Helo Indonesia

Diklatsar KSR PMI Diikuti Enam Perguruan Tinggi, Apa Saja Manfaatnya?

Minggu, 9 Februari 2025 08:17
    Bagikan  
Diklatsar KSR PMI Diikuti Enam Perguruan Tinggi, Apa Saja Manfaatnya?

Para peserta Diklatsar KSR PMI dari enam perguruan tinggi berpose bersama

HELOINDONESIA.COM - Pendidikan dan Latihan Dasar Gabungan (Diklatsargab) Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) dari enam perguruan tinggi resmi dibuka di Kampus Unika Soegijapranata Semarang pada Sabtu, 8 Februari 2025.

Keenam perguruan tinggi tersebut adalah Universitas Semarang (USM), UPGRIS, Unwahas, Unissula, STIE Bank BPD Jateng, dan Unika Soegijapranata.

Acara yang dihadiri oleh berbagai tamu undangan ini dibuka oleh kepala markas PMI Kota Semarang dr Anna Kartika Yuli Astuti.

Baca juga: Harry Nuryanto Kembali Pimpin IPSI Jateng, Bertekad Dirikan Padepokan Pencak Silat

Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Pusat Kegiatan Mahasiswa dan Alumni UNIKA Soegijapranata YB. Dwi Setianto ST MCs.

Menurut Dwi Setianto bahwa Diklat gabungan enam perguruan tinggi ini merupakan ajang peningkatan kompetensi para peserta karena relawan dengan kompetensi yang baik mampu menyelamatkan banyak orang ketika bertugas. Materi harus dicermati dengan detil karena setiap detil kompetensi menjadi rangkaian kunci pertolongan dan penyelamatan.

Sementara itu, Kepala markas PMI dr Anna Kartika Yuli Astuti menekankan pentingnya peran KSR PMI dalam kegiatan kemanusiaan dan berharap peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mengembangkan diri.

“Melalui Diklatsargab ini para mahasiswa yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa KSR akan mendapatkan materi sesuai dengan kurikulum 120 jam baik teori maupun praktek sehingga para relawan akan mendapat bekal guna menjajakan tugas kemanusiaan,” ungkap dr Anna.

Baca juga: Proses Pengeringan Jalan Kaligawe Semarang Dibantu Pompa Air Milik Swasta

Materi yang disampaikan pada hari pertama mencakup berbagai topik penting, termasuk Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, Lambang Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, Hukum perikemanusiaan International, dan Safer Acces.

Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman tentang Code of Conduct, Organisasi PMI dan peran KSR dalam organisasi, termasuk hak, kewajiban, pengembangan, dan pelayanan dalam organisasi.

Wawasan dan Pengalaman

Menurut narasumber yang juga Pembina KSR USM Saiful Hadi ST MKom bahwa Diklatsargab ini bermanfaat dapat memberikan wawasan dan pengalaman berharga kepada para peserta.

“Melalui Diklatsar ini, diharapkan peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis yang berguna dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Semoga kegiatan ini dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi semua yang terlibat,” ungkap Saiful.

Lebih lanjut ia menambahkan bahwa untuk menjadi relawan yang siap diterjunkan di lokasi bencana diperlukan bekal yang cukup dan relawan harus memiliki kompetensi dan harus mengikuti program spesialisasi agar tugas kemanusiaan bisa berjalan dengan baik. (Aji)