Lama Vakum, Kejurnas Tenis Junior Piala Tugu Muda Hadir Lagi

Selasa, 7 Oktober 2025 21:05
Ketua Panitia Piala Tugu Muda Prof Masrukhi (berbatik) dan Ketua Pelti Jateng Samarinda (tengah) berpose bersama para mitra event

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Setelah cukup lama vakum hingga empat tahun, Kejurnas Tenis Junior Piala Tugu Muda kembali dimunculkan di Kota Semarang pada 13-19 Oktober 2025 mendatang.

Kejurnas tenis meja junior yang berlabel ''Tugu Muda Cup 2025'' ini kembali dihidupkan oleh Pelti Jawa Tengah bersama Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) serta sejumlah mitra.

Saat ini, telah tercatat 284 petenis dari berbagai provinsi siap berpartisipasi. Mereka akan tampil di kelompok usia U10, U12, U14, U16 dan U18, sedangkan nomor yang dipertandingkan yaitu tunggal putra/putri, dan ganda putra/putri.

Baca juga: Juara Bertahan Masih Bertaring di Kejuaraan Bulutangkis Antar-Media 2025 Zona Tengah

Ketua Umum Pelti Jateng, Samarinda, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan sponsor atas dukungan yang membuat turnamen ini kembali ada.

“Turnamen ini dulunya ikon tenis anak-anak di Semarang. Tapi sejak sebelum pandemi, kegiatan ini sempat berhenti cukup lama. Karena itu, kami sepakat untuk menghidupkannya kembali,” ujar kata dia, saat konferensi pers pada Selasa, 7 Oktober 2025 di Ruang Rapat GKB 3 Lantai 9 Unimus.

Menurut Samarinda, Tugu Muda Cup merupakan momentum kebangkitan tenis Jawa Tengah. “Kalau Jenny Chan bisa menembus 100 besar dunia, saya yakin dari Jawa Tengah pun bisa lahir atlet sehebat itu. Asal pembinaan seperti ini terus berlanjut,” tegasnya.

Ketua Panitia Tugu Muda Cup 2025 yang juga Rektor Unimus Prof Dr H Masrukhi MPd, menjelaskan, kejuaraan ini akan digelar pada 13–19 Oktober 2025 dan menggunakan lima lokasi lapangan tenis di Kota Semarang, yakni Lapangan Tenis Tri Lomba Juang, Lapangan Tenis Unimus, Lapangan Tenis Universitas Negeri Semarang, Lapangan Tenis Jatidiri, dan Lapangan Tenis Tambora.

“Total ada 19 lapangan yang siap digunakan. Dengan jumlah ini, pertandingan bisa berlangsung lebih efisien tanpa harus sampai malam seperti tahun-tahun sebelumnya,” jelas Masrukhi.

Lahirkan Petenis Nasional

Ia juga menyebut, turnamen yang pertama kali digelar pada 1987 itu telah melahirkan banyak atlet nasional, seperti Yayuk Basuki, Prima Simpatiaji, Wynne Prakusya, hingga Aldila Sutjiadi. “Banyak petenis nasional yang kariernya dimulai dari sini. Karena itu, kami ingin menghidupkan kembali semangat legendarisnya,” ujar guru besar yang pernah menggelar Festival Tenis Profesor 2025 di Semarang ini.

Menurutnya, penyelenggaraan tahun ini melibatkan kolaborasi antara Pelti Jawa Tengah, KONI Jawa Tengah, Unimus, Unnes, dan Universitas Diponegoro. Dukungan sponsor juga datang dari berbagai pihak seperti Bank Mandiri, Bank Syariah Indonesia, Bank Jateng Syariah, Dunlop, SidoMuncul, Samarinda Art Studio, dan Trihasta Sejahtera.

“Hadiah bagi para juara tidak dalam bentuk uang, melainkan peralatan olahraga. Ini sesuai dengan ketentuan pembinaan atlet muda dan sudah didukung penuh oleh Dunlop,” tambah mantan ketua Bapomi Jateng itu.

Baca juga: FIFA Perkenalkan Bola yang Dilengkapi Teknologi AI untuk Piala Dunia 2026

Panitia juga memastikan turnamen digelar dengan standar profesional. Seluruh wasit memiliki lisensi resmi dari Pelti dan setiap venue disiapkan tim medis dari Rumah Sakit Unimus serta Rumah Sakit Gigi Mulut Pendidikan. “Kami ingin memastikan kejuaraan ini memenuhi standar keselamatan dan kesehatan atlet,” katanya.

Prof Masrukhi menutup dengan harapan agar turnamen ini tidak lagi vakum. “Tugu Muda Cup harus menjadi tradisi, bukan sekadar nostalgia. Karena dari sinilah masa depan tenis Indonesia lahir,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum II KONI Jawa Tengah Soedjatmiko menegaskan bahwa Tugu Muda Cup 2025 akan dijadikan agenda tahunan. Ia berharap dukungan sponsor terus mengalir agar turnamen ini bisa naik level menjadi kejuaraan internasional.

“Prof Masrukhi ini bukan hanya ketua panitia, tapi juga Ketua Dewan Penasihat Pelti Jawa Tengah. Beliau sudah menyiapkan event ini dengan baik, dan ke depan kita rancang menjadi agenda tahunan. Bahkan tidak menutup kemungkinan dikembangkan ke level internasional,” ujarnya.

Baca juga: 10 Gelar Populer di Amerika yang Banyak Diminati Pelajar Internasional

Soedjatmiko juga mengungkapkan, hingga awal pekan ini jumlah peserta telah mencapai 284 atlet dari berbagai daerah, dan masih terus bertambah hingga batas akhir pendaftaran 10 Oktober.

“Antusiasme ini luar biasa, dan kami optimistis pelaksanaan pada 13 Oktober nanti bisa berjalan lancar,” tambahnya. (Aji)

Berita Terkini