LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -----Ketua Fraksi Gerindra DPRD Lampung Utara, William Mamora, mengapresiasi sikap Ketua DPD Partai NasDem dan Ketua DPD PAN Lampung Utara terkait polemik rencana pinjaman Pemerintah Kabupaten Lampung Utara kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).
William menilai kedua pimpinan partai tersebut merespons persoalan dengan mengedepankan substansi dan esensi persoalan, bukan sekadar menyoroti judul pemberitaan yang berkembang di publik.
“Saya mengapresiasi sikap Ketua NasDem dan Ketua PAN. Mereka fokus pada substansi persoalan, yakni hal-hal yang menjadi catatan dan masukan sebagai bahan evaluasi serta pertimbangan dalam menyusun perencanaan maupun pelaksanaan kegiatan nantinya,” kata William saat dihubungi melalui sambungan video WhatsApp, Selasa.
Menurut William, pernyataan kedua tokoh politik senior itu menunjukkan kedewasaan dalam berpolitik karena mampu menjaga situasi tetap kondusif di tengah polemik yang berkembang.
“Pernyataan mereka objektif dan teduh, sehingga suasana tetap guyub,” ujarnya.
William menjelaskan, sebagai anggota Komisi III DPRD Lampung Utara yang membidangi infrastruktur, dirinya merasa wajar menyampaikan masukan kepada pemerintah daerah terkait rencana pembangunan yang akan dibiayai melalui pinjaman tersebut.
Ia mengungkapkan, dalam rapat pimpinan yang dihadiri pimpinan DPRD, ketua fraksi, Sekretaris Daerah, dan jajaran pemerintah daerah, dirinya sempat mempertanyakan kemungkinan perubahan lokasi pembangunan dari 17 ruas jalan yang direncanakan.
“Saya hanya meminta agar dilakukan kaji ulang terhadap locus pembangunan apabila masukan dan aspirasi yang berkembang di fraksi-fraksi sama sekali tidak dipertimbangkan,” katanya.
William menegaskan, masukan itu muncul karena banyaknya aspirasi masyarakat yang diterimanya, baik dari kepala desa maupun tokoh masyarakat di berbagai daerah yang menginginkan perbaikan infrastruktur.
“Selama ini persoalannya tidak ada anggaran karena efisiensi. Sekarang ada rencana pinjaman untuk pembangunan infrastruktur, maka saya merasa perlu memperjuangkan lokasi yang menjadi aspirasi masyarakat. Ada beban moral yang harus saya jalankan,” tegasnya.
Selain sebagai anggota DPRD, William diketahui berlatar belakang sebagai advokat dan menjabat Sekretaris DPC PERADI Kotabumi. Dengan latar belakang hukum tersebut, ia menegaskan tidak sembarangan dalam menyampaikan pernyataan, terlebih dalam kapasitasnya sebagai Ketua Fraksi Gerindra.
Ia membantah anggapan bahwa Fraksi Gerindra menolak rencana pinjaman tersebut. Menurut dia, hingga saat ini tidak pernah ada rapat resmi fraksi yang menghasilkan keputusan penolakan.
“Kalau memang menolak, tentu sebelumnya kami menggelar rapat fraksi dan hasilnya dituangkan dalam berita acara yang diketahui ketua partai serta disampaikan kepada Ketua DPRD. Faktanya, itu tidak pernah ada,” ujarnya.
William juga mengingatkan agar pihak-pihak yang menanggapi pernyataannya lebih cermat memahami konteks persoalan dan tidak hanya terpaku pada judul pemberitaan.
“Harusnya dicek dulu fakta dan substansinya. Jangan asal bicara, apalagi sesama koalisi. Jangan sampai terkesan mencari poin politik,” katanya.
Ia memastikan hubungan Fraksi Gerindra dengan pihak eksekutif tetap berjalan baik. Namun, sebagai bagian dari koalisi pengusung pemerintah daerah, pihaknya tetap merasa perlu memberikan kritik dan masukan demi kepentingan masyarakat.
“Sebagai koalisi, kami tetap harus kritis dan selektif terhadap setiap kebijakan. Justru sebagai kawan harus saling mengingatkan dan menjaga,” ucapnya.
William juga mengimbau seluruh pihak agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak tertentu yang diduga memanfaatkan polemik tersebut untuk kepentingan tertentu.
“Saya yakin Bupati dan Wakil Bupati cermat dan bijak melihat persoalan ini,” kata dia.
