LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Pj Gubernur Lampung Samsudin dengan didampingi Sekdakab Pesawaran Wildan meninjau warga terdampak banjir di Desa Sukajaya Lempasing, Kecamatan Telukpandan kabupaten setempat.
Pj Gubernur Samsudin hadir bersama Balai Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat, BPBD Provinsi Lampung, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Pesawaran. Pj Gubernur juga memberikan bantuan berupa makanan siap saji, selimut, sembako, kasur dan obat-obatan kepada warga yang terdampak banjir.
Pada kesempatan itu, dihadapan Pj Gubernur Lampung beserta jajaran, Sekdakab Wildan memaparkan secara langsung kondisi serta kerusakan akibat bencana banjir yang terjadi di beberapa kecamatan di Kabupaten Pesawaran.
Adapun lima kecamatan yang terdampak yaitu Kecamatan Telukpandan, Kedondong, Negerikaton, Padangcermin dan Waylima.
Di Kecamatan Telukpandan, banjir menyebabkan 170 rumah di Desa Sukajaya Lempasing terdampak, dengan tambahan kerusakan berupa satu talud ambrol sepanjang 15 meter. Sementara itu, di Desa Hanura, tiga rumah terdampak dan satu talud ambrol sepanjang 18 meter.
Di Kecamatan Kedondong, banjir merendam delapan rumah di Desa Kertasana, 24 rumah di Desa Waykepayang, dan sepuluh rumah serta satu unit SDN 3 Kedondong di Desa Gunungsugih. Sementara, di Kecamatan Negerikaton, banjir mengakibatkan kerusakan pada tiga rumah di Desa Negerisaka.
Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Padangcermin, banjir memutus satu tanggul, satu jembatan, satu ruas jalan, serta menyebabkan satu talud ambrol di Desa Banjaran. Sedangkan di Kecamatan Waylima, Desa Sindang Garut menjadi wilayah paling terdampak, dengan total 50 rumah yang terendam.
Atas musibah itu, Wildan menjelaskan, sebelum bencana terjadi, Pemkab Pesawaran telah menetapkan status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi sejak 25 November 2024 hingga April 2025 melalui Surat Keputusan Bupati Tentang Siaga Darurat Bencana Hidrometerologi.
"Pemkab Pesawaran juga telah mengeluarkan surat edaran peringatan kepada seluruh Camat dan dinas terkait, serta melakukan sosialisasi melalui media sosial dan grup WhatsApp Desa Tangguh Bencana," kata Wildan, Senin (20/1/2025).
Menurutnya, upaya tanggap darurat juga turut dilakukan dengan melakukan evakuasi, pendistribusian logistik oleh BPBD dan Dinas Sosial, serta pembukaan pos pelayanan kesehatan oleh Dinas Kesehatan Pesawaran di posko bencana.
Sementara, Pj Gubernur Samsudin dalam kesempatan tersebut berkomitmen untuk mencegah terulangnya banjir di wilayah tersebut. Ia menegaskan bahwa langkah pencegahan akan difokuskan pada perbaikan infrastruktur seperti tanggul dan jalur aliran air, sehingga air sungai tidak meluap ke permukiman warga. Ia mengungkapkan rencana untuk melakukan modifikasi cuaca guna mengalihkan curah hujan tinggi ke laut.
"Curah hujan yang terlalu besar di daerah yang terdampak banjir ini kita upayakan larikan ke laut, Pemprov Lampung bersama Deputi dari BNPB Pusat sudah bersurat untuk melakukan modifikasi cuaca tersebut," kata Samsudin.
Tak hanya itu, kepada masyarakat yang terdampak, Samsudin menyebut bahwa Pemprov Lampung juga akan memberikan bantuan kepada warga yang mengalami kerugian akibat gagal panen baik dalam bentuk penggantian bibit tanaman untuk sawah yang terdampak maupun bantuan lainnya untuk memastikan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga.
"Kami ingin memastikan masyarakat, terutama di sektor pertanian, dapat bangkit kembali dan memperoleh dukungan yang maksimal," pungkasnya. (Rls/Rama)
