekedar soal siapa juaranya. Tapi (jadikan ini) sebagai perayaan semangat, ketekunan, dan kebersamaan kita semua,” pungkasnya.
Marindo, kariris ASN sejak 2003 dari jadi Kasi Evaluasi dan Pelaporan Dispenda Tulang Bawang hingga Januari 2008, terakhir Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lampung (15 Januari 2021– 20 Juni 2025) ditengahnya merangkap jadi Pj Bupati Pringsewu (1 Maret 2024–20 Februari 2025) ini "bagian keluarga besar sofbol dan bisbol Lampung?"
Ya, lantaran saat studi di Smanda, pemekaran SMAN 1 Tanjungkarang (kini Smansa Bandarlampung) prakarsa guru dan Persatuan Ortu Murid dan Guru (POMG).
Sikonnya, kala itu Lampung baru mekar dari Sumatra Bagian Selatan induknya, Smansa satu-satunya SMA negeri di Kota Tandjoengkarang - Teloekbetoeng.
Lantas terhitung 1 Agustus 1965 beroperasi dengan kepala sekolah pertama HM Tabrani Daud, Smanda disahkan sebagai SMA dengan nomor 308 berdasar SK Menteri Pendidikan Dasar dan Kebudayaan Nomor 96/SK/B/III-65-66 tanggal 17 Juli 1965 lewat SE Kepala Inspeksi Daerah SMA Perwakilan Departemen Pendidikan Dasar dan Kebudayaan Daerah Tingkat I Provinsi Lampung Nomor 1/1965.
Berkampus perdana bersebelahan gedung, kemudian Pemda Tingkat I Provinsi Lampung menukarnya dengan gedung STIKMA/STMA di alamat kini, Jl Amir Hamzah Gotong Royong, Tanjungkarang Pusat, Bandarlampung.
Hingga SMAN pengampu (kini) 25 ekskul ini kelak dipercaya mengelola program akselerasi berdasar SK 420/596/III.11/DP/2002 dan sekolah RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional) berdasar SK 697/C4/MN/2007.
Dengan, usai Tabrani Daud kepsek pertama cetak rekor pula menjadi satu-satunya Kepsek Smansa yang diangkat jadi Walikotamadya Tanjungkarang - Telukbetung berdasar SK Mendagri 7/1/35/1969 tanggal 6 Februari 1969.
Digantikan HM Yasin Idris menjabat terlama (23 tahun, 1969–1992), diteruskan Sutrisno dan Pjs M. Matin masing-masing 3 bulan 1992; berturut digantikan S Kardi Idris 1992–2002; Ali Imron 2002–2005; Sudarto 2005–2010; Sobirin 2010–2017; Jumani Darjo 2017–2020; Hendra Putra 2020–2025; kini pertama perempuan Sevensari per 14 Februari lalu. Ini.
Marindo, bagian penggila ekskul ini. Klaim dia senyatanya. Dia bukan cuma karib dengan cabor semirip permainan kasti tetapi sofbol lebih kuat aroma utamakan ketangkasan dan kecerdasan, juga pentingnya titik tekan teknik dasar memukul untuk ciptakan poin maksi —berdaya mumpuni untuk hasil pukulan baik ini.
Marindo juga jago dan pernah merasakan —dari berlatih seadanya di Lapangan Merah Enggal, turut berjibaku kala Andi Arief nekad jadikan Lampung tuan rumah Kejurnas era 2000an hingga buat hotel melati dan bintang tiga kota ini full booked atlet sofbol se-Tanah Air kala itu— kelumit ceritera lama suka duka jadi atlet, seangkatan beberapa nama top mantan geng sofbol Smanda (alumni SSBC), yang mesti diakui pula jadi 'gudang' stok atlet mumpuni daerah ini. Bahkan timnas.
Antara lain, pernah triperiode memimpin Pengprov Perbasasi Lampung 2009–2021 penerus Andi Arief. Bermahapuncak terakhir, harumkan Lampung sabet emas beregu putra PON XX Papua 2020, kini Gubernur Lampung 2025–2030, Rahmat Mirzani Djausal.
Pengingat, PON XX Papua 2020 baru dihelat pascalandai pandemi. Tim beregu putra sini tundukkan DKI Jakarta skor akhir 7-3 di laga bersejarah tak terlupa, Lapangan Sofbol Uncen (Universitas Cendrawasih) Jayapura, Minggu 3 Oktober 2021. Gempitanya gempita.
Praktis, demi agar "bersejarah tak terlupa" itu benderang makna, sejak diperlaga sebagai cabor prestasi "warga" PON pertama kali di PON VII Surabaya 26 Agustus–6 September 1969, lanjut berturut seluruhnya di Jakarta: PON VIII 4–15 Agustus 1973, PON IX 23 Juli–3 Agustus 1977, PON X 19–30 September 1981, PON XI 9–20 September 1985, PON XII 18–28 Oktober 1989, PON XIII 9–19 September 1993, dan PON XIV 9–25 September 1996 dengan total atlet terbesar pertama 4.915 orang.
Lanjut PON XV Surabaya 19–30 Juni 2000 (5.720 atlet, 27 provinsi, Jatim juara umum), PON XVI Palembang 2–14 September 2004 (5.660 atlet, 30 provinsi, Jakarta juara umum), PON XVII Samarinda 6–17 Juli 2008 (7.946 atlet, 32 provinsi, Jatim juara umum), dan PON XVIII Pekanbaru 9–20 September 2012 (11.276 atlet, 33 provinsi, Jakarta juara umum).
Sejak sofbol mulai dikenal di Lampung 1981 silam, usai sempat di PON sebelumnya cuma kebagian perunggu, PON 2012 menjadi PON pertama Lampung raih medali pertama —dan itu perak, hingga menjadi PON pertama pula Lampung raih perak pertama (bareng perak cabor soulmate bisbol) nan kelak berulang selebrasinya di PON 2016.
Pengingat, kontingen Lampung PON 2012 itu, dari 72 ofisial dan 145 atlet 26 cabor terdiri 84 putra 61 putri, terbanyak 30 atlet sofbol (15 putra 15 putri) dan 18 atlet putra bisbol.
Di PON XIX Bandung 17–29 September 2016, atlet 8.403 dari 34 provinsi, dan sindrom tuan rumah: (jadi ingat tagline Kang Emil; Jabar Juara). Perak sofbol dan bisbol, Lampung sabet keduanya.
Lantas baru medali emas pertama Lampung mengudara dan jadi korban peluk cium atlet di Lapangan Uncen Minggu atau hari kedua, PON XX Jayapura Papua 2–15 Oktober 2021, atlet turun jadi 7.039 dari 34 provinsi. Emas pertama sejak sofbol dilaga di PON 60 tahun sebelumnya
Di PON XXI Aceh-Sumut 9–20 September 2024 (12.919 atlet 38 provinsi) Lampung 10 besar, kedua cabor absen medali. Total 68 medali (22 emas, 16 perak, 30 perunggu), dikontribusi aero sport paramotor, aero sport terjun payung, angkat berat, angkat besi, kurash, menembak, pencak silat, dan tenis meja masing-masing 2 emas. Masing-masing 1 emas yaitu judo dan muaythai.
Selain Pj Gubernur Samsudin dan jajaran KONI Lampung, Ketua Pengprov Perbasasi Lampung 2021–2026 Wiriawan Sada Melindra dan punggawa entitas misal manajer Miftahul Risko, pelatih Yolly Malisto, fungsionaris Ade Sandra, hingga eks manajer putra kini mukim Batam Fillia, pun eks atlet kini pelatih nasional Fajarno, sejatinya bergelimang 'puyeng' gimana agar sofbol Lampung menukik lagi.
Merangseki Aceh, Sumatra Utara, Banten, Jawa Barat, Jakarta, DIY, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Papua, dan Papua Barat, sedikitnya belasan provinsi gudang atlet gudang prestasi cabor sofbol, setidaknya hingga tahun ini.
Tiga tahun sebelum PON XXII Nusa Tenggara, nama dipilih merujuk dua provinsi tuan rumah NTB-NTT 2028, di mana keterangan doorstop Wakil Ketua I KONI Mayjen Purn Suwarno sela Rakerkorprov KONI Kaltim Februari 2025 lalu, mendasari cabor yang ada di Olimpiade, Asian Games, SEA Games, serta dua cabor dari Desain Besar Olahraga Nasional (DBON); sofbol dan soulmatenya bisbol termasuk dari total 42 cabor perlaga PON 2028 tersebut.
Bersama: akuatik, anggar, angkat besi, atletik, balap sepeda, basket, berkuda (equestrian), bola tangan, bola voli, bowling, bulutangkis, dayung, e-sport, gulat, golf, hoki lapangan, judo, karate, kick boxing, kriket, layar, menembak, modern pentathlon, panahan, panjat tebing, pencak silat, renang fin, rugby 7, selancar ombak, senam, sepak bola, sepak takraw, skateboard, ski air, taekwondo, tenis, tenis meja, tinju, triathlon, dan wushu.
Hingga berkemungkinan kelak, sofbol, bisbol, tetap akan kembali diperlaga di PON XXIII Makassar-Mamuju, PON Sulawesi Selatan - Sulawesi Barat, 2032.
Namanya pernah: juara, ritmik sel otak dan adrenalin entitas berpikir kuat gimana cara agar bola sofbol —dari kulit atau bahan sintetis lain berat 142-175 gram diameter 22,9-25,4 cm atau bervariasi tergantung kategori permainan (fastpitch softball 11 inci, slowpitch softball 12 inci); tongkat pemukul —bat, dari kayu, logam, bahan komposit, atau bahan sintetis lain panjang 60-90 cm (panjang dan berat harus sesuai aturan, pemain acap memilih berdasar preferensi pribadi); dan sarung tangan —glove, untuk menangkap bolanya.
Lainnya, pelindung kaki (cleats) berdaya cengkeram baik pada lapangan terutama lapangan rumput/tanah liat, bantu pemain berlari berbelok berhenti secara lebih sangkil.
Juga topi (helmet) terutama bagi pemain di posisi batting (berlari di lapangan) untuk lindungi kepala dari benturan, dilengkapi pelindung wajah (lindungi wajah, gigi pemain).
Lalu alat pengaman (protective gear), paket penutup dada, pelindung kaki, pelindung kaki khusus; serta perlengkapan tambahan masker dan mitt dirancang khusus untuk pemain catcher; lindungi dari risiko cedera.
Didukung, kemampuan teruji teknik dasar throwing, batting, catching, dan running. Sumberdaya atlet, pelatih, manajer, pengurus, nutrisionis plus psikiatri olahraga, hingga sponsorship supporting. Sumberdaya binpres, kepelatihan, laga tanding, hingga anggaran sebanding.
Berikut sumber daya infrastruktur; Lapangan Emas Sofbol Bisbol Lampung PKOR Wayhalim.
Sesuai pakem: bujur sangkar terbagi area Fair (infield dan outfield); dan area Foul. Di area infield terdapat 4 marka (Base/Bolt) dan Bases —tempat tujuan pemain berlari saat cetak poin, meliputi base 1, 2, 3 (dinomori berlawanan arah jam bentuk bujur sangkar bersisi 38 cm, sudut ke-4 disebut diamond) dan satu home plate berpembatas belakang 7,62 dan 9,14 meter (semua dari keset/goni).
Dari itu, merebutnya kembali, status juara itu penting.
Jika dengan Andi Arief terpaut jauh 10 tahun, halnya Marindo dan Iyay Mirza sapaan karib gubernur ke-11 itu, sesama tim junior pertama sofbol Lampung, juga satu lagi kelak jodoh kini istri Mirza, Wulan Purnama Sari (Batin Wulan), ketiganya alumnus Smanda satu angkatan, 1998.
Tahun reformasi. Tahun kala gegara aktivitas tinggi nan berani melawan arus, menentang pemerintahan rezim kapitalis-militeristik Orde Baru Soeharto 1967–1998, Andi Arief diculik Tim Mawar dari ruko kakak perempuannya di bilangan Wayhalim Bandarlampung 28 Maret 1998 lalu usai sempat dinyatakan hilang baru dibebaskan dari pemenjaraan Orde Baru pascaruntuh, empat bulan kemudian.
Bak seteguh karang —lengking syahdu Mulan Jameela (dulu Mulan Kwok dulunya lagi Wulan Sari) hingga Agnes Monica (kini Agnez Mo) menyebutnya "cinta mati", dalam hal ini cinta mati sofbol; meski ketiganya saling terpisah: Andi berpolitik, Marindo selulus Teknik Unila meniti karir PNS kelak ASN, Mirza hijrah studi Universitas Trisakti Jakarta bersama Batin Wulan sang pacar kelak istri dan tekuni dunia bisnis keluarga di Lampung sekembalinya.
Bagi ketiganya berlaku pula hukum gerak khas aktivis; berpisah kita berjuang, bersatu kita memukul. Bedanya, aktivis berjuang dan bersatu guna memukul atau memukul mundur kesewenangan penguasa lalim atau memukul balik andai terdapat serangan balik (counter attack) misal resistensi balik para koruptor.
Di sofbol, cabor yang saat Hancock ciptakan di Chicago 1887 silam, cabor ruang tertutup; hingga tiba masuk Lampung nyaris seabad berselang (1981), kali pertama Lampung ikut berlaganya di PON 1985 (era Fajarno).
Sesudahnya, Andi, Mirza, Marindo -berikut seluruh nama lainnya; berjuang dan bersatu, memukul bola dalam latih tanding demi latih tanding, demi dulangan medali juara ragam laga diperlaga kemudian.
Sofbol diciptakan sebagai permainan yang menyenangkan, ujar pemantik Diane L. Potter di bukunya 'Softball Steps to Success', namun memang butuh keterampilan komplek. Misal, kemampuan memukul dari pemain mesti terus dilatih sampai berkembang baik dan berefek: poin demi poin papan skor terus ber-ciblék.
Pengingat belaka, sofbol dimainkan dua regu, tiap regu terdiri 9 orang: pemain 1 sebagai pitcher, pemain 2 catcher, pemain 3, 4, 5 disebut base man, pemain 6 short stop dan short fielder, pemain 7 left fielder, pemain 8 middle fielder, dan pemain 9 right fielder.
Soal teknik dasar melempar bola, kuncinya di pitcher. Saat laga dimulai, tiap regu jaga area masing-masing, pitcher berupaya lempar bola sekuat mungkin ke arah mitt catcher. Bola dari pitcher wajib dipukul pemain tim lawan.
Awas, ada area khusus bernama zona strike, jika bola gagal dipukul di zona ini, maka umpire akan teriak 'strike'. Itu sebab seorang pitcher harus pandai melempar bola.
Teknik khusus melempar bolanya, lemparan atas (gerakan ayunan lengan ke arah atas lewati garis horizontal di persendian bahu), untuk jarak jauh. Lemparan bawah (jarak dekat, butuh waktu lebih cepat). Lemparan samping (jarak dekat, butuh waktu cepat nun jalannya bola bergerak lurus dan cepat tiba di sasaran).
Lalu, teknik menangkap bola, kuncinya di catcher, baik bola rendah, lurus, tinggi.
Dikutip dari Bola, ada tiga, tipe permainan. Fast pitch softball: permainan ditentukan oleh pelempar bola, yang melempar bola dengan kecepatan maksimum serupa bisbol, bedanya di gaya lempar pelempar dan cara pelepasan bolanya (di bawah/sama dari posisi glove).
Modified pitch softball (modball), bertujuan utama melunakkan aturan-aturan di kategori fast-pitch agar pemain yang belum terbiasa tak kaget dengan aturan "ketat" di sofbol (strike zone, jarak antar markah, lamanya permainan, lainnya). Kecepatan lemparan pelempar bola di modball berada di antara fast dan slow pitch. Kecepatan bola dibatasi dengan putaran lengan melebihi bahu.
Dan, slow pitch softball: beri kemudahan bagi pemukul memukul bola, di mana pemukul bola diberi bola terus-menerus oleh pelempar sampai bisa memukul bolanya. Lemparan pelempar bola pelan melambung. Tipe permainan ini sering dimainkan dalam komunitas sosial sebagaimana sebuah kompetisi, tanpa dibatasi umur/gender.
Peraturan permainan: penentuan regu pakai undian koin atau berdasar persetujuan kedua regu tanding, permainan dianggap sah jika terjadi 7 'inning' per babak (bagian dari permainan ketika salah satu regu jadi tim bertahan dan pemukul lalu terjadi tiga 'out' untuk masing-masing tim. Nilai, jika pelari atau pemukul dapat masuk ke ruang bebas dengan selamat akan dapat 1 nilai. Out, biasa disebut mati jika pelari masuk ruang bebas).
Per babak, setiap inning, tim yang memukul berkesempatan cetak run sebanyaknya. Awal inning, tim yang memukul akan menempatkan pemainnya di bases. Pemain pertama akan berada di home base, pemain kedua di first base dan seterusnya.
Pemain yang memukul bola harus berusaha memukul sejauhnya agar pemain di bases dapat berlari menuju home base dan cetak run. Pemain yang di bases harus hati-hati agar tak tertangkap pemain pelempar bola. Jika tertangkap akan keluar dari permainan. Tim pencetak lebih banyak run pada akhir pertandingan, itu pemenangnya.
Lampung dikenal suka buat kejutan. Paksu Andi Arief, Iyay Mirza, dan 'Kak Ndo' Marindo, tiga magnitudo, dengan titi hati-hati demi tak bersua pekik 'strike', mana tahu demikian. (Muzzamil)