Helo Indonesia

Siap-Siap Adu Banteng di Lampung, Kemapanan atau Pembaharuan

Herman Batin Mangku - Opini
Sabtu, 6 September 2025 18:18
    Bagikan  
-
HELO LAMPUNG

- - HBM

Oleh Herman Batin Mangku*

PARA "banteng" daerah ini mulai mengasah tanduk buat memperebutkan tahta kepemimpinan PDIP Lampung periode 2025-2030. Jadwal duel konferdanya masih menunggu DPP PDIP, namun sejumlah banteng jantan dan betinanya sudah siap-siap bertarung sambil lirik ujung tanduk lawan.

Mereka yang sudah terdengar bakal turun ke gelanggang antara lain sang petahana dua periode Sudin, sekretarisnya Sutono, anggota DPR RI Mukhlis Basri dan I Ketut Suwendra, anggota DPRD Lampung Lesty Putri Utami dan Budi Candra Wati, Mantan Bupati Tubaba Umar Ahmad, dll.

Hasil pleno di Sekretariat DPD PDIP Lampung, Jumat (6/9/2025), rekapitulasi dukungan: (1). Sudin dengan 15 DPC dan 205 PAC dari 229 PAC; (2). Umar Ahmad dengan 10 DPC dan 53 PAC; (3). Sutono dengan 5 DPC dan 54 PAC; (4). Kostiana dengan 7 DPC dan 49 PAC; (5). Mukhlis Basri dengan 1 DPC dan 29 PAC.

Di bawahnya, ada (4). Yanuar Irawan; (5). Endro S Yahman; (6). Palgunadi; (7). Ali Johan Arif; (8). Winarti; (9). Lesti Putri Utami; (10).Budicondro; (11). Watoni Nurdin. 

Sebagai petahana dua periode, Sudin pastilah yang masih paling moncer atau berpeluang ketiga kalinya memimpin PDIP Lampung. Namun, analisis SWOT, dengan posisinya yang masih bertahta saat ini, tetap ada celah diseruduk banteng bersemangat pembaharuan. 

Kekuatan (strength) berupa pengalaman memimpin partai ini, sosoknya sebagai anggota DPR RI makin memiliki akses kuat ke pusat dan jaringan nasional, basis suara PDIP di Lampung juga relatif stabil di tangannya. 

Kelemahannya (weakness), ada kemungkinan kader jenuh terhadap kepemimpinan lama. Kritik juga muncul atas belum maksimalnya pemenangan pilkada di beberapa daerah strategis. Bagi pemilik muda, citra elite politik lama kurang menarik.

Peluangnya (opportunities), Sudin dapat memperkuat mesin partai untuk Pemilu2029 jika diberi mandat lagi. Dia juga berpeluang menyegarkan struktur tanpa harus merombak besar-besaran. Kedepannya dengan DPP membuat peluangnya lebih mudah mengantongi restu Ketum DPP PDI Bu Mega.

Ancamannya (threat), muncul figur alternatif yang membawa narasi perubahan terutama bagi kader muda dan kelompok kritis yang menginginkan regenerasi kepemimpinannya. Persaingan antarfaksi internal bisa memicu fragmentasi dukungan.

Sudin masih menjadi kandidat terkuat berkat modal struktur, pengalaman, dan kedekatan dengan DPP PDIP. Namun, calon lainnya seperti Mukhlis Basri, Ririn Kuswantari, Umar Ahmad, dan para calon lainnya dapat menjadi simbol regenerasi tanpa daya tawar nyata.

Ada tiga skenario yang kemungkinan akan muncul dalam arena pertarungan memperebutkan kepemimpimlnan PDIP Lampung Periode 2025–2030.

Skenario 1 (status quo bertahan dengan peluang sekitar 60 persen, Sudin kembali terpilih untuk periode ketiga dengan alasan sukungan struktural yang kuat, loyalitas pengurus lama, serta restu dari DPP yang cenderung mengutamakan kontinuitas.

Dampaknya, PDIP Lampung akan cenderung mempertahankan pola kepemimpinan yang ada. Mesin partai tetap stabil, tetapi mungkin menghadapi tantangan menjaga semangat kader muda agar tetap berpartisipasi.

Skenario 2 (figur alternatif menang dengan peluang saat ini 25 persen. Skenario ini terjadi jika Mukhlis Basri atau figur-figur lain mampu membangun koalisi dukungan yang solid dan mendapatkan restu DPP dengan alasan desakan pembaruan di tubuh PDIP, kebutuhan penyegaran menghadapi Pemilu 2029, dan keinginan memperkuat basis di daerah yang selama ini kalah.

Dampak: PDIP Lampung mengalami penyegaran wajah, bisa memicu semangat baru di akar rumput. Namun, berpotensi memunculkan resistensi dari kelompok yang sebelumnya dominan di bawah Sudin.

Skenario 3 (kompromi politik/kepemimpinan transisi dengan peluang: sekitar 15 persen. Konferda bisa saja memilih jalan kompromi antara petahana dan penantang. Kemungkinan alasan bisa saja DPP ingin menghindari konflik internal yang terlalu tajam.

Bentuk kompromisnya, Sudin tetap menjadi ketua, tetapi jabatan sekretaris dan bendahara diberikan kepada tokoh baru atau kader muda. Atau, PDIP memilih figur netral/kompromi yang bisa diterima semua faksi. Skenario ini dapat menjaga PDIP Lampung semakin solid karena terjadi kombinasi antara pengalaman senior dan energi kader muda. Merdeka!

*) Pemred Club


 -