SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Ada resep unik dan filosofi tak biasa di balik ketangguhan Tim Bulutangkis Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah menyongsong Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) XV di Lampung, 5-12 April 2027 mendatang.
Pada saat ajang olahraga kerap dipenuhi tensi tinggi dan beban target setinggi langit, tim buluangkis Jateng justru memilih jalan berbeda: bertanding dengan penuh sukacita, tanpa beban, dan mengutamakan rasa happy.
Semangat menggelora namun santai inilah yang terungkap dalam Podcast “PWI Jateng Corner” yang disiarkan langsung dari studio Dinus FM, kompleks Kampus Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, Kamis 17 September 2026.
Baca juga: Makin Elegan, Tongseng Sapi Tradisional Ala Bintang Lima
Dipandu oleh host Wakil Sekretaris Siwo PWI Jateng, Lia Dina Yunita, podcast bertema “Menjaga Tradisi Emas: Asa Bulutangkis Jateng di Porwanas 2027” ini menghadirkan dua sosok penting di balik layar: Manajer Tim Bulutangkis PWI Jateng Porwanas 2027, Budi Setyo Purnomo (Budi SP), serta Koordinator Bulutangkis Siwo PWI Jateng, Darjo Soyat.
Jangan Samakan Porwanas dengan Olimpiade!
Dalam perbincangan hangat tersebut, Budi SP menegaskan bahwa Porwanas pada hakikatnya adalah panggung silaturahmi antar-insan pers se-Indonesia, bukan ajang kompetisi brutal sekelas PON apalagi Olimpiade. Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan Jateng selalu diwarnai kegembiraan.
"Para pebulutangkis berangkat ke Porwanas dengan rasa bahagia, tanpa tekanan. Kami tanamkan rasa suka cita dan tanpa beban," ujar Budi SP.
Budi lantas mengenang momen unik dan 'konyol' saat Porwanas 2022 di Jawa Timur. Kala itu, tim Jateng harus berhadapan dengan lawan berat yang diperkuat eks pemain nasional. Di atas kertas, Jateng diramalkan bakal kalah. Namun, suasana di lapangan justru mencuri perhatian seluruh peserta.
"Boleh dikatakan tim Jateng itu paling konyol. Pasalnya, suporter kita sendiri malah mengolok-olok pemain kita saat bikin kesalahan di lapangan. Dari situ terbangun rasa suka tanpa beban. Lucunya, karena bermain tanpa beban, hasilnya justru terbalik: kita malah menang! Itulah keunikan dan keistimewaan tim Jateng," kenang Budi sambil tertawa.
Bahkan soal persiapan, Budi mengaku tak ingin terlalu kaku. Jika atlet profesional wajib ketat menjaga pola makan, pebulutangkis wartawan Jateng justru dibebaskan menikmati hidangan seenak mungkin—yang penting hati gembira.
Perubahan Aturan Beregu dan Peta Persaingan 2027
Menatap Porwanas XV 2027 di Lampung, Koordinator Bulutangkis Siwo PWI Jateng, Darjo Soyat, memaparkan adanya perubahan regulasi pada nomor beregu.
Jika pada Porwanas 2022 Malang dan Porwanas 2024 tim beregu cukup diperkuat empat pemain (di mana satu pemain bisa merangkap di nomor tunggal dan ganda) dalam tiga partai, maka di Lampung 2027 mendatang, aturan main berubah total. Partai beregu akan mempertandingkan tiga pasang ganda dengan rentang usia berbeda: bawah 35 tahun, 35–45 tahun, dan di atas 45 tahun.
"Artinya kita harus cermat menyiapkan pasangan di kelompok umur bawah 35 tahun. Namun saya sepakat dengan Pak Budi, Porwanas tetaplah wadah hepi dan silaturahmi," kata Darjo, mantan Ketua Siwo PWI Jateng periode 2010-2015 itu.
Mengenai peta kekuatan lawan, wartawan senior yang pernah meliput Olimpiade Sydney dan Beijing itu menilai sejauh ini belum ada daerah yang memiliki tiga pasangan sempurna di semua kelompok umur. Rival klasik seperti Jawa Timur, Jawa Barat, dan DKI Jakarta diprediksi tetap menjadi batu sandungan, ditambah Lampung sebagai tuan rumah yang wajib diwaspadai.
Baca juga: Polisi Menangkap Seorang Pria, yang Viral di Medsos Menendang Perempuan di Mal Senayan City
Meski begitu, Jateng optimistis lantaran memiliki pilar andalan seperti Fentri Susilo Utomo yang sudah kenyang pengalaman dan paham betul peta kekuatan lawan.
"Yang jelas kami tidak takut dengan provinsi lain. Kami optimistis bisa berbicara banyak dan berbicara emas di Porwanas 2027 nanti," tegas Budi.
Konsistensi Latihan
Optimisme Jateng bukan tanpa alasan. Meski berstatus wartawan dengan kesibukan liputan yang padat, kebugaran para pemain tetap terjaga alami. Pasalnya, bulutangkis telah menjadi habit (kebiasaan) yang sulit dipisahkan dari kehidupan mereka.
Melalui wadah Journalist Badminton Club (JBC), para pewarta rutin menepis bulu angsa setiap hari Selasa dan Jumat. Bahkan, Darjo mengungkapkan bahwa pada 13-14 Oktober 2026 mendatang akan digelar Kejuaraan Bulutangkis Antarmedia yang bakal menjadi rujukan seleksi pemain menuju Porwanas, khususnya di nomor bawah 35 tahun.
Soal membagi waktu antara tugas kewartawanan dan bulutangkis, baik Budi maupun Darjo kompak menjawab tidak ada masalah. Malahan, dalam beberapa momen, semangat bermain bulutangkis acap kali mengalahkan panggilan liputan.
Budi dan Darjo menegaskan seluruh pemain yang diturunkan dipastikan memenuhi regulasi resmi Porwanas, seperti telah lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan mengantongi kartu anggota PWI aktif.
Pesan utama mereka kepada seluruh pemain menjelang Porwanas April 2027 di Lampung adalah menjaga kesehatan dan keselamatan. Bagaimanapun, ajang bulutangkis Porwanas adalah puncak kebahagiaan atlet jurnalis.
Dengan kombinasi latihan teratur, materi pemain mumpuni, dan filosofi bermain tanpa beban, Tim Bulutangkis PWI Jawa Tengah siap menyongsong Porwanas 2027 di Lampung untuk satu misi: Mempertahankan Tradisi Medali Emas!. (Aji)
