Helo Indonesia

97 Mahasiswa Anggota Orma USM Ikuti LKMM-TM 2025

Sabtu, 1 Februari 2025 06:08
    Bagikan  
97 Mahasiswa Anggota Orma USM Ikuti LKMM-TM 2025

Rektor USM Supari saat menghadiri pembukaan Kegiatan LKMM - TM 2025 untuk 97 mahasiswa USM anggota orma

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Sebanyak 97 mahasiswa yang tergabung dalam Organisasi Mahasiswa (Orma) Universitas Semarang (USM) mengikuti Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Menengah (LKMM-TM) 2025.

Kegiatan dibuka Rektor USM, Dr Supari ST MT di Aula Lantai 6 Gedung Prof Ir Joetata, pada Kamis 31 Januari 2025

Hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Wakil Rektor I USM, Prof Dr Ir Sri Budi Wahjuningsih, MP, Wakil Rektor III USM, Dr\ Muhammad Junaidi SHI MH, Sekretaris Universitas, Dr Abdul Karim SE MSi Ak CA, dan segenap Kemahasiswaan USM.

Baca juga: Wellness Tourism itu Sama Seperti Wisata Religi, Belum Berobat Sudah Merasa Sehat dan Bugar

Wakil Rektor III USM, Muhammad Junaidi mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan mulai 30-31 Januari 2025.

''Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan untuk kapasitas dan kapabilitas organisasi mahasiswa di tengah modernisasi yang harus dihadapi,'' kata Junaidi.

Menurutnya, para peserta diberikan beberapa materi di antaranya, wawasan global "Konsep SaHaBaT Sebagai Alat Analisis Organisasi", "Konsep SaHaBaT Sebagai Alat Analisis dalam Membangun Organisasi", dan "Rencana Pengemangan Organisasi Modern".

''Termasuk literasi keuangan yang nantinya berkaitan dengan pengembangan organisasi yang ada. Selain itu, kaitannya soal wawasan kebangsaan, karena ini berkolerasi terhadap ide, visi dari USM, juga termasuk beberapa materi yang disampaikan oleh beberapa narasumber yang memiliki sertifikat nasional, di antaranya Helen Intania SH MH,'' ujarnya.

Pada kesempatan itu Rektor USM, Supari memberikan materi tentang "Tantangan Mahasiswa Era RI 4.0".

Rektor mengatakan, dunia selalu berubah, dimana perubahan tersebut dilandasi oleh cara berpikir dan teknologi.

''Ubah mindset kita, untuk terus senantiasa belajar, ojo kagetan, gumunan dan nesunan. Pantaskan diri dengan kondisi volatility, uncertainty, complexity, and ambiguity atau VUCA, yaitu kondisi yang terus berubah, tidak pasti, kompleks, dan membingungkan. Ambillah peran di depan, jadi change maker atau adapter. Yang terakhir ihtiar dan berserah,'' ujarnya. (Aji)