Helo Indonesia

Hambat Aktivitas, Para Nelayan di Kendal Minta Kapal Karam segera Dievakuasi

Kamis, 26 Desember 2024 17:25
    Bagikan  
Hambat Aktivitas, Para Nelayan di Kendal Minta Kapal Karam segera Dievakuasi

Kapal nelayan di Kecamatan Rowosari yang berharap kapal karam di muara dievakuasi. Foto: Anik

KENDAL, HELOINDONESIA.COM - Para Nelayan di Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, meminta agar pemerintah segera mengevakuasi bangkai kapal yang karam di muara sejak 4 Desember 2024 lalu.

Pasalnya, bangkai kapal karam tersebut membuat aktivitas keluar masuknya kapal nelayan menjadi terhambat. Bahkan tak jarang kapal nelayang yang melintas tersangkut puing-puing kapal karam.

Baca juga: BPKN RI Bersama DPRD Jateng Pantau Upaya Perlindungan Konsumen di Cimory

Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelayan Kecil, Jumari berharap pemerintah segera melakukan evakuasi bangkai kapal yang hingga saat ini masih ada di muara yang merupakan jalur masuk dan keluar kapal nelayan menuju Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tawang.

"Harapannya bangkai kapal itu cepat-cepat diambil biar tidak menghambat kapal lain. Katanya sih dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi dan Kabupaten Kendal akan meminta bantuan dari PT Kayu Lapis Indonesia, tapi sampai saat ini belum terealisasi," ujar Jumari, Kamis 26 Desember 2024.

Jumari mengatakan, kapal yang karam di muara sejak 4 Desember 2024 tersebut sangat menghambat aktivitas para nelayan. Bahkan ia menyebut sejumlah kapal mengalami kerusakan akibat tersangkut puing-puing kapal yang karam.

"Sampai hari ini sudah hampir sekitar delapan kapal yang terkena imbasnya. Kita sudah hati-hati tapi kalau ada gelombang kan nelayan ingin cepat-cepat masuk ke sungai. Waktu itu ada kapal nelayan yang kipasnya nyangkut di sisa-sisa payang," ungkapnya.

Bersabar

Sebelumnya, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kendal, Hudi Sambodo mengatakan, Pemkab Kendal akan berupaya agar bangkai kapal agar bisa segera dievakuasi sehingga tidak mengganggu aktivitas kapal nelayan yang keluar masuk ke TPI Tawang.

"Ini dari Pak Sekda dan Pak Bupati membuat surat ke PT Kayu Lapis Kaliwungu untuk bisa membantu evakuasi kapal itu," ujarnya.

Baca juga: Ketum PWI Pusat Hendry Ch Bangun Apresiasi Media Ikut Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2024

Ia mengimbau agar para nelayan lebih berhati-hati dan bersabar. Menurutnya evakuasi kapal karam ini tidak bisa dilakukan sembarangan dan butuh teknik maupun biaya yang tidak sedikit.

"Karena memang yang namanya kapal karam ini untuk ngangkat butuh biaya, butuh operasional dan tehnik yang tepat. Sehingga jangan sampai sembarangan dan sembrono, karena kapal karam ini tertimbun pasir kalau ditarik juga tidak mudah," pungkas Kepala DKP Kendal. (Anik)