Oleh: Admi Syarif*
HE HE HE, sorry bro ini lagi ngopi pake mantang alias ubi goreng. Pagi ini, saya memang ingin menuliskan bahwa saya tidak menulis. Sejak usai salat subuh saya asyik membaca tiga buku baru kiriman dari teman-teman kemarin.
Buku pertama berjudul Rektor Empat Periode kararangan Feris Yuarsa yang bercerita tentang pahlawan pendidiikan Lampung, Prof. Sitanala Arsyad. Buku setebal lebih dari 270 halaman ini berisi puluhan tulisan tokoh-tokoh nasional dan daerah termasuk Muhajir Utomo, Ali Kabul Mahi, Faddel Jauhar, Duki Hamim, Sutopo Ghani Nugroho dan lain-lain tentang sosok Sitanala.
Prof. Machsus Rasyid Akrabi bahkan menuliskan sebanyak 3 halaman bahwa misi Sitanala tidak lain hanyalah membangun Unila dan bumi Lampung. Membaca buku ini, saya jujur menangis haru, meski tak beruraikan air mata.
Buku kedua berjudul Lampung Tempoe Doeloe karangan dari sahabat saya Irfan Nurdaya Djafar. Buku dengan lebih dari 400 halaman ini sangat bagus dan menarik. Ada cerita tentang melacak arti nama Lampung, cerita asal kota Menggala, Kain Kapal Lampung dan lain-lain. pokoknya keren abis deh ! Terima kasih bro atas kiriman bukunya.
Buku berikutnya yang dikirimkan oleh sahabatku Irfan Djafar, begitu saya memanggilnya adalah, berjudul Petatah Petitih Lampung, dengan tebal 105 halaman. Bang Irfan adalah penyair, esais , cerpenis, penukis artikel dan penulis buku pra-sejarah.
Ratusan tulisannnya selalu menghiasi halaman surat kabar daerah dan nasional. Ia menyampaikan begwa peradaban orang Lampung sangat tinggi dengan ditunjukan bahwa mereka kemilikibbahasa, aksara dan sastra.
Selain berisi ratusan petatah petitih Lampung, buku ini juga digenapi dengan kata kiasan, dan kata majemuk (idiom/ungkapan). Luar Biasa ! Benar sekali bang, Mak lebon Lampung di Bumei (Tak akan hilang Lampung di Bumi).
Akhirnya izinkan saya mengutip pernyataan Pramoedya Ananta Toer “Menulis adalah bekerja untuk keabadian. Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang dari sejarah.,”
Selamat menikmati akhir pekan. Semoga hari ini adalah hari baik kita. Kebaikan akan menemukan jalannya sendiri untuk pulang. Dang lupo BAHaGiA geh !
* Guru besar Unila dan tukang tulis.
-