Helo Indonesia

Prof Puryono Sebut USM Sudah Lebih Maju

Rabu, 30 Oktober 2024 06:09
    Bagikan  
Prof Puryono Sebut USM Sudah Lebih Maju

Kegiatan Bedah Buku Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi di USM

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Ketua Ikatan Alumni Lemhannas (Ikal) Provinsi Jawa Tengah, Prof Dr Sri Puryono KS MP CIMBA mengusulkan agar Universitas Semarang (USM) mendeklarasikan menjadi Kampus Pancasila.

Hal itu disampaikannya ketika ditemui di Ruang Rektor USM Lantai 2 Gedung Menara USM setelah menjadi narasumber dalam kegiatan Bedah Buku Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi pada Senin 28 Oktober 2024.

Kegiatan yang diadakan di Auditorium Ir Widjatmoko USM itu digelar dalam rangka memeringati Hari Sumpah Pemuda yang dihadiri 200 peserta.

Baca juga: Diskominfo Tangsel Gelar Forum Kehumasan: Perkuat Strategi Tangani Isu Publik dan Krisis Komunikasi di Era Digital

Hadir pula dalam kegiatan tersebut di antaranya Anggota Pembina Yayasan Alumni Undip, Ir Soeharsojo IPU, Rektor USM, Dr Supari ST MT, pemateri, Dr Tri Mulyani SH MH, Ketua Panitia, Dr Dedy Suwandi SH M, dan para dosen Fakultas Hukum USM.

Menurut Prof Puryono, kegiatan tersebut untuk memberikan pemahaman bagi generasi muda yang akan membentuk serta mewarnai kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.

Dia juga mengajak generasi muda untuk mempelajari, menghayati serta mengamalkan Pancasila.

''Saya berharap USM, harus berani mendeklarasikan menjadi Kampus Pancasila. Implementasinya bisa diawali dengan misalkan ada kantin kejujuran yang dulu pernah kita praktikkan. Kami sudah berdiskusi dan USM merespons positif. Mudah-mudahan USM menjadi contoh perguruan tinggi swasta terbaik di Jawa Tengah dan nasional,'' katanya.

Prof Puryono menilai USM sudah lebih maju dibanding perguruan tinggi lain dengan adanya UKM PIB (Pengawal Ideologi Bangsa).

''Ini suatu langkah yang tepat. Tinggal nanti, yang namanya keberhasilan mahasiswa itu tergantung dari dosen, tenaga pendidikan, dan pihak keluarga. Jadi mengamalkan Pancasila itu harus utuh, komprehensif, dan konsekuen supaya kita benar-benar mendapatkan julukan seorang Pancasilais,'' ujarnya.
Jadi Contoh
Guru Besar Universitas Diponegoro (Undip) Bidang Manajemen Lingkungan itu berharap USM dapat menjadi contoh yang baik terhadap pengalaman Pancasila.

''Pancasila Harga Mati, berarti itu tidak bisa ditawar-tawar. Hal seperti inilah yang kita harapkan untuk tertanam dan dijiwai oleh seluruh mahasiswa khususnya, dan generasi muda pada umumnya,'' terang Prof Puryono.

Di sisi lain, Anggota Pembina Yayasan Alumni Undip, Ir. Soeharsojo, IPU, mengaku tertarik dengan kantin kejujuran yang dapat diimplementasikan di USM.

''Saya menilai itu sangat menarik. Sebagai ilustrasi saja, di Jogja, ada yang jual ola golf di lapangan, orang akan mengambil sendiri dan taruh uang sesuai dengan harganya, dan itu tidak hilang sampai selesai. Nah mungkin di USM, adik-adik coba diusulkan ada kantin kejujuran sehingga kita bisa saja mendapatkan julukan kampus kejujuran,' tegasnya (Aji)