Helo Indonesia

Truk Singkong Antre 2 Km di Pabrik BX Bumiratunuban Lamteng

Kamis, 30 Januari 2025 19:15
    Bagikan  
Truk Singkong Antre 2 Km di Pabrik BX Bumiratunuban Lamteng

Sopir truk berkumpul berhari-hari masuk bongkar singkong ke Pabrik BX Bumiratunuban (Foto Zen/Helo)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM ------
Ratusan truk singkong antre masuk Pabrik Tapioka BX di Kampung Sukajadi, Kecamatan Bumiratunuban, Kabupaten Lampung Tengah, Kamis (30/1/2025).

Meski ada himbauan dari Perkumpulan Petani Ubi Kayu Indonesia (PPUKI) agar pabrik menutup sementara pembelian ubi kayu, namun tidak berlaku bagi pabrik ini. Dengan buka pabrik bisa membantu petani menyelamatkan singkong yang mulai membusuk akibat banjir.

Mungkin BX satu-satunya pabrik yang masih buka melakukan pembelian singkong di Provinsi Lampung.

Bahkan tiga hari sebelumnya antrean truk singkong bisa mencapai dua kilo meter dengan jumlah truk sekitar 500 kendaraan.

Umumnya, truk singkong yang antre berasal dari Kabupaten Lampung Timur, Tulangbawang, dan Mesuji, namun hanya beberapa truk yang berasal dari Kabupaten Lampung Tengah.

"Sudah tiga hari antre, namun truk belum bongkar Mas. Saya membantu petani karena singkong mulai membusuk kebajiran," ujar Panut sopir asal Kabupaten Lampung Timur.

Menurut para sopir, dengan adanya pabrik buka para petani tertolong karena singkong yang mulai membusuk bisa diselamatkan dan sopir ada muatan.

"Untung ada pabrik buka, lumayan mobil dapat tarikan. Paling rugi di ongkos karena harus antri tiga hari," tambah panut.

Soal harga singkong sendiri bagi para petani, menurut sopir tidak masalah yang penting singkong dapat bongkar ketimbang busuk sia-sia.

"Kalau harga mah petani tidak masalah, yang penting singkong kebongkar. Saya sudah tiga hari dapat antrean 166," ujar Mas Gunari, sopir asal Kabupaten Lampung Timur.

Menanggapi adanya pabrik tepung tapioka yang buka, Ketua Umum PPUKI Dasrul Aswin menyatakan itu salah satu pabrik tapioka yang membandel.

"Kan sudah ada himbauan, yang lain pada tutup sementara ini membandel. Itu artinya tidak patuh pada pemerintah," pungkas Dasrul.
(Zen Sunarto )