Helo Indonesia

Muhammadiyah Sepakat dengan Gagasan Penempatan Pengungsi Rohingya di Tempat Khusus

Sabtu, 9 Desember 2023 02:23
    Bagikan  
pengungsi Rohingya
Tangkapan layar

pengungsi Rohingya - penempatan pengungsi

HELOINDONESIA.COM - Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah menyarankan kepada pemerintah agar menempatkan para pengungsi Rohingya di satu tempat khusus buat memudahkan penanganan dan mencegah terjadinya gesekan dengan warga setempat.

Menurut Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas, mereka sepakat dengan sikap Wakil Presiden Ma'ruf Amin yang menyarankan supaya para pengungsi Rohingya tidak dibiarkan terpencar di berbagai daerah.

"Sikap Ini penting untuk diambil oleh pemerintah bagi meminimalisir masalah dan bagi memudahkan kita berbicara dan bernegosiasi serta mencarikan solusi bersama UNHCR agar mereka sebagai manusia juga bisa hidup dengan aman, tentram , damai dan bahagia di bumi milik kita bersama ini," kata Anwar dalam keterangan persnya, Jumat (8/12/2023).

Anwar melanjutkan, gagasan untuk menempatkan pengungsi Rohingya di sebuah tempat khusus dimaksudkan supaya lebih mudah mengurusi serta mengawasi mereka.

Baca juga: Laskar Lampung Tuntut Tanggung Jawab Tersebarnya Video Tak Senonoh Siswi

Sebelumnya, wakil presiden Ma'ruf Amin sempat menyinggung soal Pulau Galang, Kepulauan Riau, supaya untuk sementara bisa digunakan sebagai tempat penampungan pengungsi Rohingya.

Anwar juga menyebut persoalan pengungsi Rohingya akibat persekusi di negara asalnya merupakan masalah kemanusiaan yang perlu segera dicarikan solusinya.

"Apalagi kita sebagai bangsa yang menjunjung tinggi falsafah Pancasila dimana sila pertamanya adalah Ketuhanan yang Maha Esa dan sila keduanya yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab, maka tidak dapat tidak kita harus bisa berbuat untuk membantu mereka," ujar Anwar.

Menurutnya, kedatangan pengungsi Rohingya ke Indonesia karena mereka memiliki masalah secara sosial dan ekonomi di negara asalnya, yakni Myanmar.

Sementara penolakan dan membiarkan pengungsi Rohingya terkatung-katung di dalam kapal dan atau perahu yang mereka tumpangi di tengah laut merupakan sikap yang tidak manusiawi.

"Mereka sebagai manusia juga punya hak untuk hidup dengan tenang, damai, sejahtera dan bahagia," ucap Anwar.

Diketahui, jumlah pengungsi Rohingya di Indonesia saat ini ada sekitar 1.487 orang.

Baca juga: Disinggung Mengenai Program Makan Siang Gratis, Prabowo: Yang Nyinyir Sedikit dan Orangnya Itu-itu Saja

Menurut Presiden Joko Widodo (Jokowi), kehadiran para pengungsi itu ditengarai melibatkan sindikat penyelundup atau perdagangan orang.

Sebab sejumlah pengungsi Rohingya mengaku mengeluarkan uang hingga jutaan rupiah agar bisa berlayar dari wilayah penampungan di perbatasan Myanmar dan Bangladesh.

Akan tetapi, Presiden Jokowi memastikan bantuan bagi para pengungsi Rohingya tetap diberikan.