Helo Indonesia

Ada Habib Bareng Mirza-Giri di Semnas BEM Unila

Annisa Egaleonita - Nasional -> Peristiwa
Senin, 16 Desember 2024 10:16
    Bagikan  
Ada Habib Bareng Mirza-Giri di Semnas BEM Unila

e-FLYER - Poster digital Semnas BEM FH Unila. | dok/Muzzamil

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - BEM Fakultas Hukum (FH) Universitas Lampung (Unila) mendapuk Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, jadi pembicara kunci Seminar Nasional (Semnas) "Solidaritas Membangun Gerakan Nasional Dalam Menyongsong Lampung Maju dan Indonesia Emas 2045", di Auditorium Abdulkadir Muhammad FH Unila, Senin (16/12/2024).

Gubernur BEM FH Unila, M Ammar Fauzan, menginfokan Semnas dimulai pukul 13.00 WIB sampai selesai. Peserta, dapatkan tambahan pengetahuan gratis, sertifikat elektronik, yang hoki dapat doorprize. "Terbuka untuk umum," keterangan digital dia, Minggu (15/12/2024).

Selain Habiburokhman dan Ammar Fauzan, pembicara lain taja kreatif ini yakni Gubernur Lampung terpilih Rahmat Mirzani Djausal, Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar, dan dosen FH Unila Dr Budiono. Dimoderatori Irwansyah Ahmat Saputra.

Sekadar informasi, Habiburokhman, tokoh nasional asal Lampung kelahiran Metro, 17 September 1974, advokat (non aktif), dan politisi legislator Senayan dapil Jakarta Timur peraih 76.028 suara Pemilu 2019 dan 96.914 suara Pemilu 2024, juga Waketum DPP dan Ketua Fraksi Partai Gerindra MPR ini adalah alumnus FH Unila angkatan 1993.

Usai, lulus SDN Yosodadi Metro tahun 1986, SMPN 2 Metro tahun 1989, SMA Suryadarma II Wayhalim Bandarlampung tahun 1992. Lanjut S1 FH Unila setahun kemudian, lulus 1999. Dan sebelum kelak, kelar S2 di FH UI pada 2013, dan S3 Hukum UNS Solo 2023.

Aktivis mahasiswa sejak masuk kuliah, Habib sapaannya sempat aktif di Senat Mahasiswa FH Unila dan HMI, lantas seiring dengan situasi geopolitik lantas dikenal aktivis 1998, bagian dari aktivis prodemokrasi (prodem) Lampung yang 'berdarah-darah' dalam kepeloporan perjuangan penggulingan rezim Soeharto dan perjuangan demokratisasi khususnya di Lampung, Indonesia umumnya.

Jelang senjakala kejatuhan rezim Orde Baru Soeharto, Habib semakin dikenal saat menjadi koordinator organ front perlawanan rakyat lintas sektor: Komite Mahasiswa, Pemuda, Pelajar, dan Rakyat Lampung (KMPPRL).

Dari basis kampus perlawanan anti Suharto ini, Habib aktif mengorganisir aksi-aksi massa menentang kediktatoran rezim Orba, antara lain bersama empat sejawat sesama alumnus FH Unila aktivis SMID (Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi) dan Partai Rakyat Demokratik (PRD).

Yakni, Badri Yusuf (kini anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Bandarlampung), Idhan Djanuwardhana (kini pengasuh Ponpes Al Hikmah Kedaton Bandarlampung), Mahendra Utama (kini komisaris anak usaha PTPN), dan Ricky HS Tamba (kini Tenaga Ahli Utama Kedeputian V Kantor Staf Presiden).

Rekam jejak Habib lainnya, pernah Sekretaris KPW PRD Lampung era Pemilu 1999, pengurus KPP PRD di Jakarta (1999-2000) sekaligus Redaktur Pembebasan terbitan PRD, pendiri dan Sekretaris Eksekutif LBH Rakyat (LBHR) jejaring PRD kurun 2000-2002 bersama Direktur Eksekutif YF Triassaputra (alumnus FH UBL, kini advokat Polda Lampung).

Lalu, dia bersolo karir profesional advokat. Sempat --tak lama, pengurus bidang hukum dan advokasi DPP PDI Perjuangan, dia lantas mendirikan firma sendiri, Kantor Hukum Bisnis Habiburokhman & Co berbasis di Menteng, Jakarta Pusat. Bukan kaleng-kaleng, klien dia bejibun yang berasal dari mancanegara.

Disamping itu Habib mendirikan sekaligus jadi Koordinator Serikat Pengacara Rakyat (SPR) pada 2005. SPR dikenang jadi organ advokat spesialis pengaju perlawanan hukum gugatan perwakilan (class action) atas kebijakan rezim berkuasa nan dinilai antirakyat antidemokrasi.

Usai Dodi, sapaan YF Triassaputra kembali ke Lampung, Habib antara lain berjibaku bareng alumnus FH Unila lainnya, mantan Ketua PRD Lampung 2001-2002, advokat Fajar Lesmana.

Lima tahun kemudian, atau dua tahun usai Prabowo Subianto mendeklarasikan pendirian Partai Gerindra 6 Februari 2008, Habib resmi bergabung dengan jabatan prestisius. Selain dimandati sebagai Ketua Bidang Advokasi, dia juga jadi anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerindra 2010-2015.

Habib tercatat pernah jadi Ketua Tim Advokasi Jakarta Baru, kuasa hukum Jokowi-Ahok di Pilgub DKI Jakarta 2012. Lalu dia jadi pernah jadi Direktur Advokasi Tim Kampanye Nasional Prabowo-Hatta pada Pilpres 2014. Foto epik; momen Habib bersalaman dengan Presiden terpilih Jokowi per kini jadi foto bersejarah.

Jelang Pilkada DKI Jakarta 2017, Habib yang memperistri sesama aktivis/advokat asal Lampung Sari Maria Jayani ini, menggagas pendirian sekaligus memimpin (kini pembina) grup advokat, Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) pada 2016 eksis hingga kini, jadi kuasa hukum paslon terpilih Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Lalu, Habib selain mengadvokasi juga didapuk Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019.

Karir advokat Habib, sesuai norma kode etik, rehat sementara. Dia terpilih jadi anggota DPR 2019-2024, pernah jadi Wakil Ketua Komisi III, Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) III dan Wakil Ketua Majelis Kehormatan Dewan (MKD).

Restrukturisasi terbatas di tubuh DPP periode 2020-2025, dia menjadi Wakil Ketua Bidang Advokasi dan Hukum DPP Partai Gerindra pada 2021. Berikutnya, kini dia Wakil Ketua Umum dan Wakil Ketua Dewan Pembina.

Meski dikenal kontroversial, cenderung vokal dan antikompromi lazimnya legislator oposisi, bersama sejumlah nama 'singa Senayan' lain, dan Habib kerap jadi trending topik di Twitter kini X, juga di layar kaca pemirsa Tanah Air.

Bikin iri sekaligus takjub, kendati per 2019 mengabdi untuk rakyat di parpol berkuasa, bukan di dapil Lampung, Habib pernah sebut diri tetap gigih ikhtiar untuk terus bersetia di garis massa. Dan Habib ngetop di mata basis konstituennya. Habib kadung tenar, semisal dengan program kreatifnya, bantuan hukum gratis untuk rakyat miskin.

Sekadar romansa, lantaran Habib baru saja turut hadir bareng Menteri HAM Natalius Pigai, Wamen HAM Mugiyanto, Wamensos Agus Jabo Priyono, Wamenperin Faisol Riza, Gubernur Banten terpilih Andra Soni dan beberapa kepala daerah terpilih eks SMID-PRD, dalam Silaturahmi Nasional (Silatnas) Alumni SMID-PRD di Gedung Konvensi TMPN Utama Kalibata, Jakarta Selatan, Jum'at (13/12/2024) lalu.

Kisah lucu, dahulu medio tahun 2001, Ketua Umum PRD saat itu, ketum kedua pengganti Budiman Sudjatmiko, yakni Haris Rusly Moti, saat di kantor KPP PRD di Tebet, Jakarta Selatan, tetiba mendapatkan telepon dari seseorang yang hanya disebutkan itu Habib.

Mengira yang menelepon itu Habiburokhman, Moty dengan santainya menyahut, "hei Bib, pakabar Bib." Tetiba Moty terkejut, lantaran dari ujung telepon, si penelepon memberitahu identitasnya bukan Habib si Habiburokhman, "Ini saya Habib Rizieq, Bung," ujar tokoh FPI itu di ujung telepon. Moty kontan terkekeh.

Hari ini, Habib sang demonstran, sejenak rendezvous dengan kampus sarjananya. (Muzzamil)