HELOINDONESIA.COM -Masyarakat kita perlu belajar banyak tentang wellness tourism. Sebab, destinasi wisata kesehatan ini merupakan sebuah kondisi yang menantang.
Apalagi, Indonesia ini adalah negara yang juga patut yang mendapatkan promosi wisata secara global.
"Jadi kita membantu di negara membantu pemerintah untuk memasarkan Indonesia sebagai destinasi wisata yang sangat potensial di masa yang akan datang," papar Prof Dr Siti Musdah Mulia, Dosen di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Jumat (31/1/2025).
Dikatakan Prof Dr Musdah Mulia, terutama terkait dengan wellness tourism ini jadi wisata yang menekankan pada kesehatan dan kebugaran.
Baca juga: Orasi Jurnalistik Rektor Udinus akan Memuncaki Acara HPN 2025 Tingkat Jateng
"Ini sebuah bentuk wisata wisata religi. Karena bukan hanya sekedar mencari hiburan tapi juga menginginkan untuk tetap sehat, tetap bugar tetap dalam kondisi yang damai. Sehat lahir batin, fisik dan mental spiritual," jelasnya
Terkait dengan penyempurnaan peran pemerintah dalam menggiatkan wellness tourism sebagai destinasi di Indonesia, menurut Prof Dr Musdah Mulia, pemerintah perlu mengembangkan kemajuan Indonesia tak hanya dari aspek keuangan atau ekonomi, tapi juga potensi sumber daya manusianya.
"Jadi dengan mengembangkan wellness destinasi ini kita juga turut mengembangkan sumber daya manusia kita. Sehingga mereka menjadi SDM yang mampu merespon persoalan-persoalan kontemporer di masa di mana terjadinya disrupsi sosial yang begitu dahsyat," urainya.
Aktivis yang selalu bersikap sangat kritis terhadap berbagai pandangan mayoritas yang tidak rasional dan tidak humanis dalam isu-isu agama ini menekankan bahwa masyarakat perlu diperkenalkan secara luas soal wellness tourism ini.
Baca juga: Road to HPN 2025 Kalsel, PWI dan Universitas Sahid Jakarta Gelar Seminar Tentang Judol dan Pinjol
"Mesti ada upaya-upaya pemerintah dan juga kita semua untuk membantu pemerintah mensosialisasikan pandangan tentang wellness tourism atau pariwisata yang mengedepankan wellness itu menjadi pandangan yang mayoritas, jadi mainstream," ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan Prof Dr Musdah Mulia, destinasi atau wisata yang mengedepankan wellness harus menjadi pengetahuan pengetahuan atau literasi dan perlu disebarkan massif ke masyarakat.
"Masyarakat kita itu harus diajak untuk memahami sebuah sebuah agenda pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah, maka pemerintah juga akan menjadi mudah gitu," jelasnya.
Dengan demikian apa yang harus disiapkan?
Baca juga: Dihari Jadinya Ke-59, Bank Lampung Rilis Visi, Misi, Tagline & Core Value Baru
Menurut Prof Dr Musdah Mulia, yang harus persiapkan adalah fasilitas penunjang.
"Karena enggak bisa kalau kita memimpikan sebuah destinasi wisata yang mengedepankan aspek kebugaran itu tanpa ada penunjangnya," tegas ya.
Prof Musdah Mulia pun menceritakan pengalamannya saat pergi ke Penang, Malaysia.
Jadi, ungkapnya, di Penang itu bukan hanya wisata untuk kuliner saja, tapi juga ada wisata kesehatan.
Baca juga: Penggemar Minta Pecat Bukilic Karena Sering Error, Begini Pembelaan Ko Hee Jin
"Rumah-rumah sakit di sana sudah dikembangkan sedemikian rupa yang bagaimana perawatan yang intensif tapi juga ramah dan menyenangkan. sehingga belum berobat saja kita sudah merasa sudah sehat," tandasnya.
