SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Konsul Jenderal Xu Hong memberikan bantuan buku untuk perpustakaan Cheng Ho – Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) di Semarang pada Kamis 24 Oktober 2024. Pengelola MAJT berharap kerja sama pertukaran budaya Indonesia (Islam) dan budaya Tiongkok dapat selalu berkembang dan ditingkatkan dengan berbagai kegiatan pertukaran budaya yang positif dan saling menghargai.
Dalam kunjungannya Xu Hong berharap dengan adanya sumbangan buku terkait dengan budaya – budaya Cina ke perpustakaan Cheng Ho – MAJT dapat memberikan referensi bagi pengunjung serta jemaah MAJT untuk mengenal lebih dalam tentang kebudayaan Tiongkok.
Baca juga: Kendal Masih Aman dari Kasus Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa
Konsul Jenderal Xu Hong juga menyampaikan adanya satu nasib dengan bangsa Indonesia untuk saling berkomunikasi secar positif dan saling membantu di berbagai bidang. Dijelaskan Xu Hong berharap bisa mendapat masukan tentang pendidikan, dan budaya dari para pengurus MAJT.
Sumbangan buku yang diberikan oleh Konsul Jenderal Xu Hong berupa 22 judul buku tentang budaya dan seni yang ada di Tiongkok dan 3 Unit Komputer guna membantu operasional kegiatan di Perpustakaan Cheng Ho – MAJT.
Kedatangan Xu Hong diiterima oleh Pengurus MAJT antara lain Ketua Dewan Pengawas PP MAJT / Ketua MUI Jawa Tengah Dr KH Ahmad Darodji MSi, KH Hanief Ismail, Lc (Wakil Ketua), Prof Dr KH Eddy Noersasongko (Wakil Ketua), Drs KH Ahyani (Wakil Ketua), dan Drs KH Muhyiddin MAg (Sekretaris PP MAJT).
Selanjutnya, Dr KH M Syaifuddin, MA (Wakil Sekretaris/ Direktur PP Tahfidz MAJT-Baznas Jateng), Dr Norhadi Akt MSi (Bendahara PP MAJT), Drs KH Ahmad Hadlor Ikhsan (Ketua Bidang Ketakmiran), dan Dr Guruh Fajar Sidik MKom (Bidang Kerjasama).
Baca juga: FT dan FTP USM akan Gelar Konferensi Internasional tentang Konstruksi dan Pangan
Dalam sambutannya, Ketua Dewan Pengawas MAJT KH Ahmad Darodji, menyampaikan bawa perlunya pertukaran budaya yang telah dijalin oleh MAJT dengan Pemerintah Tiongkok telah terjalin lama sejak tahun 2009 oleh Ketua badan Pengelola masjid Agung Jawa Tengah saat itu KH. Ali Mufiz, yang juga di tidak lanjuti dengan pertukaran pelajar (santri) dari MAJT dan pesantren di Jawa Tengah untuk belajar ke Tiongkok.
Di masa depan MAJT dan Baznas Jawa Tengah juga siap untuk menerima pertukaran pelajar dari Tiongkok guna belajar kebudayaan Indonesia (Islam) lebih dekat.4
Beberapa pengurus MAJT yang pada bulan Mei lalu diundang Konsul Jenderal Tiongkok di Surabaya berkunjung ke Urumqi – Xinjiang, menyampaikan selama dalam kunjungan tersebut, Pengurus MAJT diajak ke sekolah seni dan juga ke salah satu Perguruan Tinggi Agama Islam serta ke perusahaan produksi pakan ternak disana.
Disampaikan Direktur Pesantren Tahfidz MAJT – Baznas Jawa Tengah KH M Saifuddin MA, juga berharap ke depan pesantren Tahfidz MAJT – Baznas Jateng mempunyai program penguatan kompetensi santri mahasiswa dalam bentuk pengabdian masyarakat, perkuliahan non gelar dan penelitian yang dilakukan di Cina. (Aji)
