Helo Indonesia

Anggota Dewan Mukhlisin Dorong Pemkab Kendal Fasilitasi Pengurusan Dokumen Warga Terdampak Banjir

Selasa, 11 Februari 2025 20:53
    Bagikan  
Anggota Dewan Mukhlisin Dorong Pemkab Kendal Fasilitasi Pengurusan Dokumen Warga Terdampak Banjir

Anggota DPRD Kendal Mukhlisin. Foto: Anik

KENDAL, HELOINDONESIA.COM - Anggota Komisi D DPRD Kendal, Mukhlisin berharap Pemerintah Kabupaten Kendal dapat memfasilitasi warga terdampak banjir di Kabupaten Kendal dalam mengurus surat-surat penting yang rusak maupun hanyut akibat banjir.

Baca juga: Warga Kebonharjo Minta Dipermudah dan Digratiskan Urus Surat Berharga yang Terdampak Banjir

Diketahui, banjir parah yang terjadi pada 20 Januari 2025 lalu melanda sejumlah desa di beberapa kecamatan. Diantaranya di Desa Kebonharjo dan Lanji, Kecamatan Patebon, Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari dan sejumlah desa/kelurahan lainnya di Kabupaten Kendal.

"Banjir ini kan sebuah musibah. Banyak warga yang kehilangan harta bendanya. Kemudian surat-surat penting juga mungkin ada yang hanyut atau rusak terendam banjir yang perlu dan harus diurus karena sewaktu-waktu paati diperlukan," kata anggota DPRD Kendal, Mukhlisin saat ditemui pada Selasa 11 Februari 2025.

Baca juga: Wali Kota Semarang Pamit, Ini Tanggal Akhir Masa Jabatannya

Mukhlisin menyebut, musibah banjir tersebut tentunya berdampak kerugian materiil bagi warga setempat. Sehingga diharapkan pemerintah dapat memfasilitasi warga yang dokumen dan surat berharganya hilang atau rusak akibat banjir.

"Hilang atau rusaknya dokumen surat berharga tentunya harus diurus kembali. Jadi pengurusan surat-surat berharga milik warga yang rusak atau hilang akibat banjir, perlu atau harus difasilitasi. Dan kita mendorong pemerintah untuk bisa memfasilitasi pengurusannya," ujar Anggota DPRD Kendal dari Partai Amanat Nasional.

Difasilitasi Kolektif

Ia juga berharap, pemerintah dapat mengupayakan agar pengurusan surat-surat berharga para korban banjir dapat difasilitasi secara kolektif dan tanpa dipungut biaya.

"Sehingga masyarakat terdampak itu bisa terbantu. Jangan sampai mereka sudah kena musibah tapi ngurus surat-suratnya susah dan kena biaya mahal," tandasnya.

Baca juga: Hari Pers Nasional 2025: Hendry Ch Bangun, Sosok yang Paling Dicari

Sebelumnya, Kepala Desa Kebonharjo Edi Lukman telah berkoordinasi dengan dinas dan instansi terkait untuk proses pengurusan surat-surat berharga warganya. Selain itu pihaknya juga sudah mengintruksikan para ketua RT untuk mendata warga yang surat-surat berharganya rusak atau hilang karena banjir.

"Saat ini yang sudah follow up dan sudah kami tindaklanjuti adalah dari Disdukcapil dan KUA. Kita sudah mulai pendataan menginventarisasi yang hilang, katanya nanti akan dicetakkan secara kolektif. Cuma yang belum itu seperti Samsat, BPN, Polres itu informasinya nunggu besok ada rapat BPBD dengan pak Sekda katanya akan disampaikan," kata Edi Lukman.

Baca juga: Terima Press Card Number One (PCNO), Umi Sjarifah Buktikan Eksistensi Jurnalis Perempuan

Disisi lain, Kepala Disdukcapil Kendal, Ratna Mustikaningsih mengatakan, pihaknya siap dan telah berkoordinasi dengan Pemdes Kebonharjo terkait pengurusan adminduk bagi korban terdampak banjir.

"Sudah kami siapkan, dan akan dilakukan secara massal serta tidak dipungut biaya. Namun jika warga memerlukan secara cepat bisa langsung ke kantor membawa surat keterangan korban terdampak banjir dari pemdes," ujarnya.(Anik)