KENDAL, HELOINDONESIA.COM - Pemerintah Kabupaten Kendal melalui Dinas Perhubungan (Dishub) akan memperketat terkait aturan pelarangan truk sumbu tiga maupun dump truk melintas saat H-7 lebaran.
Sesuai aturan Surat Keputusan Bersama (SKB), Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia, serta Direktorat Jenderal Bina Marga menyebutkan tentang pemberlakuan prmbatasan operasional kendaraan sumbu tiga mulai 24 Maret hingga 8 April 2025.
Baca juga: Juli Terealisasi, Dana Operasional RT Rp 25 Juta/Tahun untuk Perkuat Kebersamaan Warga Semarang
Kepala Dishub Kendal, Muhammad Eko mengatakan, pihaknya akan segera berkirim surat kepada pengusaha tambang di Kendal untuk mematuhi aturan larangan operasional tersebut.
"Meskipun surat edaran dari kementerian sudah turun, kami akan berkirim surat langsung kepada pengusaha tambang terkait aturan itu," terangnya.
Menurutnya, jika pengusaha tambang dan para sopir truk mematuhi larangan tersebut maka dipastikan arus mudik dan arus balik di Pantura Kendal akan lancar.
Eko mengaku pada lebaran tahun sebelumnya sempat kesulitan dalam mengatur dump truk, maupun truk sumbu tiga agar tak melintas pada waktu yang dilarang.
"Berkaca dari pengalaman tahun kemarin ya, jadi kami akan lebih ketat lagi," kata Eko.
Diprediksi Sesak
Ia menambahkan, kondisi jalan Pantura Kendal diprediksi akan penuh sesak oleh pemudik saat arus mudik maupun arus balik. Untuk itu pihaknya juga telah menyiapkan skema lain berupa pengaturan lampu lalu lintas, yang akan disesuaikan dengan kondisi kepadatan jalan Pantura Kendal.
"Kalau misalkan nanti yang di Pantura padat, kami akan setting ulang lampu merah, atau kami buat flash. Jadi akan kami buat lebih lama untuk yang ke arah barat atau Jakarta," paparnya.
Selain itu pihaknya juga akan melakukan penutupan di beberapa titik, untuk mengurangi tingkat kepadatan jalur Pantura saat arus mudik maupun arus balik.
"Kami akan alihkan ke jalur putaran yang lebih panjang, sehingga tidak mengganggu lalu lintas," ungkapnya.
Disisi lain, saat rapat koordinasi persiapan arus mudik lebaran 1446 H yang digelar pada Jumat, 21 Maret 2025, Kepala Badan Kesbangpol Kendal, Alfebian Yulando memastikan keamanan dan kenyamanan pemudik saat melintas di jalur Pantura Kendal.
"Kami memastikan keamanan dan kelancaran ibadah pemudik saat tiba di kampung halaman. Tadi juga sudah dipaparkan dalam rapat koordinasi bahwa tahun ini pemudiknya cukup tinggi sekitar 17,9 juta," imbuhnya.
Ia mengimbau agar para pemudik mengutamakan keselamatan, terlebih arus mudik maupun arus balik tahun yang melintas di Jawa Tengah cukup tinggi.(Anik)
