LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM— Pengemudi ojek online (ojol) di Lampung meminta pemerintah tidak hanya menempatkan mereka sebagai pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam regulasi transportasi online.Para pengemudi mendorong adanya kepastian mengenai pola kemitraan, perlindungan, hingga penguatan kelembagaan melalui koperasi.
Aspirasi tersebut disampaikan dalam diskusi Gabungan Admin Shelter Pengemudi Ojek Online (Gaspool) Lampung di Cafe & Resto, Jalan Singosari, Enggal, Kamis (17/9/2026).
Ketua Umum Gaspool Lampung Miftahul Huda mengatakan koperasi diharapkan dapat menjadi wadah bersama bagi para pengemudi.
Menurutnya, keberadaan koperasi tetap dapat berjalan berdampingan dengan pola kemitraan yang selama ini diterapkan antara pengemudi dan perusahaan aplikasi.
Pemprov Lampung Ajukan Usulan ke Pemerintah Pusat
Kepala Dinas Perhubungan Lampung Bambang Sumbogo mengatakan Pemprov Lampung telah menyampaikan sejumlah usulan kepada pemerintah pusat terkait Perpres Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online.
" Salah satu usulan tersebut berkaitan dengan penguatan kelembagaan pengemudi melalui koperasi," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Lampung Ganjar Jationo mengatakan Pemprov Lampung dan DPRD Lampung mendorong agar aspirasi pengemudi ojol diperkuat melalui kajian akademik.
"Naskah akademik mengenai masa depan transportasi online disebut telah disusun dan dibawa ke Jakarta untuk dibahas bersama Kementerian Perhubungan," tuturnya.
DPRD Lampung Kawal Pembahasan
Anggota DPRD Lampung Wahrul Fauzi Silalahi menyatakan akan terus mengawal pembahasan tersebut agar aspirasi pengemudi ojol Lampung dapat dipertimbangkan dalam regulasi di tingkat pusat.
"DPRD Provinsi Lampung akan terus mengawal perjuangan teman-teman ojol dan kemudian kita akan mengawasi nanti proses bagaimana pelaksanaan implementasi," kata Wahrul.
Ia mengatakan usulan tersebut telah dibawa ke Jakarta dan sedang dibahas di Direktorat Kementerian Perhubungan.
"Ini sudah saya bawa ke Jakarta dan lagi dibahas di Direktorat Kementerian Perhubungan, dan ini akan terus kita kawal. Soal bagaimana komitmen DPR, kita terus bersama dengan ojol," tandasnya.( Hajim)
