LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM — Klub penggemar Vespa, 60-S Lampung, terus menunjukkan eksistensinya dalam berbagai kegiatan komunitas scooterist klasik buatan Italia. Terbaru, mereka bertolak ke Sumatera Selatan untuk mengikuti Kumpul Bareng Scooter Sumatera (KBSS) XII di Stadion Prabumulih, kawasan Talang Djimar, Sabtu–Minggu (24–25/10/2026).
Para scooterist 60-S Lampung memulai perjalanan dari Kota Bandarlampung pada Jumat (23/10/2026). Semangat perjalanan mereka tergambar dalam unggahan di media sosial. “Gas tipis-tipis, Lampung KBBS Prabumulih Sumatera Selatan,” ujar akun Waonenyameme.

Scoorist 60-S Lampung saat di kapal fery ke Jakarta.
Dukungan pun mengalir dari sesama pencinta Vespa. Akun Oppoimron1 mendoakan agar rombongan berhati-hati di jalan dan selamat sampai tujuan. Jarak Bandarlampung–Prabumulih yang mencapai sekitar 390 kilometer menjadi bagian dari pengalaman touring sekaligus ujian ketahanan pengendara dan kendaraan klasik yang mereka tunggangi.
Selama ini, 60-S Lampung aktif mengikuti berbagai agenda pertemuan scooterist di sejumlah daerah. Partisipasi tersebut menjadi cara mereka memperluas persahabatan, menjaga solidaritas, serta menunjukkan bahwa Vespa bukan sekadar kendaraan, melainkan juga bagian dari gaya hidup dan identitas komunitas.

Plat BE dalam berbagai even hadir merajut persaudaraan sesama penggemar Vespa.
Pada 2026, perwakilan 60-S Lampung, di antaranya Boli dan Adit Menyut, menghadiri Musyawarah Nasional 60-S Indonesia atau JAM60NAS di Museum Satria Mandala, Jakarta, pada 22 Agustus 2026.
60-S Lampung juga hadir dalam acara "Scooterist Merdeka 82" di Taman Wisata Air Terjun Batu Putu, Kelurahan Batu Putu, Kecamatan Telukbetung Selatan, Bandarlampung, Sabtu (29 Agustus 2026).
Kehadiran mereka berlanjut dalam "Touring Religi Spesial Hari Santri Nasional 2026" yang digelar Vespa Sarungan Lampung dengan tema “Vespa Bersholawat” di Pondok Pesantren Al Hamid, Cinta Mulya, Candipuro, Lampung Selatan, Rabu (21 Oktober 2026).

KBSS XII PRABUMULIH
Kegiatan KBSS XII mengusung semangat persaudaraan sekaligus menjadi bagian dari perayaan HUT ke-25 Kota Prabumulih. Ajang ini mempertemukan para pencinta Vespa dan skuter klasik dari berbagai wilayah Indonesia.
Berdasarkan laporan panitia, sekitar 1.000 peserta telah hadir dan jumlahnya diperkirakan terus bertambah. Mereka datang dari berbagai daerah di Sumatera, Pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga wilayah lainnya.
Kehadiran para pencinta skuter tersebut menjadikan Kota Nanas sebagai ruang perjumpaan komunitas lintas daerah. Di tengah perbedaan latar belakang dan jarak geografis, Vespa menjadi penghubung yang menyatukan mereka dalam semangat kebersamaan.
Ketua Panitia KBSS XII, Rodi Ahyanto, SH, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah meluangkan waktu untuk hadir di Prabumulih. Sebagian peserta bahkan rela menempuh perjalanan ratusan hingga ribuan kilometer demi mengikuti kegiatan tersebut.
Menurut Rodi, KBSS bukan sekadar ajang berkumpul bagi pengguna Vespa, melainkan juga wadah untuk mempererat tali silaturahmi dan merawat persaudaraan antarkomunitas.
“Terima kasih atas kehadiran scooter dari seluruh Indonesia di Prabumulih, Kota Nanas. Semoga melalui kegiatan ini, silaturahmi kita semakin kuat dan persaudaraan semakin erat,” ungkapnya.

Sejarah Vespa di Indonesia dan Perjalanan 60-S
Vespa merupakan scooter (skuter) produksi perusahaan Italia, Piaggio, yang diperkenalkan pada 1946. Desainnya yang khas, bodi membulat, serta karakter mesin yang unik membuat Vespa berkembang dari alat transportasi menjadi simbol gaya hidup.
Di Indonesia, Vespa mulai dikenal luas pada masa setelah kemerdekaan dan semakin lekat dengan kehidupan masyarakat seiring bertambahnya pengguna serta tumbuhnya komunitas pencinta skuter.
Perjalanan Vespa di Indonesia tidak hanya ditandai oleh perkembangan kendaraan dan modelnya, tetapi juga oleh tumbuhnya budaya komunitas.
Berbagai klub dan kelompok scooterist hadir sebagai ruang berbagi pengalaman, pengetahuan teknis, kegiatan sosial, touring, hingga pertemuan lintas daerah. Tradisi berkumpul tersebut memperlihatkan bahwa usia kendaraan bukan penghalang untuk terus bergerak, menjalin pertemanan, dan membangun solidaritas.
Dalam ekosistem tersebut, 60-S menjadi salah satu identitas komunitas yang memiliki jejaring antardaerah, termasuk chapter Lampung. Keikutsertaan 60-S Lampung dalam JAM60NAS, Scooterist Merdeka 82, Touring Religi Vespa Bersholawat, dan KBSS XII memperlihatkan upaya menjaga hubungan dengan sesama scooterist.
Bagi para scooterist, perjalanan dengan Vespa bukan semata-mata soal menempuh jarak. Ada persaudaraan yang dibawa di sepanjang jalan, ada solidaritas yang tumbuh saat sesama pengendara saling membantu, dan ada kenangan yang tercipta setiap kali mereka berkumpul.
Dari Lampung menuju Prabumulih, semangat itulah yang terus mereka rawat: menjaga Vespa tetap melaju sekaligus menjaga persaudaraan agar tidak lekang oleh waktu. (HBM)
