Oleh Hendrik Ibrahim.
SORAK-SORAI ribuan suporter Maluku United yang memadati Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, terhenti mendadak. Tim kebanggaan tuan rumah harus mengakui keunggulan Bhayangkara Presisi Lampung dengan skor 1-2 dalam laga panas yang berlangsung Sabtu (31/1/2026) siang WIB.
Sejak menit awal, atmosfer stadion bergemuruh. Dukungan penuh dari tribun membuat Maluku United tampil agresif dan menekan pertahanan tim tamu. Namun, di tengah dominasi tuan rumah, Bhayangkara Presisi Lampung justru mampu mencuri keunggulan lebih dulu.
Gol pembuka tercipta pada menit ke-22 melalui Sidibe. Memanfaatkan serangan balik cepat yang dibangun lewat rangkaian umpan pendek, Sidibe sukses menuntaskan peluang menjadi gol. Wasit sempat mengecek VAR karena dugaan offside, namun setelah peninjauan, gol tetap disahkan. Stadion pun mendadak terdiam.
Maluku United mencoba merespons, tetapi hingga turun minum skor 0-1 tetap bertahan untuk keunggulan Bhayangkara Presisi Lampung.
Memasuki babak kedua, tekanan kembali datang bagi tuan rumah.
Bhayangkara Presisi Lampung memperlebar jarak pada menit ke-52 lewat aksi Moises Wolschick. Tembakan kerasnya menghujam gawang Maluku United dan membuat suasana stadion berubah tegang.
Tertinggal dua gol, Maluku United tidak menyerah. Dukungan suporter justru semakin lantang, memompa semangat para pemain. Usaha itu berbuah hasil pada menit ke-70.
David Da Silva berhasil memanfaatkan bola rebound untuk memperkecil ketertinggalan. Stadion kembali berguncang oleh luapan emosi dan harapan kebangkitan.
Di sisa laga, Maluku United terus menggempur pertahanan lawan demi mencari gol penyama kedudukan. Namun, Bhayangkara Presisi Lampung tampil disiplin dan solid hingga peluit panjang dibunyikan. Skor 1-2 tak berubah.
Kemenangan ini menjadi hasil manis bagi Bhayangkara Presisi Lampung yang sukses membungkam stadion lawan. Tambahan tiga poin membawa mereka naik ke peringkat kesembilan klasemen dengan raihan 26 poin dari 19 pertandingan.
Sementara itu, Maluku United harus menerima kekalahan dengan rasa kecewa, meski perjuangan hingga menit akhir tetap mendapat apresiasi dari suporternya.
(*) Pengamat sepak bola asal Lampung
