HELOINDONESIA.COM - Proyek pembangunan drainase oleh Dinas SDABMBK Pemerintahan Kota Tangerang Selatan di Jl Pesantren, Jurangmangu, Kota Tangerang Selatan dinilai asal-asalan.
Tak hanya itu, pekerjaan yang sempat mangkrak dalam seminggu tersebut secara otomatis mengganggu usaha warga yang terkena dampak proyek tersebut.
“Bikin mati usaha warga!” keluh seorang warga, sebut saja Robert pada Selasa (15/10/2024) sore, sambil menunjuk saluran di depan tempat usahanya.
Dengan mankraknya pekerjaan tersebut membuat dia kesulitan untuk memarkir kendaraan, baik roda dua arau roda empat di depan tempat usahanya.
Baca juga: Pesilat Jateng Sumbang Emas di Kejuaraan Asia Pencak Silat 2024, Indonesia Juara Umum
“Kasihan yang di sebelah saya, usaha perabotan rumah tangga, pembeli enggan mampir ke toko. Sepi udah seminggu. Gimana orang mau belanja, parkir aja susah,” paparnya.
Parahnya lagi, lanjutnya, pekerjaan pemasangan U-Ditch di saluran tersebut seminggu lalu pun terkesan asal taroh.
“Kelihatan banget asal-asalnya,” tambah tokoh masyarakat ini.
Warga yang memang mengerti soal konstruksi bangunan dan lulusan Teknik Sipil ini menyayangkan proyek drainase dari Dinas SDABMBK Pemkot Tangsel itu.
“Jika begini, pemasangan U-Ditch lebih rendah dari saluran induk) kalau langsung di tutup bisa dipastikan endapan/sedimentasi, lumpur, sampah akan masuk ke saluran baru,” paparnya.
Dengan demikian, sambungnya, saluran baru akan percuma dibuat dan langsung penuh kembali oleh air, sampah, tanah dari saluran induk.
Baca juga: Cara Menonton Reels di Facebook Dibayar, Begini Caranya!
“Mengapa dinas SDABMBK tidak mikirin saluran tang barunya lebih tinggi dari saluran induk? Pelaksana proyek dan pengawasannya ada kerjaannya gak sih,” keluhnya.
Parahnya lagi, sambungnya, tidak ada papan proyek pembangunan drainase di wilayah itu.
Sehingga tidak ada transparansi bagi masyarakat sekitar siapa yang mengerjakan proyek tersebut dan berapa nilai proyeknya.
“Dicari nggak ada (papan proyeknya). Tau di taroh di mana,” tambahnya.
Saat kami cek ke lokasi aduan warga tersebut, terlihat memang di saluran baru sudah ada genangan air.
Di ujung saluran terdapat sebuah bantalan karung yang kemungkinan berisi pasir untuk menahan air agar tak masuk ke saluran baru.
Baca juga: Viral, Puluhan Kuburan di Indramayu Disegel Pengadilan Negeri, Cek Faktanya!
Posisi proyek ini berada di depan sebuah mini market dan ruko.
Kalau dari arah Jl Raya Pondok Aren, jalur jalan raya posisinya menurun. Papan nama kalau proyek itu berjalan pun kami cari tidak ada.
“Seharusnya namanya pembangunan baru drainase bersih dari air, kalau begini sih malah bikin tambah banjir,” tutup Robert.
Humas Dinas SDABMBK, Kemal saat dihubungi via pesan WhatsApp pada Selasa (15/10/2024) malam tidak menjawab beberapa pertanyaan yang kami ajukan.
“Nama jalannya, kalo penjelasan di atas saya kurang pahan titiknya,” ujarnya, singkat.
Baca juga: Tim PkM USM Beri Pelatihan Strategi Siaran Radio di SMKN 1 Semarang
Tapi setelah diberi sharelok proyek tersebut, pada Rabu (16/10/2024) pagi, penutup U-Ditch tiba-tiba sudah berada di sisi-sisi proyek yang mangkrak seminggu.
“Percuma U-Ditch dipasang kalau masih lebih rendah dari saluran induk. Bakal terjadi sedimentasi. Air, sampah, pasir, tanah bakal nutupin saluran baru, pasti bisa banjir. Yang rugi masyarakat juga,” tambah robert saat dikonfirmasi.
