HELOINDONESIA.COM -Masyarakat RW1/RT2, Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo, Surabaya, merasa resah akibat berbagai permasalahan dan polemik yang muncul dalam kehidupan bermasyarakat.
Salah satu permasalahan utama yang dikeluhkan warga adalah beban pelayanan yang ditanggung oleh masing-masing gang, meskipun iuran RT tetap berjalan.
"RT2 terdiri dari 13 gang. Ketika ada lampu rusak, kerja bakti, atau kematian, kami yang menangani sendiri (per gang)." ujar Supriyo, warga setempat, saat diwawancara melalui WhatsApp pada Rabu, 29 Januari 2025.
Selain itu, iuran RT antar gang juga tidak seragam. "Di RT saya, iuran Rp7 ribu, tetapi di gang lain ada yang lebih dari itu," imbuhnya.
Setelah ditelusuri, akar permasalahan ini, menurut sejumlah warga, adalah jumlah kepala keluarga (KK) yang sangat besar dalam satu RT, yakni sekitar 1.400 KK. "Mungkin ini RT dengan jumlah KK terbanyak di Indonesia," tegas Supriyo.

Karena permasalahan ini terus berlanjut dan menyulitkan warga, sejumlah warga berinisiatif mengusulkan pemecahan wilayah.
"Keinginan pemecahan wilayah ini sudah lama muncul di kalangan warga," ujar Denik, yang juga menjadi fasilitator dalam permasalahan ini.
Denik mengungkapkan bahwa warga telah menyampaikan masalah ini kepada Lurah Sememi, Okto, tetapi belum mendapat respons. "Sampai saat ini belum ada pertemuan dengan lurah. Setiap ditemui, beliau selalu tidak ada di tempat," katanya.
Menurut Denik, kondisi ini disayangkan mengingat RT2 memiliki potensi strategis yang menjanjikan. "Meskipun ini eks wilayah lokalisasi, saat ini sudah ada destinasi wisata," jelasnya.
Karena tidak ada tindak lanjut dari pihak kelurahan, warga berencana melaporkan permasalahan ini kepada Camat pada 30 Januari.
"Alhamdulillah, saat warga melapor, dan Pak Camat Denny merespons positif. Beliau berjanji akan memfasilitasi," pungkas Denik.**(Adi)
