Helo Indonesia

KKN UGM Bantu Warga Banyurip Olah Sampah Organik dengan Biaya Murah

1 jam 42 menit lalu
    Bagikan  
KKN UGM Bantu Warga Banyurip Olah Sampah Organik dengan Biaya Murah

Kegiatan mahasiswa KKN UGM di Rembang

REMBANG, HELOINDONESIA.COM - Sebanyak 47 siswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Rembang. Mereka dibagi menjadi 2 kelompok untuk diterjunkan di Kecamatan Pancur dan Gunem.

Salah satu yang program kerja mereka yang diberikan kepada warga desa, yaitu membuat komposter sampah organik. Mereka mengajari warga Desa Banyuurip Kecamatan Gunem untuk mengolah sampah sisa makanan menjadi pupuk.

Baca juga: USM Gandeng Universiti Teknologi Malaysia Gelar ASCEND-GP 2026

Mahasiswa UGM, Ammar saat ditemui di Balai Desa Banyuurip, Rabu (4/2/2026) mengatakan bahwa di desa ini, sudah ada fasilitas pengolahan sampah anorganik. Namun untuk sampah organik, mereka belum mengetahui cara mengolahnya.

"Sampah organik itu dikeluhkan baunya. Kemudian kami membuat inovasi komposer, untuk mengolah sampahnya dan jadi tidak bau.

Pembuatannya sangat murah, memanfaatkan dua ember bekas untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos.

Pembuatan komposer ini juga sudah kita praktekkan ke pada Ibu- ibu PKK Desa setempat. Jadi langsung praktek dan mereka senang serta antusias.

Cara mengolahnya, sampah kering kita letakkan di posisi paling bawah, kemudian kita masukkan sampah basah . Tiga hari sekali diaduk. Kita masukkan bioaktivator , biasanya EM4, molase bisa pakai gula merah, gula pasir serta air bersihuntuk mempercepat penguraian sampah.
Jadi 2 Minggu sampai 1 bulan sudah bisa jadi pupuk cair.

Dikasih juga air bekas untuk mencuci beras , nanti, panen pupuk cairnya bisa diambil dari kran yang ditempelkan ke ember tadi.

Jalin Kerja Sama

Kabid Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Rembang, Sumadi menuturkan bahwa Pemkab Rembang memang menjalin kerjasama dengan banyak perguruan tinggi terkait program KKN. Pemkab menilai, program pengabdian masyarakat oleh Mahasiswa ini dapat membantu masyarakat untuk menggali potensi yang ada di desa.

"Kita menjalin kerjasama dengan 11 kampus tahun 2025 kemarin, sehingga banyak perguruan tinggi yang menempatkan mahasiswa ke sini untuk KKN. Pemkab Rembang menilai, program pengabdian masyarakat ini bisa membantu masyarakat untuk menggali potensi hingga menyelesaikan permasalahan yang ada."

Baca juga: BKBH FH USM Beri Bantuan Hukum Warga Binaan Lapas Kelas IIB Batang

Ia mencontohkan inovasi komposer sampah organik yang diinisiasi mahasiswa UGM di Banyuurip. Dengan komposer yang murah dari segi biaya , ini diharapkan dapat dipraktekkan oleh warga dan membantu menyelesaikan permasalahan sampah yang ada selama ini.

Selain pembuatan komposer sampah organik, mahasiswa KKN UGM juga memiliki banyak program kerja. Meliputi pembuatan tepung mokaf, mitigasi bencana di sekolah, pembuatan pestisida, hingga sosialisasi anti bullying. (Aji)