Helo Indonesia

The 14th ISNPINSA 2024, ketika Ilmuwan Dunia Berkolaborasi Global di Undip

Jumat, 18 Oktober 2024 16:52
    Bagikan  
The 14th ISNPINSA 2024, ketika Ilmuwan Dunia Berkolaborasi Global di Undip

Acara The 14th ISNPINSA 2024 yang digelar FSM Undip

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro (FSM UNDIP) kembali menggelar acara tahunan berskala internasional, The 14th International Seminar on New Paradigm and Innovation in Natural Sciences and Its Application (ISNPINSA) pada Kamis 17 Oktober 2024.
Acara ini merupakan bagian dari rangkaian acara Dies Natalis Undip yang diselenggarakan di FSM.

Konferensi yang ke-14 ini mengangkat tema "Kontribusi Sains dan Teknologi untuk Masa Depan Berkelanjutan" sebagai upaya mempertemukan para ilmuwan dari berbagai belahan dunia untuk berbagi pengetahuan, diskusi, dan berbagi inovasi.

Baca juga: Seminar Youth Democracy, BEM USM: Upaya Sikapi Problematika Pilkada

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Ketua Panitia, Dr Moch Abdul Mukid SSi MSi, diikuti oleh sambutan dari Dekan Fakultas Sains dan Matematika, Prof Dr Kusworo Adi MT. Acara secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor IV Universitas Diponegoro, Wijayanto SIP MSi, PhD., dengan menekankan pentingnya kolaborasi global dalam menghadapi tantangan masa depan.

Seminar yang dilaksanakan secara daring ini menghadirkan 86 presenter dari berbagai negara antara lain Indonesia, Spanyol, Yaman, Malaysia, Taiwan, Jepang, dan Korea Selatan. Konferensi ini menyediakan sesi paralel di mana para presenter dapat membagikan temuan penelitian mereka secara mendalam, serta berpartisipasi dalam diskusi interaktif.

ISNPINSA juga memberikan kesempatan bagi para peneliti untuk mempublikasikan karya mereka di jurnal internasional terindeks Q2, serta jurnal nasional terakreditasi Sinta 2 maupun 3. Konferensi ini telah berhasil dilaksanakan sejak tahun 2011 dan menjadi acara tahunan yang mempertemukan ilmuwan serta peneliti untuk saling bertukar informasi dan inovasi.

Baca juga: Bawaslu Kota Semarang Tangani 4 Dugaan Pelanggaran Selama Masa Kampanye

Pembicara kunci (keynote speakers) yang hadir dalam acara ini adalah Dr Rezzy Eko Caraka, PhD (Chaoyang University of Technology, Taiwan; PRSDI, Badan Riset dan Inovasi Nasional, Indonesia), Prof Tomoshige Miyaguchi (Wakayama University, Jepang), Prof Madya Dr Raja Kamarulzaman (Universiti Teknologi Malaysia, Malaysia), dan Prof Taufiq Asyhari (Monash University, Indonesia).

Dilanjutkan dengan Pembicara Tamu (Contributed Speaker) yang hadir dalam acara ini adalah Prof Dr Gassan Hodaifa; Rahmatia Fitri SSi MSi, PhD, Dr Nikken Prima Puspita MSc, and Drs Pratama Jujur Wibowa MSi PhD.

Pada kesempatan tersebut, Dr Rezzy Eko Caraka membahas pemanfaatan data science melalui citra satelit malam dari NASA's Black Marble untuk mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

“Pentingnya citra malam dalam memantau aktivitas manusia dan perubahan lingkungan, dengan menggunakan data intensitas cahaya malam untuk mengestimasi pengeluaran konsumsi per kapita. Dari hasil tersebut, dapat diketahui ketimpangan antara wilayah perkotaan dan pedesaan,” ungkapnya.

Dr Rezzy juga memperkenalkan inovasi teknologi, seperti paket R untuk pemodelan persamaan struktural dan naspaclust untuk klaster spasial, serta platform Albatross Analytics sebagai alat analisis data statistik.

Data satelit tersebut dapat mendasari kebijakan publik yang berbasis bukti dan kolaborasi sektor publik dengan swasta dalam menghadapi tantangan global (termasuk perubahan iklim dan ketimpangan ekonomi).

Berkelanjutan

Sejalan dengan hal tersebut, Prof. Taufiq Asyhari memberikan penjelasan terkait hasil penemuan dibidang teknologi yang bisa dimanfaatkan untuk masa depan berkelanjutan terutama mengatasi permasalahan perubahan iklim.

Sementara itu, Prof Gassan Hodaifa dari Universidad Pablo de Olavide, Spanyol, membahas tantangan dalam pengolahan limbah industri makanan dengan memperkenalkan metode inovatif seperti proses oksidasi lanjutan (AOP) dan kultur mikroalga. Melalui metode ini, kita dapat mengurangi bahan organik non-biodegradable dan memanfaatkan limbah sebagai sumber energi terbarukan.

Baca juga: Diberikan Pendidikan Politik, PPK Dituntut Netral dalam Pilkada 2024

Lebih lanjut, Assoc Prof Raja Kamarulzaman Raja Ibrahim menjelaskan penggunaan Laser-Induced Breakdown Spectroscopy (LIBS) untuk identifikasi unsur pada sampel organik.

Sementara dari Jepang, Prof Tomoshige Miyaguchi dari Wakayama University membahas penerapan dinamika Langevin generalisasi (GLE) pada model jaringan elastis untuk memodelkan perilaku protein, terutama terkait fluktuasi jarak dan interaksi dalam sistem protein.

ISNPINSA 2024 merupakan langkah nyata FSM Undip dalam membangun masa depan yang berkelanjutan melalui sains dan teknologi, menciptakan ruang diskusi dan kolaborasi bagi para ilmuwan dari berbagai belahan dunia. (Aji)