Helo Indonesia

Masih Dasar, Proyek Jalan Sudah Rusak di Pesibar dan Lambar

Annisa Egaleonita - Nasional -> Peristiwa
Senin, 8 Mei 2023 14:21
    Bagikan  
Papan proyek jalan APBN
Papan proyek jalan APBN (Foto Ist)

Papan proyek jalan APBN - (Foto Ist)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Masih proses awal fondasi dasar, pembangunan infrastruktur jalan nasional ruas Provinsi Bengkulu -Simapang Gunung Kemala- Padang tambak, Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) dan jalan-jalan serupa yang masuk Kabupaten Lampung Barat (Lambar) sudah ada yang rusak.

Ashari mengaku khawatir ketika dilakukan pengerjaan AC WC (lapis Aus) tidak akan berumur panjang atau cepat rusak. "Pondasi dasar sudah ada yang rusak," ujarnya lewat relis yang masuk ke "Helo Indonesia Lampung", Senin (8/5/2023).

Dia mengatakan hal itu setelah Masyarakat Transparansi Merdeka (MTM) Lampung yang dipimpinnya menginvestigasi pelaksanaan proyek yang dikerjakan PT. Suci Karya Badinusa dan PT. Djuri Teknik.

Pekerjaan untuk lajur sepanjang Bengkunat dilakukan tambal sulam, tidak ada pemasangan "prime coat" terlebih dahulu sehingga "agregate" yang sudah dipasang dan dipadatkan mengalami kerusakan dan tercecer keluar.

"Patut dicurigai pekerjaan tersebut tidak sesuai spesifikasi, ujarnya. Proyek pembangunan yang ditangani satuan kerja instansi di bawah Kementerian PUPR yang bersumber dari APBN 2023 telah dikerjakan sejak bulan Februari 2023.

Jalan yang mengalami kerusakan lainnya sepanjang Kecamatan Sekincau pada lajur lintas Liwa, Batuketulis, Jembatan Semangka Lunik 2 sedangkan lajur arah Kawasan Taman Nasional Bukit Barisan (TNBB) masih dikerjakan.

Preservasi jalan dan jembatan Ruas Simpang Gunung Kemala - Sanggi dikerjakan PT. Djuri Teknik sedang tahap pelaksanaan, terutama di wilayah Bengkunat, kawasan TNBB.

Ia juga akan mempertanyakan kapan proses lelang pada kedua item pekerjaan tersebut. "Saya cari-cari di LPSE PUPR tidak ditemukan atau memang saya yang kurang teliti," ujarnya.

Untuk mencegah celah korupsi atau unsur perbutan dan permufakatan jahat oleh oknum, ia mengajak masyarakat sekitar ataupun kalangan LSM melakukan pengawasan agar kerugian negara dapat diminimalisir. (HBM)