Helo Indonesia

Tugu Pagoda dan Gerbang Cina Town Dihentikan Sementara Pjs Wali Kota

Herman Batin Mangku - Nasional -> Peristiwa
Rabu, 23 Oktober 2024 15:36
    Bagikan  
TUGU PAGODA
Helo Lampung

TUGU PAGODA - Pjs Wali Kota ketika menerima AMPBL (Foto Hakim/Helo)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Setelah sejumlah elemen turun ke jalan, Pemkot Bandarlampung akhirnya menghentikan sementara pembangunan Tugu Pagoda dan Gapura Cina Town di Telukbetung, Kota Bandarlampung, Rabu (23/10/2024).

Usai orasi, Gunawan dan Ketua DPC Laskar Kota Bandarlampung Destra Yudha diterima Pjs Wali Kota Budhi Darmawan didampingi Sekda kota Iwan Gunawan, Kadis PU Dedy Sutiyoso, Kasat Pol PP, Kadis DPK, dan Dishub Kota Bandarlampung.

Baca juga: Ini Rumah Kami, Tolak Tugu Pagoda dan Gapura Cina Town Pemkot Balam

Hasil pertemuan, menurut Gunawan Pharrikesit dari Aliansi Masyarakat Peduli Bandarlampung (AMPBL), soal tuntutan mengubah bentuk dan nama tugu serta gapura, Pjs Wali Kota Budhi Darmawan tak punya wewenang. 

Dia hanya bisa menghentikan sementara. Gunawan mengatakan pihaknya menghargai pernyataan Pjs Wali Kota Budi Dharmawan yang akan menghentikan sementara pembangunan Tugu Pagoda.

"Namun, jika masih ada pembangunan Tugu Pagoda dan Gapura Cina Town itu artinya penghianatan terhadap masyarakat," tandas Gunawan Pharrikesit.

Baca juga: Marga Telukbetung Dukung Pemkot Segarkan Wajah Telukbetung Town

Menurutnya, bentuk dan nama tugu sebaiknya diubah jadi Tugu Krakatau yang lebih jelas fakta hukum dan sejarahnya sedangkan Gapura Cina Town diganti Telukbetung City.

Selain itu, tak cocok dibangun Tugu Pagoda dan Gapura Cinta Town karena lokasinya merupakan fasilitas umum, bukan golongan atau pribadi."Kami.tidak.benci dengan golongan, tidak intoleran, tapi kebijakan pemerintahnya yang salah," ujarnya.

Gunawan Pharrikesit memahami tak segampang itu mengubah keputusan bangunan yang sudah hampir rampung.Tugu Pagoda yang dibangun ini, sebenarnya tidak ada relevansinya dan bukan karena benci dengan kaum minoritas yang ada di sana. "Kami sangat toleran.dengan agama manapun," katanya. 

Baca juga: Eva Dwiana Bangunkan Kembali Telukbetung Town dari Tidur Panjangnya

" Sedangkan kami tidak marah dengan golongan tertentu,apalagi benci,yang kami salahkan adalah kebijakan pemerintahnya,maka kami gugat,laporan ini masuknya ke perdata saja,hanya bedanya saat clas action ada kerugian material yang harus diganti,'ujarnya

Kami hanya ingin merubah kebijakkannya saja,kita kan bayar pajak tapi digunakan untuk yang tidak benar, tugunya tidak salah,namun kenapa dibangun di situ.

Menurutnya, jika ingin mendirikan tugu pagoda dan sejenisnya harus sesuai lokasinya,bukan ditempat yang menyimpan sejarah," tandasnya

Sementara warga sekitar kawasan Telukbetung tidak mempermasalahkan adanya bangunan tugu, bahkan dengan dibangunnya kawasan Telukbetung malah semakin hidup dan cantik,termasuk jalan dan trotoar yang diperbaiki oleh pemkot Bandarapung

Daerah sempat sepi akan kembali rame di kunjung masyarakat dari luar kota Bandarlampung karena menjadi kawasan wisata kuliner,ditambah dengan adanya tugu dan gapura.( Hajim).

 -