Helo Indonesia

UKM Pilus USM Gelar Pelatihan Peer Counselor, Tingkatkan Softskill Remaja

Minggu, 29 September 2024 14:05
    Bagikan  
UKM Pilus USM Gelar Pelatihan Peer Counselor, Tingkatkan Softskill Remaja

PELATIHAN: Peserta pelatihan Peer Counselor yang digelar UKM Pilus USM berfoto bersama narasumber. Foto: Dok

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM -Unit Kegiatan Mahasiswa Pusat Informasi dan Konseling Universitas Semarang (UKM Pilus) menggelar Pelatihan Peer Counselor (Konselor Sebaya) 2024, baru-baru ini. Kegiatan yang bertema ''Recognizing and addressing: The role of peer counselor's'' itu dilaksanakan di Gedung V, lantai 6 Universitas Semarang dan diikuti 50 mahasiswa Universitas Semarang. Kegiatan dibuka Wakil Rektor III Universitas Semarang, Dr Muhammad Junaidi SHI MH.

Ketua Panitia, Salsabilla Putri Andarani mengatakan, tujuan kegiatan untuk meningkatkan softskill pada diri remaja, khususnya memiliki kemampuan konseling dengan teman sebaya. Selain itu juga ini sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab UKM Pilus terhadap kesehatan mental pada remaja.

''Kami berharap, kegiatan tersebut dapat menciptakan konselor remaja yang peduli dan tanggap dengan kesehatan mental sebayanya, minimal dengan teman sebaya,'' ujarnya.

Kegiatan menghadirkan narasumber Dosen Psikologi Universitas Semarang, Feti Pratiwi SPsi, MPsi Psikolog. Feti memberikan materi tentang dasar-dasar materi konseling sebaya dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjadi konselor yang baik itu.

Teknik Meditasi

Menurut Feti, teknik meditasi adalah salah satu dari beberapa teknik relaksasi yang mudah untuk dilakukan pada saat melakukan konselor sebaya. Tujuannya untuk merilekskan teman sebaya. ''Teknik ini terbukti ampuh, syaratnya dilakukan dengan langkah-langkah dan cara yang benar,'' ungkapnya.

Para peserta sangat antusias mengikuti pelatihan. Hal itu terbukti dengan banyaknya pertanyaan ke narasumber. Pada akhir kegiatan, para peserta melakukan praktik konseling sebaya dengan berpasang - pasangan dengan teman yang nantinya akan merasakan menjadi konselor dan konseli.

Peserta juga diberikan relaksasi dengan teknik meditasi. ''Meditasi yang dilakukan dengan benar akan sangat membantu seseorang untuk lebih rileks,'' kata Feti. (ADE)