LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Warga mempertanyakan izin pembangunan fondasi SMA IT Iqro yang mengakibatkan tersumbat dan menyempitnya saluran irigasi sawah warga di Desa Sukaraja, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung.
"Saya bingung, kok bisa bangunan buat sekolah didirikan di atas sawah, hasil timbunan, izinnya dapat dari mana, kami ingin tahu," tanya Jamadi pada rapat antara petani dan Yayasan Abdul Hakim di Desa Sukaraja Kecamatan Gedongtataan, Selasa (30/5/2023).
Wakil para petani sawah yang terdampak sawahnya kekurangan air tersebut mengatakan akibat pembangunan fondasi yang desas-desusnya akan dibangun gedung SMA.
"Ada tiga aliran air, atas, tengah, dan bawah. Yang atas, ada penyempitan karena bangunan SMP. Saluran tengah malah diganti paralon kecil karena katanya akan dibangun gedung SMA," katanya.
Menurut Jamadi, hanya drainase bagian bawah yang mengalir seperti sedia kala. Dia membantah pernyataan Ketua Yayasan Abdul Hakim karena faktanya saluran air jebol.
Bahkan, kata Jamadi, jika mau berkeras, kalau petani tutup saluran air dilahannya, bangunan sekolah baru (SMA) akan tergenang air apalagi di musim penghujan.
"Kalau kami tutup ya air meluber ke bangunan yang katanya SMA itu, tapi kita kan gak mau menang menangan disini, cari solusi," ujarnya.
Warga lain menuturkan, selain dari bangunan SMA IT Iqro ada bangunan baru yang didirikan diatas sawah aktif dan berdampak pada aliran air sawah lainnya.
"Saya juga bingung, kok bisa bangunan buat SMA itu didirikan diatas sawah, hasil timbunan, izinnya dapat dari mana kita tidak tahu," tuturnya.
"Kami berharap agar dinas terkait maupun aparat penegak hukum bisa di cek ulang apakah ada pelanggaran dalam proses pembangunannya karena berdampak," pungkasnya.
Sebelumnya, Senin (29/5/2023), Ketua Yayasan Abdul Hakim Toto Taviv Susilo menuding pemilik sawah tidak peduli dengan keadaan sawah sehingga menyebabkan jebolnya saluran air di kompleks SD/SMP IT Iqro.
Warga protes tidak mengalirnya air ke sawah warga. Mereka semakin kesal Toto seakan menggampangkan protes warga tersebut.
"Gampang itu, nanti seminggu lagi mau tanam dibenahi, itu karena petaninya gak open, jadi waktu hujan jebol," kata Toto.
Toto juga menyebut salah seorang warga itu akan didatanginya, karena warga tersebut dua orang anaknya sekolah di Yayasan Abdul Hakim.
"Sudah dibetulin sudah, nanti saya ke rumah pak Rozali, itu mah gampang itu, anaknya dua orang kan sekolah di sini, bukan masalah," ujarnya. (Rama)
