SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Kontingen atletik putra Kabupaten Kebumen sukses membukukan sejarah gemilang dengan merengkuh medali emas pada nomor bergengsi, estafet 4x100 meter, dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026.
Berlangsung di lintasan atletik Stadion Tri Lomba Juang, Semarang, pada Kamis (29/10/2026) sore, perjuangan luar biasa diperlihatkan oleh para sprinter kebanggaan Kebumen.
Baca juga: Insiden di Arena Porprov Jateng: KONI Evaluasi Ketat SOP Keselamatan Atlet
Tim estafet putra Kebumen yang digawangi oleh kuartet Rahmat Faoza, Nurcholis Ahnaf, Rizal Hafid, dan Fakhri Husaini tampil digdaya sebagai yang tercepat setelah membukukan catatan waktu impresif 41,84 detik.
Posisi kedua dan berhak atas medali perak ditempati oleh kontingen Kabupaten Karanganyar yang diperkuat Wira Wastika, Deni Febrian, Aradhea Faisal, dan Zevano Muhammad dengan torehan waktu 42,51 detik. Sementara itu, medali perunggu diamankan oleh Kabupaten Wonosobo yang finis di urutan ketiga dengan catatan waktu 42,61 detik.
Juara di Tengah Keterbatasan
Di balik medali emas bersejarah tersebut, tersimpan cerita mengharukan mengenai perjuangan tanpa kenal lelah dari para atlet. Salah satu pelari Kebumen, Rizal Hafid, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya.
Kemenangan ini menjadi tonggak sejarah baru karena untuk pertama kalinya Kebumen mampu keluar sebagai yang terbaik di nomor estafet 4x100 meter putra sepanjang keikutsertaan mereka di ajang Porprov.
Yang membuatnya semakin luar biasa, prestasi emas ini diraih di tengah minimnya fasilitas penunjang latihan di daerah asal. Rizal membeberkan bahwa stadion utama di Kebumen tengah direnovasi, memaksa mereka berlatih di tempat seadanya.
“Ini pencapaian luar biasa karena selama latihan, tempat latihan kami tidak memadai. Stadion juga sedang direnovasi. Sampai hari keberangkatan ke Porprov, kami masih berlatih di SMKN 2 Kebumen dengan lapangan yang terbatas, hanya sekitar 60 meter,” ujar Rizal penuh haru.
Demi mematangkan teknik estafet yang membutuhkan lintasan panjang, ia bersama rekan-rekannya bahkan harus rela menempuh perjalanan sekitar satu jam menuju Kabupaten Purworejo. Usai melahap menu latihan di sana, mereka harus langsung kembali ke Kebumen pada sore harinya.
“Dengan fasilitas seadanya, hal itu tidak menghalangi semangat kami untuk meraih juara satu. Ini menjadi sejarah bagi Kebumen karena berhasil menjadi juara di nomor estafet 4x100 meter putra,” tegasnya.
Surakarta Juara Estafet Putri
Sementara itu, persaingan sengit juga tersaji pada nomor estafet 4x100 meter putri. Medali emas di nomor ini sukses diborong oleh kontingen Kota Surakarta.
Tim putri Solo yang diperkuat oleh Arabela Jeconia, Diva Devina, Angelamerici, dan Shava Salvia tampil superior dan finish di posisi terdepan dengan catatan waktu 48,38 detik. Medali perak diraih oleh Kabupaten Banyumas (Juwita Bunga, Eunike Yesica, Kamelia Nur, dan Dinda Julia) yang membukukan waktu 48,97 detik. Sedangkan medali perunggu disabet oleh kontingen Salatiga dengan catatan waktu 50,10 detik.
Baca juga: Kota Semarang Garang di Nomor Tanding, Boyolali Jadi Juara Umum Pencak Silat Porprov
Salah satu sprinter Surakarta, Angelamerici, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya yang mendalam atas keberhasilan timnya mempertahankan tradisi emas. Kemenangan ini sekaligus mengulangi kejayaan serupa yang mereka raih pada ajang Porprov XVI Pati Raya 2023 lalu.
“Sangat bahagia bisa mempersembahkan emas dan bersyukur dengan pencapaian ini. Ini sekaligus mempertahankan medali emas di nomor yang sama pada Porprov XVI di Pati Raya 2023 lalu,” ungkap Angelamerici.
Ia pun mempersembahkan medali emas tersebut kepada seluruh pihak yang telah mendampingi proses panjang latihan mereka, mulai dari keluarga, jajaran pelatih, hingga orang-orang terdekat.
“Emas ini untuk diri saya sendiri, orang tua, pelatih, dan orang-orang terdekat yang sudah memberikan dukungan, menemani proses berlatih, hingga akhirnya bisa meraih podium pertama,” pungkasnya. (Aji)