HELOINDONESIA.COM - Trending di media sosial Twitter terkait kabar dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang menyarankan menggunakan sunscreen akibat cuaca yang panas dalam beberapa pekan ini.
"Akhir-akhir ini panas, terik banget sih. Eh, tau-taunya sinar UV lagi ekstrem-ekstremnya. Sampe BMKG nyaranin banget untuk menggunakan sunscreen," utas akun Twitter varaaarylinzar seperti dilihat Heloindonesia pada Jumat (19/5/2023).
Akun Racuninskincare lain lagi. Menurutnya, perubahan cuaca yang belakangan ekstrem ini ternyata bukan cuma perasaan aja.
"Berasa banget ke kulit begitu keluar ruangan kena sinar matahari langsung, kek menyengat banget," ucapnya.
Baca juga: Fraksi Nasdem Pastikan Tidak Ada Pasal Unsur Diskriminasi dan Kriminalisasi Nakes di RUU Kesehatan
Bahkan, menurutnya, BMKG sendiri sudah mengeluarkan imbauan untuk kita slalu pakai Sunscreen.
"Karena sinar UV lagi ekstrim-ekstrimnya," tambahnya.
Racuninskincare mengingatkan bahwa sinar Ultraviolet memiliki gelombang panjang yang bisa masuk ke lapisan dermis kulit.
"Radiasinya merusak sel-sel kulit, serat kolagen & serat elastin. Akibatnya membuat kulit cepat mengalami penuaan dini dengan munculnya garis-garis halus, keriput & noda hitam, serta elastisitas kulit yg berkurang," terangnya.
Baca juga: Polri Keluarkan Aturan Optimalkan Penindakan Pelanggaran Lalu Lintas ETLE dan Tiadakan Razia
Dari berbagai informasi yang dihimpun, sunscreen atau tabir Surya memang sangat bermanfaat dalam melindungi kulit dari sinar ultraviolet (UV).
Berikut ini beberapa poin penting yang perlu diperhatikan saat memilih sunscreen:
Pertama, SPF (Sun Protection Factor).
SPF menunjukkan sejauh mana sunscreen melindungi kulit dari sinar UVB. Pilihlah sunscreen dengan SPF minimal 30 atau lebih tinggi untuk perlindungan yang lebih baik.
Kedua, Broad-spectrum
Pastikan sunscreen Anda memiliki label "Broad-spectrum" atau "Spektrum Luas", yang berarti melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB.
Sinar UVA dapat menyebabkan penuaan kulit dan kerusakan jangka panjang, sedangkan sinar UVB dapat menyebabkan sunburn.
Baca juga: Supari Minta SPV dan DPL KKN Mampu Berdayakan Masyarakat Desa
Ketiga, Water-resistant.
Jika Anda akan beraktivitas di sekitar air atau berkeringat banyak, gunakan sunscreen yang tahan air atau water-resistant.
Namun perlu diingat bahwa sunscreen tahan air masih perlu diaplikasikan ulang setelah berenang atau berkeringat intens.
Keempat, bahan aktif.
Cari sunscreen dengan bahan aktif seperti avobenzone, zinc oxide, atau titanium dioxide. Bahan-bahan ini efektif melindungi kulit dari sinar UV.
Baca juga: Penghuni Lupa Matikan Tungku Saat Rebus Air, Rumah Warga Mrebet Terbakar
Kelima, konsistensi dan kenyamanan.
Pilihlah sunscreen yang sesuai dengan jenis kulit Anda dan nyaman digunakan.
Ada berbagai bentuk sunscreen seperti krim, gel, lotion, atau semprotan.
Pilihlah disukai agar lebih termotivasi untuk menggunakannya secara teratur.
Keenam, penggunaan yang benar
Pastikan Anda mengaplikasikan sunscreen secara merata dan dalam jumlah yang cukup.
Baca juga: Impor dari NTB, Bacaleg DPRD Lampung dan Petugas Haji Lampung
Gunakan sunscreen minimal 30 ml (sekitar dua sendok makan penuh) untuk melindungi wajah dan leher.
Oleskan 15-30 menit sebelum terpapar sinar matahari dan ulangi aplikasi setiap dua jam atau setelah berenang atau berkeringat.
Selain menggunakan sunscreen, penting juga untuk mengenakan pakaian yang melindungi kulit, topi, dan kacamata hitam untuk perlindungan tambahan.
Baca juga: Cowok yang Tusuk Tetangganya Pakai Gunting Hingga Tewas, Diperiksa Kejiwaannya di RS Polri
Hindari paparan sinar matahari langsung saat sinarnya paling kuat antara pukul 10 pagi hingga 4 sore.
