Helo Indonesia

Kunker ke Semarang, Legislator Samuel Wattimena Dorong Musisi Jalanan Naik Kelas

Rabu, 27 November 2024 16:38
    Bagikan  
Kunker ke Semarang, Legislator Samuel Wattimena Dorong Musisi Jalanan Naik Kelas

Legislator Komisi VII DPR RI Samuel Wattimena saat berkumpul bersama musisi jalanan. Foto: ukmmu

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Samuel Wattimena, anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan yang mewakili Dapil Jateng 1 (Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kendal, dan Salatiga), mengadakan kunjungan kerja di Kota Semarang pada Sabtu 23 November 2024 lalu.

Bertempat di Cold n Brew Cafe, perancanga busana kenamaan itu bertemu dengan sejumlah musisi lokal, termasuk Andi Malawa yang mendirikan Institut Musik Jalanan/IMJ Indonesia, Marco Marnadi (Pendiri Congrock 17), Amri Amirulah (Ketua IMJ Kota Semarang), serta beberapa musisi lainnya dari Semarang dan sekitarnya.

Baca juga: Atlet Woodball Jateng Sumbang Emas bagi Timnas Indonesia di Kejuaraan Taiwan Open 2024

Dalam pertemuan yang bertujuan mendengar aspirasi para musisi, khususnya dari IMJ, desainer yang banyak mendapatkan penghargaan dari mancanegara itu menekankan pentingnya peran musisi dalam ekonomi kreatif.

“Musisi adalah pelaku ekonomi kreatif. Sebagai wakil rakyat yang duduk di Komisi VII DPR RI yang membidangi perindustrian, UMKM, ekonomi kreatif, pariwisata, dan sarana publikasi, saya memerlukan masukan serta berbagi visi perjuangan, termasuk dari musisi jalanan yang selama ini sering dipandang sebelah mata. Harapannya, mereka dapat naik kelas menjadi pelaku ekonomi kreatif yang lebih diakui,” ungkap Samuel, dalam rilisnya, Rabu 27 November 2024.

Seperti diketahui, IMJ yang dibidani oleh Andi Malawa dan Frysto Gurning sebagai wadah bagi musisi jalanan untuk berdaya dan profesional. Latar belakang pendirian IMJ berakar dari pengalaman diskriminasi yang sering dialami musisi jalanan.

Baca juga: TPS Unik di Demak Tarik Minat Pemilih dengan Dekorasi Pernikahan dan Sarapan Gratis

Seperti dilansir ukmmu.com, Andi Malawa menjelaskan, musisi jalanan dalam berbagai peraturan daerah tentang ketertiban umum masih dikategorikan sebagai Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial, setara dengan pengemis atau gelandangan. IMJ hadir untuk mengubah stigma ini.

Kurasi dan Lisensi

Saat ini, IMJ menjadi satu-satunya lembaga non-pemerintah di Indonesia yang mengelola musik jalanan secara profesional. IMJ melakukan kurasi, memberikan lisensi mengamen, dan membuka akses bagi musisi jalanan untuk tampil di ruang publik, sarana transportasi, serta area wisata.

Hingga kini, IMJ telah hadir di enam kota/provinsi, yaitu: Semarang (Jawa Tengah) DKI Jakarta (Jabodetabek), Surabaya (Jawa Timur), Yogyakarta (DIY), Bandung (Jawa Barat), Makassar (Sulawesi Selatan).

Sebanyak 120 kelompok musisi jalanan telah bergabung dengan IMJ, dan berbagai program pengembangan telah direncanakan, seperti: aktivasi ruang publik untuk mendukung kegiatan bermusik jalanan yang aman dan ramah, lalu tata kelola musik jalanan dan pendampingan untuk meningkatkan kesejahteraan musisi.

Baca juga: Ditanya Nyoblos Siapa di Pilkada Kendal, Dico dan Istri Jawab Rahasia

Samuel menyatakan dukungannya terhadap program-program IMJ. “Kita perlu ada pilot project IMJ sebagai contoh yang baik, mulai dari keterbukaan akses, tata kelola, hingga proses kurasi talenta musisi jalanan. Hal ini dapat direplikasi di daerah lain sebagai gerakan ekonomi kreatif yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan musisi jalanan, tetapi juga menjadi ikon positif dengan nilai tambah ekonomi dan budaya bagi daerah setempat,” tandasnya. (Aji)