Helo Indonesia

Stockpile Menjamur, Mbak Sisca akan Bersinergi dengan Bupati Kendal Atasi Persoalan

Minggu, 13 April 2025 16:07
    Bagikan  
Stockpile Menjamur, Mbak Sisca akan Bersinergi dengan Bupati Kendal Atasi Persoalan

Ketua Komisi C DPRD Kendal, Sisca Meritania bersama anggota dewan lainnya saat menyerap aspirasi warga yang kena dampak usaha stockpile. Foto: Anik

KENDAL, HELOINDONESIA.COM - Ketua Komisi C dan jajaran anggota DPRD Kendal Dapil 5 juga hadir ditengah-tengah warga yang sedang melakukan aksi keprihatinan bersih-bersih jalan yang terdampak stockpile di empat desa, yakni Desa Bumiayu, Sumberagung, Penyangkringan dan Nawangsari, Minggu pagi, 13 April 2025.

Ketua Komisi C DPRD Kendal, Sisca Meritania bersama Supriyadi Anggota Komisi D dan Dwi Margo Utomo , Anggota Komisi C serta jajaran Forkopimcam Weleri dan Kades 4 desa terlihat berdiskusi dengan warga sekitar sekaligus menyerap aspirasi dan keluhan warga yang empat tahun terakhir ini dirugikan oleh aktivitas truk muatan berat dari usaha stockpile.

Baca juga: Ikut Bersih-Bersih Jalan, Bupati Kendal Siap Bentuk Tim Kajian Terkait Penutupan Stockpile di Weleri

Bahkan selain merusak fasilitas jalan, stockpile ini juga sudah menyebabkan dampak lainnya seperti penyakit ISPA dan kerugian pedagang makanan yang tidak laku karena banyaknya debu serta tembok rumah warga mengalami retak-retak.

Menanggapi hal tersebut, pihak legislatif akan mendorong Pemerintah Kabupaten Kendal agar tim kajian segera dibentuk dan segera mengambil langkah dan kebijakan terhadap apa yang menjadi tuntutan warga yaitu stockpile harus ditutup.

"Kami nanti akan mendorong agar pihak eksekutif dapat segera mengambil keputusan yang baik untuk warga. Apalagi warga sudah lama merasakan dampak negatif dari stockpile ini," kata Mbak Sisca.

Ia juga menyayangkan adanya enam usaha stockpile di Desa Bumiayu yang kemudian berdampak kepada warga dan lingkungan sekitarnya. Menurut Sisca harusnya pemangku wilayah yaitu kepala desa harus menimbang dampak yang ditimbulkan terlebih dahulu jika ada pengusaha yang akan mendirikan usahanya di sebuah wilayah.

"Kok bisa ada enam stockpile di Desa Bumiayu. Dari enam ini, setelah kejadian ini yang aktif sekarang satu, yang empat kabur, satuya garasi," terangnya.

Baca juga: Meninggalnya Taekwondoin PPLOP Saat Latihan, Orangtua Agil Tak Tuntut ke Jalur Hukum

Menurutnya, usaha stockpile maupun penambangan saat ini sudah menjamur di Kabupaten Kendal. Sehingga perlu adanya langkah tegas dari pemangku kebijakan yang bersinergi dengan DPRD Kendal sebagai mitra Pemkab Kendal untuk mengatasi persoalan tersebut.

"Stockpile dan galian C sekarang ini menjamur di Kabupaten Kendal. Dan ini berefek sangat besar untuk lingkungan dan sosialnya. Saya dan Pemerintahan Kabupaten Kendal dalam hal ini Ibu Bupati akan terus berkomunikasi dan berkoordinasi untuk kenyamanan bersama," tegas Sisca.

Disisi lain, Anggota Komisi A DPRD Kendal, Supriyadi mengatakan, meski perizinan dari stockpile dinyatakan lengkap, nantinya jika tidak memenuhi ketentuan persyaratan yang telah disepakati sebelumnya saat musyawarah desa antara warga dan pengusaha.

"Ketika jalan itu rusak karena usaha stockpile itu, bisa ditinjau ulang. Meski izin itu lengkap. Izin itu pasti ada isi yang dipertimbangkan lagi ketika tidak memenuhi kewajibannya. Jadi bisa ditutup. Hak warga bisa ditagih ketika dia memenuhi kewajibannya. Karena disini (berkas perizinan) klausulnya bunyi "bersedia dihentikan usaha dan/atau diproses hukum sesuai undang-undang apabila melanggar dan tidak memenuhi kesepakatan yang telah ditentukan," tegasnya.

Sementara, Camat Weleri Cahyono Dwi Suryo mengatakan, ada 6 stockpile di Kecamatan Weleri, namun 4 stockpile tidak berizin dan sudah tutup sementara pemiliknya kabur entah kemana.

"Disatu sisi ada pengusaha yang punya izin, tapi dampaknya bagaimana. Kalau memang ada dampaknya dievaluasi, manfaat dan mudharatnya besar mana. Nah nanti itu menjadi langkah yang diambil, kebijakan pemerintah kabupaten yang memutuskan. Dan yang menegakkan Perda adalah Satpol PP," pungkasnya.(Anik).