Helo Indonesia

HUT ke-61 Lampung, Gubernur Mirza Bersalawat, Bukber, dan Salat Bersama Rakyat

Herman Batin Mangku - Nasional -> Peristiwa
Senin, 17 Maret 2025 22:40
    Bagikan  
IYAY MIRZA
HELO LAMPUNG

IYAY MIRZA - HUT 61 Lampung dan Lampung bersholawat

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM — Kata Dirgahayu, Selamat Hari Ulang Tahun (HUT), Selamat Hari Lahir (Harlah), dan Selamat Milad akan berbondong ditujukan kepada Provinsi Lampung, yang bakal genap berusia 61 tahun pada Selasa (18/3/2025) esok.

Provinsi kelahiran 18 Maret 1964 pemekaran dari Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) berdasarkan Undang-Undang Nomor 14/1964 seluas 33.553,55 km² —hampir seluas wilayah Republik Moldova, negara seluas 33.846 km² antara Rumania dan Ukraina, Eropa Timur— ini kini berpopulasi sedikitnya 9,45 juta jiwa.

Countdown, usai linimasa pendaftaran dan pengiriman karya 8 Januari–25 Januari 2025 diikuti ratusan peserta asal Lampung maupun Nusantara, genap sebulan lalu, panitia resmi umumkan pemenang Lomba Logo dan Tema Hari Jadi Provinsi Lampung ke-61 Tahun 2025 pada 18 Februari lalu.

Mendasari empat aspek dan kriteria penilaian, yakni substansi gambar dan narasi; karya dapat mendeskripsikan keadaan Lampung saat ini; nilai artistik dan estetika; serta kreativitas dan originalitas karya; panitia menetapkan peserta Jimi Agustianur sebagai juara 1 pemenang Lomba Logo, atas nama Hamam, juara 1 pemenang Lomba Tema.

Jimi menyisihkan Angga Meygi Berta (juara 2), Suharyanto (juara 3), Bagas Dwi Ananto (harapan 1), Ahmad Nurohman (harapan 2), Wahyu Abdul Rasyid (harapan 3). Hamam, menyisihkan Rachmat Widianto (juara 2), Taufik Nugraha (juara 3), Marzuki Febrianda (harapan 1), Ziani Relvi Maulina (harapan 2), Aryawan Widodo (harapan 3).

Pembaca sudah tahu? Karya Hamam, jadi Tema HUT ke-61 Lampung 18 Maret 2025: Lampung Tabik Pun.

Oleh Hamam, kalimat sapa "Tabik Pun" yang menurut Jan Gonda (1973: 640) berasal dari kata Sansekerta 'kşantavya' atau 'ksantawya' berarti "maaf" ini dan notabene merupakan salam hormat khas daerah Lampung tersebut, dimaksudkan sebagai singkatan dari Tangguh, Berbudaya, Inklusif, dan Berhimpun.

Info penyelia, seseorang bernama Rey Salvatore, mempersembahkan satu Twibbon tema HUT ini, yang dapat diakses melalui tautan https://twibbo.nz/provlampung, di Twibbonize.com.

Kulik sana sini, informasi aktual seputar dan sekitar gambaran suasana hari jadi Lampung ke-61 esok, antara lain pihak legislatif, DPRD Provinsi Lampung bakal menggelar Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-61 Lampung dengan agenda utama mendengarkan pidato Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.

Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar bakal memimpin jalannya, Selasa mulai pukul 13.30 WIB.

Usai foto bersama dan ramah tamah tetamu undangan, selanjutnya Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, dan Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar bakal membaur bersama sedikitnya 10 ribu warga tetamu undangan agenda Lampung Bersholawat, taja peringatan Nuzulul Qur'an 17 Ramadan 1446 H, buka puasa bersama (iftar) dan salat Magrib berjamaah di halaman rumah dinas jabatan Gubernur Lampung: Mahan Agung, Jl Dr Susilo Nomor 12 Kelurahan Sumur Batu, Telukbetung Utara, Bandarlampung, taja inisiasi duet pemimpin baru Mirza-Jihan.

Warga peminat hadir, diimbau membawa perlengkapan salat sendiri. Panitia sediakan menu takjil dan paket nasi kotak siap santap berbuka puasa.

Di tempat ini, karuan Mirza-Jihan bakal jadi magnet acara mulai pukul 16.00 WIB, yang juga akan diisi pemberian santunan yatim piatu dan kaum dhuafa tersebut. Serta, per informasi awal, istimewanya juga bakal turut dihadiri tokoh nasional, anggota DPR/MPR RI dapil Lampung I kini selain Sekjen DPP Partai Gerindra juga Ketua MPR RI, Ahmad Muzani.

Sebagai catatan kaki, helat ini bakal menjadi helat perdana Mahan Agung yang selama ini dikesankan publik sebagai tempat elit, hanya dapat diakses oleh kalangan terbatas saja —bahkan kaum musthad'afin sekalipun bakal sulit demi untuk tidak menyebutnya mustahil jika tanpa membawa undangan akses, yang naga-naganya bakal "disulap" Mirza-Jihan menjadi rumah rakyat. Itu.

Meskipun digelar sederhana ditengah situasi kurang bersahabat, ditengah gempuran hebat tuntutan keharusan efisiensi anggaran belanja negara belanja daerah, nun sejatinya taja ini justru sekaligus pembuluh rindu rakyat, akan sosok pemimpin daerah sekaligus sohib alias teman dekat, selain pelayan rakyat.

Sekadar pengingat, salah satu tokoh penting daerah ini, Bachtiar Basri atau karib Om Bach, mantan Sekda Lampung Utara 2003-2008, Pj 2008-2011 lanjut Bupati Tulang Bawang Barat 2011-2014, dan Wakil Gubernur Lampung 2014-2019, saat kapasitasnya selaku Juru Kampanye sekaligus Ketua Tim Pemenangan Terpadu (TPT) Mirza-Jihan Pilgub 2024 lalu.

Saat masa kampanye, Om Bach beberapa kali mensugesti hadirin massa kampanye dengan ujaran bijak soal kriteria pemimpin idaman yang memiliki karakter kepemimpinan ideal.

Seorang pemimpin ujar dia, harus memiliki tiga hal. "Pertama, dia harus mampu menjadi guru, berarti berilmu. Kedua, mampu menjadi pelayan, artinya rendah hati, dekat dengan rakyat. Ketiga, mampu menjadi kawan, berarti tidak sombong, dan selalu membaur dengan masyarakat," ujar Om Bach, dikutip kembali.

Om Bach menyebut tiga poin sederhana, bagian pesannya bagi rakyat pemilih agar bijak membaca, menimbang, memilah, dan memilih pemimpin terbaik yang memiliki karakter yang kuat di perhelatan Pilkada 2024 lewat. Tiga poin itu kini relevan, sebagaimana diakui pula oleh sementara analis politik, kini melekat identik, ada pada sosok Mirza-Jihan.
(Muzzamil)