LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Amuri Alpa menilai Sabta Putra tak kompeten sebagai kepala humas rumah sakit milik Pemprov Lampung (RSUDAM). "Sudah lama, sebagian teman-teman wartawan mengeluhkan ketidakkomunikatifannya," ujar wartawan senior Lampung itu.
Menurut anggota Pimred Club Lampung itu, banyak persoalan RSUDAM yang perlu dijelaskan sebagai pertanggungjawaban kepada publik, antara lain dugaan perselingkuhan, pungli surat kematian, mobil ambulan, dll.
Malah, kata Amuri Alpa, ada kesan pihak rumah sakit, termasuk direkturnya, menutupi dugaan skandal yang terjadi di rumah sakit plat merah tersebut.
Menurut pengurus Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) wilayah Kabupaten Lampung Selatan ini, ketidakkompetenan Sabta Putra merugikan pihak rumah sakit serta Pemprov Lampung dalam hal keterbukaan serta keseimbangan informasi.
Amuri Alpa menyarankan pihak kompeten, terutama Pj Gubernur Samsudin, untuk mengevaluasi serta mengganti dengan sosok yang kompeten sebagai corong atau jembatan komunikasi antara pihak rumah sakit dengan pihak luar, terutama media massa.
"Bagaimana bisa membangun sinergisitas, humas yang seharusnya mampu menjawab atau menjelaskan sampai menginformasikan hal-hal yang perlu diketahui publik tentang kinerja lembaga cenderung selalu eksklusif," ujarnya.
Amuri Alpa meminta Pj.Gubernur Lampung Samsudin untuk mencopot Sabta Putra sebagai kepala Humas RSUDAM. Dia yakin banyak ASN rumah sakit tersebut yang kompeten memimpin tim humas RSUDAM.
Pengalamannya, pimred Tinta Informasi mengatakan sudah berusaha mengkonfirmasi berita, terakhir tentang dugaan perselingkuhan yang terjadi antara dokter dengan petugas di Ruang Delima RSUDAM.
Namun, alih-alih menjawab upaya cover both side dari pihak media, Sabta Putra tak menanggapi apalagi penjelasan persoalan yang dipertanyakan publik via media. Dia malah menjelaskan atau memberikan hak jawabnya ke media lain yang tak menyoalnya, pungkasnya. (HBM)
-
