Helo Indonesia

Antrean BBM Mengular di Jalan Soekarno-Hatta, Sopir, Minyak Habis, Kami Tak Bisa Kerja

58 menit lalu
    Bagikan  
Antrean BBM Mengular di Jalan Soekarno-Hatta, Sopir, Minyak Habis, Kami Tak Bisa Kerja

Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) kembali terjadi di SPBU 24.352.43. Jalan Soekarno-Hatta, Panjang

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM — Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) kembali terjadi di SPBU 24.352.43. Jalan Soekarno-Hatta, Panjang. Para sopir mengeluhkan waktu kerja yang tersita berjam-jam akibat antrean panjang dan stok BBM yang cepat habis.

Bagi pengemudi angkutan dan kendaraan ekspedisi, persoalan tersebut bukan sekadar harus menunggu. Ketika BBM habis saat antrean masih berlangsung, mereka terpaksa berhenti bekerja hingga pasokan kembali tersedia.

undefined

Salah seorang pengemudi, Deddy, mengatakan antrean panjang untuk mendapatkan BBM sudah menjadi persoalan yang kerap dialami para sopir.

Baca juga: Mayat Bayi Merah Ditemukan Dalam Kotak Sampah di Pahoman

Menurutnya, kendaraan biasanya mulai mendapatkan pelayanan sekitar pukul 11.00 hingga 12.00 WIB. Namun, dalam kondisi tertentu, BBM sudah habis sebelum seluruh kendaraan dalam antrean terlayani.

“Kadang-kadang pas sampai jam dua belas, minyak habis. Jadi off dulu di sini. Minimal habis itu biasanya jam dua, setengah tiga baru jalan lagi,” kata Deddy, Senin (10/8/2026).

Menurut Deddy, waktu tunggu bisa semakin panjang ketika hanya satu jalur pengisian yang dibuka.

Baca juga: Kombinasi Regeneratif Medicine dan Wellness Hasilkan Terapi Sel, Perbaikan Jaringan, Maupun Perawatan Anti-penuaan

“Kalau buka satu, lebih lambat lagi karena gantian. Jadi kadang-kadang sampai jam tiga,” ujarnya.

BBM Habis di Tengah Antrean, Sopir Kehilangan Waktu Kerja

Panjangnya antrean membuat para sopir harus mengorbankan waktu yang seharusnya digunakan untuk bekerja.

Deddy menambahkan, kondisi paling merugikan terjadi ketika BBM habis sementara kendaraan sudah mengantre dari jauh. Sopir kemudian harus menunggu mobil tangki datang sebelum dapat melanjutkan perjalanan.

Baca juga: Wabup Tanggamus Monitoring MAS TOSA, Pastikan Pengolahan Sampah Tak Berhenti di Seremoni

“Kita sudah antre dari ujung sana, minyak habis, jadi nunggu tangki dulu. Kalau tangki datang, ya bisa lanjut. Kalau nggak, akhirnya kita nggak kerja gara-gara,” tuturnya.

Bagi sopir yang menggantungkan penghasilan dari perjalanan setiap hari, waktu menjadi sangat berharga. Berjam-jam berada dalam antrean berarti berkurangnya waktu untuk mengangkut barang maupun menjalankan pekerjaan lainnya.

Deddy mengatakan pengisian BBM di SPBU tersebut dilakukan sesuai kapasitas dan ketentuan yang berlaku.

“Minimal di pom ini sesuai dengan kapasitas pengisian. Tidak ada yang lebih, begitu,” katanya.

Sopir Minta Pasokan BBM Dipastikan Lancar

Deddy berharap pemerintah dapat memastikan ketersediaan dan distribusi BBM berjalan lancar. Dengan demikian, masyarakat, khususnya para pengemudi, tidak perlu kehilangan waktu kerja hanya untuk mendapatkan bahan bakar.

“Harapan kita, masyarakat umumnya, kalau bisa sejahtera. BBM ya lancar. Kalau bisa setiap harinya yang antre kebagian semua,” ujarnya.

Menurutnya, kepastian pasokan BBM sangat penting bagi para sopir karena berkaitan langsung dengan aktivitas dan penghasilan mereka.

SPBU Dapat Kuota 32 Kiloliter Sehari

Sementara itu, Pengawas SPBU, Supri, mengatakan pihaknya mendapatkan kuota BBM sekitar 32 kiloliter per hari.Namun, jumlah tersebut dinilai belum mencukupi ketika jumlah kendaraan yang datang meningkat.

“Kalau antreannya banyak, 32 kiloliter bisa habis dalam sehari,” ujar Supri.

Tingginya permintaan, kata dia, salah satunya dipengaruhi lokasi SPBU yang berada tidak jauh dari pelabuhan.Banyak kendaraan angkutan dan ekspedisi yang melakukan aktivitas bongkar muat membutuhkan BBM untuk menunjang operasional mereka.

“Karena posisi kita dekat dengan pelabuhan. Banyak kendaraan yang melakukan kegiatan muat dan bongkar. Ekspedisi juga banyak di sini. Mereka mencari SPBU yang masih memiliki BBM,” katanya.

Supri mengungkapkan, pihak SPBU sebelumnya telah beberapa kali mengajukan penambahan kuota. Pengajuan tersebut bahkan mencapai 40 hingga 48 kiloliter per hari.Namun, kuota yang disetujui masih berada di angka 32 kiloliter per hari. Bahkan terdapat SPBU lain yang memperoleh kuota hingga 40 kiloliter.

SPBU Periksa Barcode, MI, Kendaraan hingga STNK

Di tengah tingginya permintaan, pihak SPBU juga menerapkan pemeriksaan terhadap kendaraan yang melakukan pengisian BBM untuk mencegah penyalahgunaan distribusi.Setiap kendaraan harus memenuhi ketentuan, termasuk kesesuaian barcode, MI, dan kendaraan.

Pengisian juga dibatasi sesuai ketentuan pada barcode, yakni sekitar 200 liter untuk satu barcode.

“Barcode-nya harus sesuai, MI-nya harus sesuai, dan kendaraan juga harus sesuai. Kalau semuanya sesuai, baru kita layani,” jelas Supri.

Petugas juga melakukan pemeriksaan STNK untuk memastikan kendaraan yang melakukan pengisian sesuai dengan data yang terdaftar.
Supri memastikan hingga saat ini pihaknya belum menemukan kendaraan yang melakukan modifikasi ataupun penyalahgunaan sistem pengisian BBM.Alhamdulillah, selama ini tidak ada,” tandasnya.(Hajim)