WONOSOBO, HELOINDONESIA.COM - Tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Sains Al-Qur'an (Unsiq) Wonosobo kembali menebar kebermanfaatan untuk masyarakat. Kegiatan kali ini berfokus pada keterampilan menulis artikel bersama komunitas belajar guru di Kabupaten Wonosobo.
Pelaksanaan kegiatan pengabdian tersebut berlangsung sejak tanggal 29 Juni 2024 dan penutupan program pada 7 September 2024 lalu bertempat di Aula SMP N 2 Wonosobo.
Baca juga: Keindahan Karimunjawa, Caribbean van Java yang Jadi Magnet Pecinta Fotografi
Acara tersebut berkolaborasi dengan komunitas belajar MGMP IPA SMP Kabupaten Wonosobo. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru-guru IPA di di kabupaten ini dalam menulis artikel yang berkualitas serta mempublikasikannya di jurnal-jurnal terakreditasi.
Pelatihan ini diikuti oleh puluhan guru IPA dari berbagai sekolah di Wonosobo dan guru mata pelajaran lainnya serta dipandu oleh tim ahli dari Unsiq, yang terdiri atas dosen-dosen berpengalaman dalam bidang penulisan dan publikasi ilmiah, yaitu Desty Putri Hanifah MPd, Dr Sri Jumini SPd MPd, dan Dr Sri Haryanto MPdI. kegiatan pengabdian juga melibatkan mahasiswa yaitu Anisa Triyani dan Mila Ariyani.

Ketua panitia kegiatan Desty Putri Hanifah MPd menjelaskan, menulis adalah salah satu bentuk amal jariyah, yang pahalanya akan terus mengalir bahkan setelah kita tiada. Setiap ilmu yang bermanfaat dan tertuang dalam tulisan, baik itu dalam artikel, buku, atau karya ilmiah lainnya, akan menjadi warisan berharga bagi generasi berikutnya.
''Tulisan yang menginspirasi, mendidik, dan membantu orang lain akan terus membawa manfaat, sehingga selama ilmu tersebut digunakan, pahala akan terus mengalir kepada penulisnya. Alhamdulillah, antusiasme guru di Wonosobo mengikuti program ini sangat tinggi," ungkap Desty dalam keterangannya, Senin 23 September 2024.
Narasumber Profesional
Menurut Desty, program ini diawali dengan workshop bertajuk "Revolusi Literasi Guru Abad 21: Motivasi Menulis Artikel Ilmiah bagi Guru” dengan menghadirkan narasumber profesional, yaitu Prof Parmin yang merupakan Guru Besar FMIPA Unnes. Prof Parmin menyampaikan penguatan profil guru abad 21 melalui keterampilan menulis.
Sesi berikutnya dilanjutkan pemaparan materi oleh Dr Jumini selaku bagian dari tim pengabdian masyarakat UNSIQ menyampaikan tentang pentingnya menulis bagi guru. Kegiatan pelatihan tersebut berlanjut pada kelas coaching clinic, berupa pendampingan intensif penulisan artikel ilmiah secara online melalui platform grup WhatsApp.
Baca juga: Jawa Tengah Canangkan Sukses Ganda di Peparnas XVII Solo Raya
Selama Coaching Clinic guru mendapatkan fasilitas berupa pendampingan menulis artikel, penjelasan materi mulai dari teknik penyusunan judul artikel, teknik penulisan abstrak dan kata kunci. Setelah mengikuti Coaching Clinic selama kurang lebih satu bulan, guru juga diberikan pelatihan yang kedua yaitu pelatihan tentang Reference Manager dan cara submit artikel di Open Journal System (OJS). Acara pelatihan yang kedua tersebut sekaligus sebagai acara penutupan serangkaian program masyarakat ini.
''Beberapa peserta yang berhasil menyelesaikan tulisan artikelnya mendapatkan penghargaan khusus sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka. Selain itu, penutupan program juga diisi dengan penyerahan doorprize guna menambah semangat. Puncak acara ditandai dengan pemberian penghargaan kepada peserta yang meraih nilai kompetensi tertinggi, sebagai pengakuan atas prestasi dan kemampuan mereka selama mengikuti program ini. Kami mengucapkan terimakasih kepada DRTPM Kemdibudristekdikti yang telah memberikan dana hibah sehingga serangkaian kegiatan pengabdian ini dapat berjalan lancar,'' bebernya.
Dia berharap, kegiatan ini dapat mendorong lebih banyak guru untuk aktif menulis dan mempublikasikan hasil penelitian mereka, sehingga dapat berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia.
''Kolaborasi antara Unsiq dan MGMP IPA Kabupaten Wonosobo diharapkan dapat berlanjut di masa mendatang, dengan agenda-agenda pelatihan lainnya yang lebih mendalam guna mendukung profesionalisme dan kualitas pendidikan khususnya di Kabupaten Wonosobo,'' pungkasnya. (Aji)
