Helo Indonesia

Di Balam, Target Awal Program Makanan Bergizi 2.903 Siswa di Sukarame

Annisa Egaleonita - Nasional -> Peristiwa
Rabu, 8 Januari 2025 19:44
    Bagikan  
Di Balam, Target Awal Program Makanan Bergizi 2.903 Siswa di Sukarame
Helo Lampung

Sekda Kota Bandarlampung Meminpin Rapat Program Makan Bergizi Gratis diruang Rapar Asisten.( Foto Hajim).

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Pemkot Bandarlampung (Balam) menjadwalkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program nasional untuk para pelajar mulai dari Kecamatan Sukarame dua pekan lagi atau Senin, 20 Januari 2025.

Satuan Logistik (Satlog) Korem 143/Garuda Hitam Sukarame yang akan mengkoordinir sekaligus dapur umumnya, kata Sekda Kota Iwan Gunawan, Rabu (8/1/2024). MBG akan didistribusikan maksimal dalam radius 30 km dari lokasi dapur umum.

Di Kecamatan Sukarame, Program MBD menargetkan 2.903 siswa dengan rincian 55 siswa TK, 879 siswa SD, 933 siswa SMP, dan 1.076 siswa SMA yang dimulai dari TK Assalam, SD MIN, SMP 29, dan SMAN 5.

Menurutnya, menu hari pertama MBG senilai Rp10 ribu per porsi dengan asupan yang seimbang buat peningkatan asupan gizi bagi para siswa. "Kami masih menunggu perlengkapan dapur dari pemerintah pusat," katanya.

Lebih lanjut, Iwan menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memastikan pelaksanaan program berjalan dengan baik dan lancar.

Dikatakannya juga, MBG juga melibatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) Kota Bandarlampung 2025 sebagai bentuk komitmen mendukung pelaksanaan program nasional pemerintah pusat.

“Kami sangat mendukung program ini. Karena ini adalah program nasional agar asupan gizi bagi siswa benar-benar maksimal,” tutur Iwan Gunawan.

Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandarlampung, Mulyadi Syukri mencatat ada 165.984 peserta didik yang terbagi pada jenjang TK, SD, dan SMP. Jumlah itu belum termasuk madrasah dan lainnya.

Dia menambahkan pada prinsipnya pihaknya siap menyambut program Presiden Prabowo itu. Terlebih Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan sekolah hanya sebagai pihak penerima yang membantu menyalurkan ke peserta didik.

“Program ini tentunya akan menambah gizi anak-anak didik, mereka sehat, sehingga dapat menerima pelajaran dengan baik,” ujar Mulyadi Syukri. (Hajim)