HELOINDONESIA.COM - Sebuah video yang diunggah seorang Insinyur dari Asosiasi Profesor Universitas Andalas Ir Benny Dwika Leonanda di media sosial Twitter jadi sorotan warganet.
Pasalnya, dia menceritakan dalam video tersebut, ribuan mobil jenis sedan dengan bertenaga listrik berjejer di sebuah lapangan luas di tengah-tengah perbukitan.
Dia menyebutkan bahwa mobil-mobil itu jumlahnya ribuan dan dalam kondisi rusak membusuk.
Namun dia tak menyebutkan di mana tepatnya bangkai-bangkai kendaraan ramah lingkungan itu berada.
Baca juga: Tim Robotika PENS Sabet Juara Umum dalam KRI Nasional 2023 di USM, Inilah Daftar Juara Lengkap
Menurut Benny, berserakannya bangkai-bangkai mobil listrik itu karena kurangnya pilihan untuk mendaur ulang mobil listrik.
"Sebagian besar mobil adalah model yang tidak terjual. Hampir tanpa jarak tempuh, kilometer dan kendaraan listrik berbagai jenis mobil," terangnya pada Senin (26/6/2023).
Menurut Benny, teknologi hijau mutakhir dan perjuangan melawan perubahan iklim, berapa banyak lagi kerusakan iklim yang akan ditimbulkannya akibat rongsokan mobil listrik itu.
Postingan Benny dikomentari dokter spesialis paru Eva Sri Diana Chaniago yang mengaku bingung kalau baterai mobil listrik habis, ngecasnya dimana.
Baca juga: Tak Sama Rasa dan Khasiatnya, Ini Perbedaan Antara Teh Hijau dan Matcha yang Harus Anda Ketahui
"Apalagi di Indonesia dimana-mana macet, butuh baterai tahan lama," ujarnya.
Kalau di Eropa, lanjut Eva, ia melihat mobil- mobil listrik di tinggal begitu saja di pinggiran jalan.
"Untuk dicas mungkin karena pastinya butuh waktu lama ya. Entahlah, di mana rakyat Indonesia ternyata masih sangat banyak yang tidak punya jamban Eh, tetiba semua kendaraan bahkan kompor juga diganti jadi listrik. Mending listriknya gratis," papar Eva.
Baca juga: 5 Jenis Teh Termahal di Dunia, yang dari Kotoran Panda Saja Dibandrol Rp44 Juta per 50 Gramnya
Menurutnya, yang untung semua penjual serba listrik ini sama yang punya perusahaan listrik. Rakyat silahkan terima nasib," tandasnya.
